1MINUTESNEWS – KABAR SUMUT Peristiwa & Hukrim Geram Ponton Milik PT. SGSR Tak Berizin dan Sebabkan Banjir, DPRD Tapteng : Bongkar

Geram Ponton Milik PT. SGSR Tak Berizin dan Sebabkan Banjir, DPRD Tapteng : Bongkar

Ketua DPRD Tpateng, Camat Sirandorung dan Manager PT. SGSR saat dilokasi ponton

1Minutesnews.com, Tapteng | DPRD Kabupaten Tapanuli Tengah geram dan perintahkan pihak PT. PT. Sinar Gunung Sawit Raya (SGSR) di Kecamatan Sirandorung untuk membongkar (membuka) jembatan ponton terapung di Sungai Aek Muara Ore.

Anggota DPRD Tapteng Ahmad Rivai Sibarani geram, ponton milik PT. SGSR tidak punya izin
Anggota DPRD Tapteng Ahmad Rivai Sibarani geram, ponton milik PT. SGSR tidak punya izin

Kegeraman DPRD Tapteng terungkap usai melaksanakan sidak lapangan dan bertatap muka dengan pihak PT. SGSR yang bergerak di bidang perkebunan dan pengolahan kelapa sawit, hari Rabu (28/04/2021).

“ Dari dahulu kami sudah ingatkan tentang ponton ini. Kalau di demo masyarakat kami (DPRD) juga yang jadi sasaran sementara kalian (PT. SGSR,red) enak enak aja, “ kata Akhmad Rivai Sibarani , anggota DPRD dari Partai NasDem Dapil III dengan nada tinggi.

Anggota DPRD Tapteng saat meninjau lokasi ponton

“ Keberadaan ponton ini juga tak berizin sudah 10 tahun dan menyebabkan banjir. Bongkar.. “ tegas Akhmad Rivai Sibarani.

Waket DPRD Tapteng Willy Silitonga saat meninjau lokasi ponton

Selanjutnya Rombongan DPRD Tapteng yang dipimpin langsung Ketua DPRD Khairul Kiyedi Pasaribu dan Waket Willy Silitonga di damping Pihak Perusahaan, Muspika dan Dinas LHKP Kabupaten Tapanuli Tengah meninjau langsung lokasi ponton yang dimaksud.

Terungkap , ponton yang difungsikan sebagai jembatan penyebarangan dan membentang menutupi jalur sungai Aek Muara Ore menyebabkan aliran sungai terhambat dan terjadi penumpukan sendimen .
Selain itu, tumbuhan encek gondok terlihat menyemak dan menumpuk di sisi lain dari ponton ini.

Anggota DPRD Tapteng Indra Utama Siagian mengamati endapan sungai akibat adanya ponton

Ketua DPRD Kabupaten Tapanuli Tengah Khairul Kiyedi Pasaribu usai meninjau langsung keberadaan ponton ini dengan tegas meminta agar dilakukan pembongkaran.

“ Kami datang ke sini karena adanya pengaduan masyarakat.terkait keberadaan ponton ini. Jelas kami sangat miris melihat situasi ini. Perusahaan sebesar PT. SGSR ini hanya membuat sarana penyebarangan dari ponton tanpa ada keinginan untuk membangun jembatan permanen, “ Kata Khairul Kiyedi Pasaribu.

Anggota DPRD Tapteng Indra Utama Siagian mengamati endapan sungai akibat adanya ponton

“ Kesimpulan kami, ponton ini di buka (bongkar, red) agar aliran air sungai lancar. Khusus hari Kamis dan Jumat silahkan dipergunakan karena hasil kebun masyarakat sesuai kesepakatan masyarakat dengan perusahaan kami izin kan untuk dipasang kembali. Di luar hari tersebut bongkar sampai ada jembatan permanen yang dibangun perusahaan, “ tegas Khairul Kiyedi Pasaribu.

Khairul Kiyedi Pasaribu juga mengingatkan PT. SGSR agar memperhatikan kepentingan dan berguna bagi masyarakat sekelilingnya.

“ Seharusnya keberadaan perusahaan bermamfaat dan berguna bagi masyarakat. Bukan hanya mengeruk keuntungan semata. Puluhan tahun berdiri kok gak bisa membangun jembatan permanen di areal kebunnya. Ini malah menggunakan ponton yang jelas jelas menghambat aliran sungai dan bisa menjadi penyebab banjir di hiiir, “ beber Khairul Kiyedi Pasaribu.

Terkait izin dan adanya dugaan pencemaran lingkungan, Dinas LHKP Kabupaten Tapanuli Tengah menjelaskan hasil temuannya.

Endapan sindemen dan tumbuhan enceng gondok terlihat disisi hilir keberadaan ponton

“ Tidak ada izin ponton ini. Keberadaan nya juga menyebabkan penumpukan sendimen lumpur yang jelas nya akan menyebabkan pendangkalan sungai. Selain itu dengan banyaknya keberadaan enceng gondok di sisi ponton ini mengindikasikan adanya pembuangan limbah yang merusak lingkungan secara berlebihan, “ jelas Togu C Edison Hutajulu, ST,MM selaku Kabid PPKLH Dinas LHKP Tapteng.

Untuk diketahui, pihak perusahaan yang diwakili Sihotang selaku Manager berupaya meminta waktu dengan alasan mau berkordinasi ke pusat. Tetapi pihak DPRD tidak berkenan dikarenakan hal ini sudah berulangkali diperingatkan tetapi tidak diindahkan.

Ponton milik PT. SGSR membentang di Sungai Aek Muara Ore

Sementara untuk memastikan keputusan DPRD ini dilaksanakan, Ketua DPRD Tapteng meminta Sat Pol Pemkab Tapteng berjaga dilokasi ponton.

Rombongan DPRD Tapteng yang hadir diantaranya, Ketua DPRD Khairul Kiyedi Pasaribu, Waket Willy Siltionga, Ahmad Rivai Sibarani (Anggota), Suhendra (Anggota), Parohom Tambunan (Anggota) Charles Tinambunan (Anggota) Roi Paskah (Anggota), Indra U Siagian (Anggota), Marasihot Situmeang (Anggota) , Josua Marudutta Habeahan (Anggota), Sihol Marudut Siregar (Anggota), Tunggul Siregar (Anggota), Josmen (Anngota), Elfride Simanungkalit (Anggota) Amian Marpaung (Anggota) Emma Sinulingga (Anggota) Wesky Omega Simanungkalit (Anggota), Neneng Camelia (Anggota ) dan Umbal Pasaribu (Anggota).

Manager PT. SGSR memberikan penjelasan kepada Ketua DPRD Tapteng Khairul Kiyedi Pasaribu (Baju kotak merah) terkait ponton

Juga terlihat hadir, Ridho Hutabarat (Sekwan), Camat Sirandorung, Dinas LHKP, Pihak Kepolisian dan Pihak TNI. (Agus Tanjung)

1 Likes

Author: Administrator

Pimpinan Umum 1MINUTESNEWS.COM (1MNC)

Tinggalkan Balasan