Nol Kasus Ambil Paksa ,Polsek Pandan “Sukses “Amankan Prosesi Penguburan Jenazah Pasien Covid-19

  • Bagikan
Personil Polsek Pandan saat melakukan pengawalan dan pengamanan jenazah pasien covid-19 (Dokumen Agus Tanj)

1Minutesnews.com, Tapteng | Sinergisitas Rumah Sakit Umum Pandan (RSUD) Pandan dan Personil Polsek Pandan, Polres Tapteng dalam penanganan pasien terkonfirmasi positif covid-19 dinilai sukses. Khususnya saat prosesi penguburan jenazah covid-19 yang dimakamkan.

Peran serta dari personil Polres Pandan dalam pengawalan prosesi pemakaman jenazah covid-19 diakui pihak RSUD Pandan.

“ Benar Pak, saat kami hubungi Pak Kapolsek Pandan untuk pengamanan dan pengawalan pemakaman jenazah pasien covid-19 langsung direspon dan ditindak lanjuti Pak. Alhamdulillah, hingga hari ini belum ada kasus penolakan ataupun jemput paksa yang terjadi oleh pihak keluarga ataupun masyarakat terhadap jenazah pasien covid-19 di RSUD Pandan, “ jelas Direktur RSUD Pandan, dr. Rikky Harahap saat dikonfirmasi hari Jumat (23/08/2021).

Sementara itu, Kapolsek Pandan AKP Zulkarnaen Pohan mengaku pihak keluarga maupun masyarakat bisa memahami situasi saat jenasah pasien covid-19 harus dimakamkan dengan prosedur protocol covid-19.

Penguburan Jenazah Pasien Covid-19 di kawal personil Polsek Pandan (Foto : Agus Tanjung/1Minutesnews.com)

“Kita tahu bahwa proses menangani jenazah sesuai dengan adat dan agama di negeri ini, melibatkan banyak orang. Sedangkan jika jenazah pasien terkonfirmasi positif Covid-19, maka masih akan berpotensi menularkan ke orang di sekitarnya. Itu sebabnya saat bertugas kami (Polsek Pandan) mengedepankan tindakan humanis dan persuasif ,” jelas AKP Zulkarnaen Pohan.

Prosesi Pemulasaran Jenazah Pasien Covid-19 dikawal Personil Polsek Pandan (Foto Agus Tanjung/1Minutesnews.com)

Selain untuk menghindari “ambil” paksa jenazah pasien covid-19 oleh pihak keluarga, personil Polsek Pandan juga melakukan pengamanan agar tidak ada penolakan bagi warga sekitar di lokasi pemakaman saat jenazah pasien covid-19 dimakamkan.

“ Personil juga mengamankan lokasi pemakaman untuk menghindari penolakan warga saat jenazah pasien covid-19 dimakamkan. Saat jenazah dimakamkan sesuai prosedur covid-19, personil juga bertugas memastikan tidak ada mendekati areal pemakaman selain petugas yang bertugas mengumburkan jenazah pasien covid-19. Personil dilengkapi dengan APD saat membantu penguburan jenazah pasien covid-19.

Personil Polsek Pandan saat mengamankan seorang pasien covid-19 usai dinyatakan meninggal dunia di ruang isolasi RSUD Pandan. (Foto : Agus Tanjung/1Minutesnews.com)

Informasi yang berhasil dihimpun redaksi 1Minutesnews.com dari berbagai sumber, pihak personil Polsek Pandan telah melakukan pengawalan dan pengamanan jenazah pasien covid-19 diantaranya sebagai berikut :

– Hari ini Sabtu ,10 Juli 2021 Pkl 13.45 Wib, dilakukan pengawalan dan pengamanan jenazah pasien RSUD Pandan dengan hasil swab antigen positif. Pasien berinisial MT (12) warga Kecamatan Badiri (Alamat lengkap disamarkan,red). Jenazah dikebumikan dengan protocol covid-19.
– Hari Selasa ,13 Juli 2021 Pkl 08.45 Wib,dilakukan pengawalan dan pengamanan terhadap pasien yang meninggal di ruang Isolasi Covid 19 RSUD Pandan. Inisial pasien KH (53) warga Kecamatan Pandan. Jenazah dikebumikan dengan protocol covid-19.

Prosesi Penguburan jenazah pasien covid-19 (Foto Agus Tanjung/1Minutesnews.com)

– Hari Senin 19 Juli 2021 Pkl. 07.45 Wib, pengawalan dan pengamanan Jenazah Covid 19 yang berada di ruang rawat inap Covid 19 RSUD Pandan. Pasien berinisial D( 60) warga Kecamatan Pandan. Jenazah dikebumikan dengan protocol covid-19.
– Hari Senin tgl 20 Juli 2021 Pkl. 16.00 Wib, pengamanan dan pengawalan Jenazah Covid 19 yang meninggal usai dirawat inap di RSUD Pandan. Inisial pasien PS (66), warga Meda dan meninggal di RS Adam Malik Medan dengan hasil PCR Pasotif. Jenazah dibawa ke RSU Pandan dan dilakukan pengawalan dan pengamanan hingga dikebumikan dengan protocol covid-19.
– Senin , 19 Juli 2021 Pkl. 07.45 Wib, pengawalan dan pengamanan Jenasah pasien Covid 19 yg berada di ruang rawat inap Covid 19 RSUD Pandan. Inisial pasien S (56) warga Kecamatan Pandan. Hasil swab antigen Positif. Dilakukan pengamanan dan pengawalan hingga dikebumikan dengan protocol covid-19.

 

 

Pengawalan dan Pengamanan prosesi penguburan jenazah covid-19 (Foto Agus Tanjung/1Minutesnews.com).

Dari hasil penelusuran redaksi, Covid-19 yang telah masuk ke dalam tubuh, akan berkembang biak pada cairan dan organ tubuh manusia. Virus ini masih bisa keluar melalui cairan tubuh setelah orang meninggal dan aerosol dari paru. Salurannya seperti lubang hidung, saluran cerna (feses) dan kencing.

Beberapa gerakan seperti memindahkan jenazah pasien, bisa menyebabkan adanya cairan atau aerosol ini keluar. Sehingga masih menimbulkan risiko penularan. Sementara dalam proses menangani jenazah, biasanya ada tahapan memandikan, mengganti pakaian dan sebagainya yang melakukan lebih dari 1 orang. 

Sinergisitas dari pihak rumah sakit (Dinas Kesehatan) dengan pihak kepolisian sangat diperlukan dalam hal penanganan pasien terkonfirmasi positif covid-19 khususnya saat penanganan setelah pasien covid-19 meninggal dunia.

Hal ini untuk menghindari kejadian kejadian yang tidak di duga dan berpotensi menjadi cluster baru penyebaran covid-19.

Sebagai informasi beberapa hari belakangan ini viral di media sosial pengambilan paksa jenazah pasien oleh pihak dari rumah sakit di Kota Sibolga. Disebut pasien tersebut terkonfirmasi positif covid-19.

(Agus Tanjung)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan