Tak Hanya Satu, 3 Ponton Milik PT. SGSR Juga “ Parkir “ di DAS Aek Muara Ore

  • Bagikan
Tiga Unit Ponton (Kapal Tongkang) milik PT. SGSR terlihat diparkir di DAS Aek Muara Ore

1Minutesnews.com, Tapteng | Terungkap, ponton milik PT. SGSR di Kecamatan Manduamas yang berada di daerah aliran sungai (DAS) Aek Muara Ore bukan hanya satu, tetapi empat.

Fakta ini terungkap, saat awak media 1Minutesnews.com ikut bersama rombongan DPRD Kabupaten Tapanuli Tengah , hari Rabu (28/04/2021).

Berawal dari pengaduan masyarakat terkait ponton (tongkang) milik PT. SGSR kepada DPRD Tapteng yang keberadaanya menutupi aliran sungai Aek Muara Ore dan di duga kuat menjadi penyebab banjir.

Wakil Ketua DPRD Tapteng Willy Silitonga di dampingi Kabid PPKLH Togu Hutajulu (Kemeja Putih) memeriksa gudang generator listrik PT. SGSR yang di duga membuang limbah ke aliran sungai

1 (Satu) unit Ponton (Kapal Tongkang) yang disoal masyarakat ini  dijadikan oleh PT. SGSR sebagai jembatan penghubung ke lokasi kebun sawitnya.

Permasalahan timbul, karena keberadaan ponton ini  yang posisinya membelah Sungai Aek Muara Ore menyebabkan terjadinya pengendapan sendimen dan menghalangi aliran sungai menuju hilir.

Terhadap keberadaan ponton ini, DPRD Kabupaten Tapteng mengintruksikan kepada pihak PT. SGSR untuk membongkar dan membuat jembatan permanen.

Di Duga limbah pergudangan dan perbengkelan milik PT. SGSR di buang melalui aliran parit yang langsung menuju ke Sungai Aek Muara Ore

Pasalnya, selain menyebabkan banjir karena menghalangi aliran sungai, ponton ini juga tidak memiliki izin dari instansi terkait.

Ironisnya, saat awak media menelusuri lokasi perbengkelan yang berada di areal kebun sawit, 3 (tiga) unit ponton (kapal tongkang) terlihat berada di aliran sungai.

Walaupun posisinya tidak membelah sungai dan berada di pinggiran sungai, tetapi keberadaan ponton ini terpantau menghalangi aliran sungai karena ukurannya nyaris setengah lebar sungai Aek Muara Ore.

Tak hanya itu, satu unit gudang yang di duga kuat sebagai generator listrik, pembuangan limbah olinya setelah ditelusuri ternyata mengarah ke sungai Aek Muara Ore.

Dugaan pembuangan limbah ini awak media mendokumentasikan dalam bentuk vidio demikian juga dengan keberadaan ponton .

Terkait keberadaan 3 (tiga) unit ponton ini, Manager PT. SGSR mengakui bahwa ke tiga nya milik perusahaan.

“ Benar Pak… maaf pak saya mau sholat,” kata Manager yang diketahui Marga Sihotang ini sambal berlalu meninggalkan awak media. (Agus Tanjung)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan