Solusi Cerdas dari Wali Kota Sibolga Jamaluddin Pohan Atasi Kebakaran di Pemukiman Padat

Wali Kota Sibolga Jamaluddin Pohan didampingi Wakil Wal Kota Pantas M Lumbantobing menerima hasil rapat paripurna dprd yang diserahkan Ketua DPRD Akhmad Syukri Penarik
Wali Kota Sibolga Jamaluddin Pohan didampingi Wakil Wal Kota Pantas M Lumbantobing menerima hasil rapat paripurna dprd yang diserahkan Ketua DPRD Akhmad Syukri Penarik
banner 468x60

1Minutesnews.com, SIBOLGA | Kota Sibolga dengan luas wilayah 10,77 Km2 dan jumlah penduduk 87.626 jiwa (BPS 2020) tergolong pemukiman padat dan rawan terjadinya kebakaran. Hal ini menjadi salah satu prioritas dari Wali Kota Sibolga Jamaluddin Pohan.

Sibolga merupakan salah satu kota yang berada di Pantai Barat Sumatera. Wilayahnya berada pada ketinggian 0 – 200 m di atas permukaan laut.

Bacaan Lainnya

banner 300250

Kota Sibolga termasuk beriklim tropis dengan suhu maksimum pada tahun 2019 mencapai 35,1ºC. Sementara itu, rata-rata kecepatan angin di Kota Sibolga adalah sebesar 8,0 knot, dengan penguapan udara sebesar 4,85 mm sesuai data BPS 2020.

Dengan letak geografis yang berbatasan dengan pegunungan dan laut serta ditambah iklim dan jumlah kepadatan penduduk , jelas hal ini akan membuat tantangan sendiri bila terjadi kebakaran.

Pasalnya, armada Pemadam Kebakaran (Damkar) kesulitan menjangkau lokasi kebakaran khususnya dilingkungan pinggiran laut dan pegunungan.

Menyikapi agar kebakaran secepatnya bisa diatasi dan tidak menyebar, Wali Kota Sibolga Jamaluddin Pohan memberikan solusi cerdas.

Solusi ini diungkapkan Wali Kota Jamaluddin Pohan dihadapan DPRD Kota Sibolga dan Forkopimda saat Rapat Paripurna Hasil Reses I di Gedung DPRD Kota Sibolga, hari Kamis (18/03/2021) kemarin.

Ilustrasi Damkar Portabel
Ilustrasi Damkar Portabel

“ Pemukiman di Kota Sibolga tergolong padat dan banyak gang. Warga kita juga ada yang bermukim di pinggiran laut dan pegunungan. Bila terjadi kebakaran akan sangat menyulitkan bagi Armada Damkar ke titik lokasi terdekat, “ kata Wali Kota Sibolga Jamaluddin Pohan.

“ Ini perlu kita carikan solusinya. Untuk daerah padat penduduk, kami rencanakan disediakan pompa Hydran pemadam kebakaran yang terkoneksi ke saluran air PDAM di setiap lingkungan. Selain sebagai pertolongan awal disaat kebakaran terjadi, juga sebagai sumber air bagi armada damkar yang telah dimiliki Pemko Sibolga, “ lanjut Jamaluddin Pohan.

Ilustrasi Pompa Hydrant
Ilustrasi Pompa Hydrant (Foto Istimewa)

Sementara untuk daerah pemukiman penduduk di pinggiran laut, Wali Kota Jamaluddin Pohan juga memberikan solusi cerdas.

“ Untuk daerah pemukiman penduduk di pinggiran laut, kita akan rencanakan armada pemadam kebakaran bukan saja dari darat tetapi bisa melakukan pemadaman dari laut dengan mempergunakan kapal, “ pungkasnya.

Wali Kota Sibolga Jamaluddin Pohan melanjutkan, “ Semua ini tergantung dari kemampuan keuangan daerah kita tentunya, “ lanjutnya.

Ilustrasi pemadaman api dari sebuah kapal
Ilustrasi pemadaman api dari sebuah kapal

Untuk diketahui, kebakaran di pemukiman warga di Kota Sibolga kerap terjadi. Yang awalnya satu rumah tetapi menyebar ke beberapa rumah bahkan puluhan rumah terbakar. Hal ini dikarenakan factor sulitnya akses Damkar menjangkau lokasi kebakaran.

Seperti kejadian kebakaran di kawasan permukiman padat penduduk di Kelurahan Aek Habil, Kota Sibolga, Provinsi Sumatera Utara (Sumut), Kamis (23/1/2020) malam.

Kobaran api melalap setidaknya 30 bangunan rumah warga hingga rata dengan tanah. (Agus Tanjung)

banner 300x250
banner 468x60

Tinggalkan Balasan