Bayi Rambutnya Rontok ? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya

  • Bagikan
Ilustrasi Balita

1MNC, Artikel | Masalah rambut rontok tidak hanya terjadi pada orang dewasa. Bayi baru lahir juga bisa mengalaminya. Apakah kerontokan rambut pada bayi biasa terjadi? Sebenarnya, terdapat berbagai hal yang bisa menyebabkan rambut bayi rontok dan terkadang tidak bisa dianggap sepele.

Namun, kerontokan rambut yang serius pada bayi bisa dicegah dengan melakukan perawatan khusus untuk kulit kepala bayi. Sebelum membahasnya, sebaiknya kenali dulu apa saja penyebab dari kerontokan rambut bayi.

Apa yang menyebabkan rambut bayi rontok?

Hampir semua bayi akan mengalami kerontokan rambut pada usia 6 bulan pertama. Kondisi yang secara medis disebut telogen effluvium merupakan bagian dari fase normal pertumbuhan rambut manusia.

Fase pertumbuhan rambut akan berlangsung selama tiga tahun. Setelahnya rambut akan mengalami fase istirahat, rambut berhenti tumbuh selama 1 hingga 6 bulan. Selama fase ini rambut akan tetap berada di dalam folikel sampai rambut yang baru muncul.

Kerontokan rambut bayi juga dapat disebabkan oleh berkurangnya hormon. Ketika bayi masih di dalam janin, ia memperoleh hormon dari ibu yang masuk melalui umbilical cord atau tali pusar. Hal tersebut memungkinkan rambut bayi tumbuh lebat. Ketika lahir, bayi tidak lagi mendapatkan hormon dari tubuh ibu sehingga rambut bayi bisa rontok.

Penyebab lain rambut bayi rontok

Selain kondisi di atas, terdapat berbagai kondisi medis lain yang dapat menyebabkan rambut bayi rontok secara tidak wajar (alopecia). Beberapa penyebab yang mungkin perlu Anda waspadai, antara lain:

1. Perubahan kadar hormon
Selama di dalam kandungan, pertumbuhan rambut bayi dirangsang oleh hormon dari tubuh ibu. Namun, setelah lahir, jumlah hormon di dalam tubuh bayi akan berkurang karena ia tidak lagi mendapat sokongan hormon dari tubuh ibunya. Alhasil, ini bisa menyebabkan rambut bayi rontok setelah ia dilahirkan.

Selain itu, ada riset yang juga menyebutkan bahwa stres pada ibu selama kehamilan bisa berdampak pada terganggunya pertumbuhan rambut janin. Saat sedang stress, ibu hamil akan banyak menghasilkan hormon stres kortisol. Jumlah hormon stres yang berlebihan ini bisa membuat rambut bayinya menjadi lebih banyak rontok.

2. Gesekan
Gesekan pada kepala bayi dapat membuat rambutnya rontok, lho Bun. Coba Bunda perhatikan, jika Si Kecil selalu tidur dalam posisi kepala yang sama, maka hal ini mungkin bisa menyebabkan rambutnya banyak rontok.
Hal tersebut juga bisa membuat jumlah rambut Si Kecil tampak lebih tipis di sisi kepala yang banyak bergesekan dengan tempat tidur.

3. Cradle cap
Candle cap atau kerak di kepala sebenarnya tidak secara langsung membuat rambut bayi rontok. Namun, penanganan untuk membersihkannya, seperti menggosokan jari atau kain ke kulit kepala bayi, tanpa sadar bisa membuat rambutnya yang lembut jadi mudah rontok.

Oleh karena itu, saat membersihkan kulit kepala dan rambut bayi yang sedang banyak bersisik karena cradle cap, Bunda perlu berhati-hati dan coba bersihkan dengan lembut dan perlahan-lahan, ya.

4. Kurap
Kurap adalah infeksi jamur di kulit yang bisa tumbuh di berbagai bagian tubuh, termasuk kulit kepala. Saat di kulit kepala, kurap bisa menyebabkan munculnya bercak kemerahan, gatal, dan kulit bersisik. Infeksi jamur ini juga bisa membuat rambut rontok, bahkan secara permanen. Penyakit ini perlu ditangani oleh dokter.

Kurap sebetulnya tergolong jarang terjadi pada anak-anak di bawah usia 2 tahun, tetapi bayi bisa berisiko terkena kurap, apabila ia memiliki kontak dengan orang yang terkena kurap, menggunakan peralatan yang terkontaminasi jamur, atau karena daya tahan tubuhnya lemah.

5. Trikotilomania
Coba perhatikan deh Bun, jika Si Kecil terus menarik-narik rambutnya hingga tercabut, mungkin saja ia mengalami trikotilomania. Ini bisa menjadi salah satu penyebab rambut bayi rontok. Kendati demikian, Bunda tidak perlu terlalu khawatir, karena trikotilomania pada bayi biasanya akan hilang seiring pertambahan usianya.

6. Alopecia areata

Penyebab lain yang bisa membuat rambut bayi baru lahir rontok adalah alopecia areata. Kondisi ini merupakan penyakit autoimun, di mana sistem kekebalan tubuh menyerang dan merusak folikel rambut, sehingga membuat rambut menjadi rontok atau bahkan botak.

Alopecia areata tergolong jarang terjadi pada bayi. Tetapi, kondisi ini bisa lebih berisiko terjadi pada bayi yang memiliki orang tua atau saudara kandung dengan kondisi yang serupa.

Selain penyebab di atas, beberapa faktor lain, seperti demam, stres berlebihan pada bayi, atau kurang gizi juga dapat membuat rambut bayi rontok.

Meski demikian, pada sebagian besar kasus, rontoknya rambut pada bayi baru lahir bukan disebabkan oleh adanya masalah kesehatan yang serius. Jadi, Bunda tidak perlu terlalu khawatir, ya.

Cara Mengatasi Rambut Rontok pada Bayi Baru Lahir

Karena sering kali bukanlah disebabkan oleh kondisi yang berbahaya, rambut bayi rontok biasanya tidak perlu diobati secara khusus. Setelah menginjak usia 6 bulan, rambut bayi juga umumnya akan kembali tumbuh dan kerontokan rambutnya akan hilang dengan sendirinya.

Namun, untuk mengurangi kerontokan, Bunda bisa menidurkan Si Kecil pada posisi kepala yang berbeda setiap kali ia tidur. Bunda juga bisa lebih rutin melakukan tummy time agar kepalanya tidak terus bergesekan dengan kasur.
Jika Si Kecil memiliki candle cap, gosoklah dengan jari Bunda atau sikat berbulu lembut guna menghilangkan kerak di kulit kepalanya. Usahakan untuk menggosoknya secara perlahan dan tidak terlalu keras, ya Bun, karena bisa membuat kulit kepalanya terluka.

Selain itu, Bunda juga bisa melakukan beberapa cara berikut ini agar rambut serta kulit kepala Si Kecil bisa tumbuh dengan sehat dan lebat:
• Pakai sampo yang diformulasikan khusus untuk bayi
• Cuci rambut Si Kecil 2–3 kali dalam seminggu
• Pijat lembut kulit kepala bayi saat memakai sampo
• Gunakan handuk yang lembut untuk mengeringkan rambut
• Oleskan minyak kepala atau minyak zaitun untuk merangsang pertumbuhan rambut
Nah, itulah penyebab dan cara mengatasi rambut rontok pada bayi baru lahir. Selain memperhatikan kesehatan rambutnya, pastikan juga Si Kecil mendapatkan ASI yang cukup agar bisa tumbuh dan berkembang dengan optimal, ya.

Pasalnya, kebutuhan gizi yang tercukupi juga berperan penting dalam merangsang pembentukan rambut serta tumbuh kembang bayi.

Bila Bunda mendapati rambut Si Kecil rontok dalam jumlah yang banyak atau kerontokannya semakin parah hingga ia tampak botak sepenuhnya sebaiknya memeriksakan Si Kecil ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat. (REDAKSI)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan