Kamal Lubis : Tak Benar Ketua DPRD Tapteng Backup Dugaan Pelecehan Siswi

MIS Ubudiatul Hasanah

H.Kamal Lubis (Berpeci) di dampingi Rizki Lubis dan Syariful Manalu saat memberikan keterangan kepada wartawan.

1MNC, Tapteng |Ketua Yayasan Ubudiatul Hasanah H. Kamal Lubis (67) warga Kebun Pisang Huta Balang Kecamatan Badiri Kabupaten Tapanuli Tengah membantah tudingan terkait Ketua DPRD Tapteng KKH (inisial) melindungi kasus yang di duga terjadi di Madrasah Ibtidiyah Swasta (MIS) Ubudiatul Hasanah.

Pernyataan ini disampaikan H. Kamal Lubis yang juga sesepuh masyarakat Kebun Pisang saat dikonfirmasi beberapa wartawan terkait pemberitaan di salah satu media daring.

“ Itu tidak benar dan sudah terkesan memfitnah Pak. Bapak itu (Ketua DPRD Tapteng, red) baru beberapa hari sebelum kedatangan Bapak yang mengaku Wartawan itu saya ceritakan permasalahan di sekolah kami yang terus menerus di pertanyakan oleh beberapa orang mengaku wartawan. Padahal permasalahan itu sudah ditangani Yayasan dan ke dua belah pihak sudah bersepakat diselesaikan secara kekeluargaan, “ jelas H. Kamal Lubis hari Jumat (10/06/2022) pukul 16.00 WIB di MIS Ubudiah Kebun Pisang.

Di dampingi Sekretaris Yayasan Rizqi M Lubis dan beberapa tenaga pengajar MIS Ubudiah, H. Kamal Lubis menceritakan bagaimana dirinya sampai mengadukan kejadian yang menimpa di sekolah yang merupakan naungan Yayasan yang dipimpinnya kepada Ketua DPRD Tapteng Khairul Kiyedi Pasaribu.

“ Awalnya adanya dugaan sikap tidak terpuji/tidak senonoh yang di duga dilakukan oleh salah seorang tenaga pembantu Yayayasan (bukan guru,red) kepada dua siswi coba diselesaikan oleh pihak sekolah tanpa memberitahu kepada saya. Tetapi tak kunjung selesai, “ jelas H. Kamal Lubis.

Masih kata H. Kamal Lubis, “ Mereka (Pihak Sekolah,red) kemungkinan tidak mau melaporkan hal ini kepada Saya selaku Ketua dan Pendiri Yayasan karena kondisi saya sedang sakit demikian juga istri saya lagi di rumah sakit. Saya dapat informasi dari keluarga yang lain dan saat saya pertanyakan pihak sekolah membenarkan dan memohon maaf karena tidak memberitahu saya. Saat itu saya langsung ambil tindakan mengundang pihak pihak yang bermasalah, pihak sekolah, pengurus yayasan serta Kepala KUA selaku Pembina Yayasan, “ lanjut H. Kamal Lubis.

Selanjutnya menurut penjelasan H. Kamal Lubis, dirinya yang memimpin pertemuan tersebut tanggal 23 April 2022.
“ Hasilnya, ke dua belah pihak bersepakat berdamai dan dituangkan dalam bentuk Surat Perjanjian, “ beber H. Kamal Lubis.

Tetapi, beberapa waktu kemudian persoalan ini kembali mencuat. Bukan dari pihak yang bermasalah tetapi dari beberapa orang yang mengaku wartawan mendatangi Sariful Alamsyah Manalu (pembantu Yayasan). Oknum-oknum yang mengaku wartawan ini menakuti Sariful untuk mempermasalahkan kembali persoalan ini kalua tidak mau membayar sejumlah uang.

“ Habis lebaran datang beberapa orang mengaku wartawan Pak. Salah seorangnya wanita. Mereka mempertanyakan masalah saya. Mereka mengatakan perdamaian itu tidak sah dan bisa dilaporkan. Saya mengatakan kami sudah berdamai Pak, tetapi mereka tetap mengotot dan meminta uang Rp. 3 juta dengan alasan untuk berdamai dan tidak mempersoalkan masalah saya. Saya ditakut takuti kalau tidak bayaruang damai Rp. 3 juta akan dilaporkan ke Polda. Akhirnya saya memohon dengan menyanggupi hanya Rp. 1,5 juta saja. Mereka menerimanya Pak dan langsung pulang, “ ungkap Sariful yang terpaksa meminjam uang tetangganya untuk memenuhi keinginan orang-orang yang mengaku sebagai wartawan tersebut.

Sariful hanya mengetahui identitas salah seorang yang mengaku wartawan itu adalah MT sementara yang menerima uang adalah rekannya wanita.

Tak sampai disini, beberapa hari kemudian datang kembali beberapa orang yang mengaku wartawan marah marah ke sekolah MIS Ubudiyah tetapi akhirnya pulang setelah salah seorang tenaga pengajar mengatakan kepala sekolah tidak berada ditempat dan diminta untuk menunggu kedatangannya.

Kejadian kejadian ini dilaporkan kepada H. Kamal Lubis. Menyikapi hal ini H. Kamal Lubis meminta pihak sekolah untuk fokus mengajar dan semua persoalan yang menyangkut kejadian itu diarahkah kepada dirinya.

“ Itu sebabnya Pak. Saat mereka kembali datang (oknum-oknum mengaku wartawan, red) di bawa ke rumah saya. Saat itu kembali mereka meminta uang RP. 5 juta dengan alasan untuk perdamaian. Saya hanya sanggupi Rp. 2,5 juta itu pun pinjaman dari anak Pak. Ini semua bukan karena saya takut tetapi demi menjaga ketenteraman proses belajar mengajar, “ ungkap H. Kamal Lubis.

Dari pengakuan Sariful dan Pihak Sekolah oknum-oknum yang mengaku wartawan yang meminta uang Rp. 1,5 juta dan Rp. 2,5 juta orangnya sama.

Tak nyaman dengan situasi ini, H. Kamal Lubis memintai pendapat Ketua DPRD Tapteng Khairul Kiyedi Pasaribu.

“ Setelah kejadian kejadian ini , kami merasa tak nyaman. Karena yang datang dan meminta uang damaiu serta mempersoalkan masalah ini bukanlah pihak yang bermasalah tetapi pihak dari oknum-oknum yang mengaku wartawan. Saya kemudian meminta pendapat dari Ketua DPRD Bapak Khairul Kiyedi Pasaribu. Wajarkan Pak saya mengadu ke Wakil Rakyat ? apalagi Bapak itu dari daerah pemilhan kami. Saat itu saya mengadu melalui telephone, jawaban dari Pak Khairul, tunggu saya kembali dari Medan, Bapak jangan dulu berpikir macam macam dan khawatir, apalagi kondisi bapak dan ibu sedang sakit. Insya Allah kita cari solusi yang terbaik, apalagi ke dua belah pihak kan sudah damai. Ini jawaban dari Pak Ketua. Itu sebabnya saat kedatangan wartawan hari Sabtu tanggal 4 Juni 2022 itu. Saya langsung sambungkan kepada Bapak Ketua. Jadi tidak benar Bapak Ketua (Khairul Kiyedi Pasaribu,red) melindungi kami atau seperti yang dituliskan diberita itu. Bapak itu baru tahu masalah ini, “ tegas H. Kamal Lubis.

Untuk diketahui salah satu media on lin menerbitkan berita tanggal 9 Juni 2022 dengan judul “Oknum Ketua DPRD Tapteng KHP Back Up Pelaku Diduga Pelecehan Dua Siswi MIS Ubudiyatul Hasanah”. (Agus Tanjung)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.