AKBP Jimmy Samma : Tapteng Surganya Mangrove, Pelaku Pengrusakan Akan Ditindak Tegas

  • Bagikan
Keterangan Foto : Bupati Tapteng diwakili Asisten II, drh. Iskandar, Kapolres, Danlanal Sibolga, mewakili KPw BI Sibolga, Kepala Depot TBBM Pertamina, Kadis KKP Tapteng, Kadis Lingkungan Hidup Tapteng dan pihak BRGM Wilayah Sumut saat melakukan penanaman 1.080.000 Mangrove secara simbolis di Tapteng. (Putra Hutagalung)

1Minutesnews.com, Tapteng | Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) surganya Mangrove. Polres Tapteng akan menindak tegas setiap pelaku pengrusakan atau penebangan hutan Mangrove. Demikian ditegaskan oleh Kapolres Tapteng, AKBP Jimmy Christian Samma, SIK dalam sambutannya pada Penanaman 1.080.000 Mangrove di Tapteng, Sabtu (30/10/2021) kemarin.

“Dalam beberapa hari ini saya sudah berkeliling langsung meninjau lokasi-lokasi kawasan Mangrove didaerah ini, khususnya yang ada di Kecamatan Pandan. Dan ternyata keanekaragaman jenisnya luar bisa. Tapteng ini bisa dikatakan surganya Mangrove. Jadi, sudah kewajiban kita untuk menjaga kekayaan alam ini. Makanya saya tegaskan, siapa saja orang atau oknum, baik pribadi maupun kelompok yang merusak kawasan Mangrove di Tapteng ini, akan kita tindak tegas,” tegasnya.

Mantan penyidik KPK ini juga menyampaikan, dirinya menghimbau kepada warga masyarakat yang selama ini merusak Mangrove semisal untuk usaha kayu arang dan lain sebagainya, supaya menghentikan usahanya, sebelum pihaknya mengambil tindakan tegas.

“Sekarang kita beri himbauan, nanti kalo tetap membandel, akan kita tindak tegas sesuai UU Nomor 32 Tahun 2009 Tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup serta Pasal 116 junto Pasal 119 dan Pasal 55 KUHP. Ancaman hukumnya maksimal 10 tahun penjara atau denda maksimal Rp 1 Milyar,” tuturnya seraya berterimakasih kepada Kelompok Tani Hutan (KTH) Mandiri Lestari yang telah menjadi pelopor pelestarian Mangrove di Tapteng.
Sebelumnya, pada acara yang dihadiri oleh perwakilan Badan Restorasi Gambut dan Mangrove (BRGM) Wilayah Sumut, Kapolres Tapteng, mewakili Danlanal Sibolga, I Nyoman Sudarta mewakili Kantor Perwakilan (KPw) Bank Indonesia Sibolga, Kepala Depot TBBM Pertamina Sibolga, Wisnu, Kadis Lingkungan Hidup Tapteng, dr. Ricky Nelson Harahap, Kadis Kelautan dan Perikanan Tapteng, Ridsam Batubara S. Pi, mewakili Kadis Pariwisata Tapteng, pihak BRI Unit Pandang, Kepala UPT KPH Tapteng, Camat Pandan, Gusni Pasaribu S. STP, Kepala Desa Aek Garut, Ronald Pakpahan beserta undangan lainnya.

Bupati Tapteng, Bakhtiar Ahmad Sibarani yang diwakili oleh Asisten II, drh. Iskandar dalam sambutannya menyampaikan bahwa Pemkab Tapteng sangat menyambut baik kegiatan penanaman 1.080.000 Mangrove yang dilaksanakan di Tapteng. Karena, sebagai salah satu daerah pesisir, keberadaan Mangrove amat penting artinya dalam kehidupan masyarakat, baik dari sektor ekonomi, sosial dan terutama untuk perlindungan dari abrasi pantai.

“Mangrove amat penting artinya bagi masyarakat Tapteng. Karena Mangrove menjadi salah satu kawasan ekosistem alami bagi ikan dan hewan yang bernilai ekonomi. Artinya, banyak masyarakat kita yang mata pencahariannya bergantung kepada kelestarian Mangrove. Belum lagi manfaat Mangrove untuk mengatasi bencana abrasi pantai. Kalau Mangrove punah di Tapteng, maka daratan Tapteng pasti akan berkurang akibat terkikis gelombang pasang surut laut. Oleh karena itu, kami sangat mendukung upaya pelestarian Mangrove dan mengucapkan apresiasi atas kegiatan penanaman 1.080.000 batang Mangrove ini,” tuturnya.

Sementara Koordinator Penanaman Mangrove Tapteng, Abdul Rahman Sibuea dalam laporannya mengajak seluruh lapisan masyarakat, khususnya para pemangku kepentingan dan perusahaan BUMN maupun swasta untuk turut serta memberikan kontribusi demi kelestarian Mangrove didaerah tersebut.

“Kami mengajak seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah, TNI, Polri, pihak KPw Bank Indonesia Sibolga, BUMN seperti Pertamina maupun perusahaan swasta, terutama masyarakat umum untuk bersama-sama melestarikan Mangrove. Apalagi potensi Mangrove di Tapteng sangat luar biasa. Kawasan Mangrove di daerah ini bisa menjadi lahan utama perekonomian masyarakat, tentunya jika dijaga dan dikelola dengan baik. Jika dijadikan sebagai kawasan pariwisata, tentu banyak usaha kecil dan menengah yang akan muncul dan berkembang. Belum lagi, potensi kawasan perairannya yang bisa dijadikan sebagai lokasi budidaya Kepiting Bakau, kerang, siput dan lain sebagainya. Makanya kami sangat tertarik dan merespon langsung program nasional yang dicanangkan oleh Presiden Jokowi terkait pelestarian Mangrove,” ujarnya sembari menjelaskan bahwa selain disponsori oleh Bupati Tapteng, Bakhtiar Ahmad Sibarani dan Kapolres Tapteng, kegiatan ini juga didukung oleh Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Tapteng.

Pada kesempatan itu, Abdul Rahman Sibuea juga menyampaikan gagasan untuk menjadikan kawasan Mangrove sebagai kawasan Lubuk Larangan.

“Kalau diperkenankan, kami sangat berharap dukungan dari seluruh pihak agar menjadikan kawasan Mangrove di Kecamatan Pandan ini menjadi kawasan konservasi khusus, semacam Lubuk Larangan. Kita berencana mengajak sponsor untuk menabur benih ikan, ketam, kerang dan siput disini, namun tidak boleh lagi diambil bebas. Hanya pada saat panen saja bisa diambil,” katanya.

Selain penanaman 1.080.000 Mangrove, kegiatan tersebut juga dirangkai dengan pemberian bantuan sosial dan vaksinasi massal bagi masyarakat Lansia dan pekerja Mangrove oleh Polres Tapteng, penaburan benih Kepiting Bakau (Ketam) dan Kerang serta pemasangan plank pelarangan pengrusakan Mangrove disekitar kawasan Mangrove Kelurahan Kalangan hingga Desa Aek Garut yang dipimpin oleh Kapolres Tapteng. (Putra Hutagalung)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan