Dijerat Pasal 170 Divonis 3 Bulan 25 Hari, Korban : Sangat Kecewa !!!

  • Bagikan
Korban dugaan penganiayaan Saparuddin Manullang (kiri) bersama kuasa hukumnya Junaidi Lubis,SH,MH
Korban dugaan penganiayaan Saparuddin Manullang (kiri) bersama kuasa hukumnya Junaidi Lubis,SH,MH

1Minutesnews.com, Tapteng | Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Sibolga menjatuhkan vonis 3 (tiga) bulan 25 (dua puluh lima) hari kepada pasangan suami istri MAFS alias B dan SS karena terbukti bersalah melakukan tindak kekerasan terhadap orang .

Putusan ini diketahui dari direktori putusan di website resmi Mahkamah Agung.

Di jelaskan, putusan ini teregister dengan nomor Putusan PN SIBOLGA Nomor 169/Pid.B/2021/PN Sbg, Tanggal 23 Juni 2021.

Sebahagian Amar Putusannya sebagai berikut : 

1. Menyatakan Terdakwa I MAFS Alias B (inisial,red) dan Terdakwa II S S telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana ?Kekerasan terhadap orang? sebagaimana Dakwaan Tunggal Penuntut Umum;

2. Menjatuhkan pidana kepada Para Terdakwa oleh karena itu dengan pidana penjara masing-masing selama 3 (tiga) bulan dan 25 (dua puluh lima) hari;

“ seperti dikutip dari amar putusan Majelis Hakim yang diketuai Gabe Doris Mora Boru Saragih di website resmi MA .

Dijelaskan juga Jaksa Penuntut Umum di kasus ini adalah Pantun Marajohan Simbolon, SH dari Kejaksaan Negeri Sibolga.

Screenshot direktori putusan Mahkamah Agung

Terkait putusan ini, Safaruddin Manullang selaku korban mengaku kecewa tetapi tetap menghormati putusan Majelis Hakim PN Sibolga.

“ Saya hanya dengar informasinya dua pelaku penganiayaan saya sudah bebas dan satunya lagi baru saja ditangkap,” kata Safardudin Manullang melalui sambungan telephone seluler hari Senin (05/07/2021).

Supir Pisang warga Hutabalang Kecamatan Badiri Kabupaten Tapanuli Tengah ini mengaku saat persidangan hanya sekali menghadiri persidangan sebagai saksi.

“ Sekali bang, saat divonis hakim saya tak tahu. Kalau segitunya hukumannya (3 bulan 25 hari, red) bukan kurang puas lagi bang, sangat kecewa. Tidak adil lah bang, .apalagi saat hakim menanyakan mereka alasan menganiaya saya, jawaban mereka “silap Bu Hakim”, “ lanjut Saparuddin dengan nada kecewa.

Untuk diketahui, MAFS alias B (48) dan S S (46) warga Lingkungan I Kelurahan Hutabalang Kecamatan Badiri Kabupaten Tapanuli Tengah ditangkap personil Satreskrim Polres Tapteng. Ke dua nya merupakan pasangan suami istri (Pasutri) dan tersangka penganiayaan SM di SPBU Lopian.

MAFS alias B ditangkap di sebuah gang di Desa Lopian saat asyik minum tuak hari Kamis (04/03/2021) pukul 22.30 WIB.

Sementara istrinya S S ditangkap ke esokan harinya Jumat (05/03/2021) di depan Mako Polres Tapteng ketika mau membesuk suaminya.

Tersangka ke tiga berinisial INS alias I (24) belum ditangkap.

Kejadian penganiayaan ini bermula saat korban SM (Saparuddin Manullang,red) hendak mengisi BBM bersama supirnya di SPBU Lopian, hari Sabtu (08/03/2020) pukul 19.30 WIB tahun lalu.

Dari informasi Pihak Penyidik Polres Tapteng, ke tiga pelaku dijerat dengan Pasal 170 KUHPidana dengan ancaman pidana penjara paling lama lima tahun enam bulan..

Sementara pelaku INS sejak orangtuanya ditetapkan sebagai tersangka diketahui melarikan diri dan ditetapkan sebagai DPO.

INS akhirnya berhasil ditangkap Unit Reskrim Polres Tapteng hari Selasa (29/06/2021). Penangkapan INS berlangsung dramatis .

Ke dua orang tuanya yang baru bebas dari Lapas Tukka tanggal 28 Juni 2021 di kasus yang sama terlihat menghalangi petugas dan bahkan menyuruh INS lari.

Tak hanya itu dari pengakuan petugas kepolisian salah seorang dari orang tua pelaku menggigit petugas. (Agus Tanjung)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan