Di Sumut, Polisi Tangkap Penjual Obat Diatas HET Kemenkes

  • Bagikan
Ilustrasi Obat Azithromycin

1Minutesnews, Deli Serdang | Polresta Deli Serdang ,Polda Sumut menangkap dua orang penjual obat lampaui harga eceran tertinggi (HET) Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI di salah satu Apotek Deli Serdang, Provinsi Sumatera Utara.

Pihak kepolisian menangkap dua orang yang menjual “ obat “ untuk terapi pasien COVID-19 dengan harga di atas eceran tertinggi (HET) Kementerian Kesehatan (Kemenkes), saat menggerebek sebuah apotek di Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara.

“Kedua pelaku yang diamankan yakni pemilik dan karyawan apotek berinisial RB dan LN,” kata Kasatreskrim Polresta Deli Serdang Kompol M Firdaus, seperti dilansir dari Antara, Jumat (16/07/2021).

Kompol M. Firdaus mengatakan penggerebekan dilakukan setelah pihaknya menerima laporan dari masyarakat yang menyebut apotek tersebut menjual harga obat-obatan dengan harga tinggi. Firdaus menyebut pihak apotek menjual Azithromycin Dihydrate 500 Mg dengan harga Rp 80 ribu, dari yang seharusnya Rp 17 ribu sesuai aturan Kemenkes.

Atas laporan tersebut, petugas melakukan penyelidikan dan menggerebek apotek tersebut.

“Dari hasil interogasi, para pelaku menjual obat dengan harga tinggi untuk meraup keuntungan,” ujarnya.

Selanjutnya petugas membawa kedua pelaku ke Mako Polresta Deli Serdang guna proses hukum lebih lanjut.

“Ancaman pidana penjara paling lama 5 tahun dan denda paling banyak Rp2 miliar dan atau pasal 107 UU RI No. 7 tahun 2014 tentang perdagangan dengan ancaman pidana penjara paling lama 5 tahun dan denda paling banyak Rp50 miliar,” ujarnya.

Hasil penelusuran redaksi 1Minutesnews.com, belum ada obat yang secara khusus dinyatakan sebagai obat menyembuhkan pasien Corona.

Meski demikian, ada sejumlah obat yang dianjurkan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) untuk mengurangi gejala pada pasien Corona.

WHO merekomendasikan penggunaan obat radang sendi Actemra dari Roche dan Kevzara dari Sanofi untuk pasien COVID-19. Data dari sekitar 11.000 pasien menunjukkan bahwa kedua obat tersebut mampu mengurangi risiko kematian dan kebutuhan ventilasi mekanis. (Sumber Antara/RED)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan