Pemkab Tapteng Ikuti Rakornas Penanggulangan Bencana Tahun 2021

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tapanuli Tengah melalui Sekretaris Daerah Kabupaten Tapanuli Tengah (Sekda Tapteng) Drs. Hendrik Susanto Lumbantobing, M.Si bersama mewakili Dandim 0211/TT, Asisten Pemerintahan dan Kesra Setda Tapteng Drs. Erwin Marpaun
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tapanuli Tengah melalui Sekretaris Daerah Kabupaten Tapanuli Tengah (Sekda Tapteng) Drs. Hendrik Susanto Lumbantobing, M.Si bersama mewakili Dandim 0211/TT, Asisten Pemerintahan dan Kesra Setda Tapteng Drs. Erwin Marpaun
Hosting Unlimited Indonesia

1Minutesnews.com, Tapteng | Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tapanuli Tengah melalui Sekretaris Daerah Kabupaten Tapanuli Tengah (Sekda Tapteng) Drs. Hendrik Susanto Lumbantobing, M.Si bersama mewakili Dandim 0211/TT, Asisten Pemerintahan dan Kesra Setda Tapteng Drs. Erwin Marpaung, Kalaksa BPBD Tapteng Safaruddin Ananda Nasution, S.STP, MM dan Plt Kadis Komunikasi dan Informatika Tapteng Fadlan Satia Siregar, S.STP mengikuti Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Penanggulangan Bencana Tahun 2021 secara daring bertempat di Ruang Rapat Cendrawasih Kantor Bupati Tapteng, pada Rabu (03/03/2021).

Presiden Republik Indonesia Joko Widodo membuka secara resmi Rakornas Penanggulangan Bencana Nasional Tahun 2021 di Istana Negara, Jakarta. Dalam sambutannya, Presiden RI menyampaikan apresiasi kepada jajaran Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) atas peran besarnya dalam menangani bencana yang telah terjadi di Indonesia.

Presiden menjelaskan bahwa pada tahun 2020 lalu, bangsa Indonesia dihadapkan pada berbagai bencana, baik bencana alam maupun non alam yaitu pandemi Covid-19. Dalam menghadapi pandemi Covid-19, Presiden menegaskan, penanganan pada sisi kesehatan dan ekonomi harus diselesaikan dalam waktu yang bersamaan.

“Bukan hanya skala daerah, bukan hanya skala nasional, tetapi juga skala global, lebih dari 215 negara mengalami hal yang sama, yang mengharuskan kita bekerja cepat, harus inovatif, dan juga berkolaborasi dengan semua pihak, dengan negara lain, dengan lembaga-lembaga internasional,” kata Presiden RI, Joko Widodo.
.
Presiden mengatakan bahwa pengalaman dalam menghadapi pandemi Covid-10 harus dijadikan momentum untuk memperkokoh ketangguhan dalam menghadapi segala bentuk bencana, terlebih Indonesia masuk ke peringkat 35 negara paling rawan risiko bencana di dunia. Presiden juga menegaskan pentingnya aspek mitigasi atau pencegahan sebagai kunci utama dalam mengurangi risiko bencana.

“Ini yang selalu saya sampaikan berulang-ulang, pencegahan, pencegahan, jangan terlambat, jangan terlambat! Ini bukan berarti aspek yang lain dalam manajemen bencana tidak kita perhatikan, bukan. Tapi juga jangan sampai kita hanya bersifat reaktif saat bencana terjadi,” tegasnya.

Pada kesempatan itu, Presiden meminta jajaran terkait untuk mempersiapkan langkah antisipasi bencana secara terencana dan detail.

“Kebijakan nasional dan kebijakan daerah harus sensitif terhadap kerawanan bencana. Jangan ada bencana baru kita pontang panting, ribut, atau bahkan saling menyalahkan, seperti itu tidak boleh terjadi,” pesan Presiden RI, Joko Widodo.

Presiden juga menegaskan agar Rencana Induk Penanggulangan Bencana (RIPB) 2020-2024 yang tertuang dalam Peraturan Presiden Nomor 87 Tahun 2020 diturunkan ke dalam kebijakan dan perencanaan, termasuk tata ruang, yang sensitif dan memperhatikan aspek kerawanan bencana.

“Tentu saja dilanjutkan dengan audit dan pengendalian kebijakan dan tata ruang yang berjalan di lapangan, bukan di atas kertas saja. Ini yang juga sudah berulang-ulang saya sampaikan,” ujar Presiden.

Sebelumnya, acara Pembukaan Rakornas Penanggulangan Bencana Tahun 2021 diawali dengan Mendengarkan Lagu Indonesia Raya dan Laporan Kepala BNPB Letjen TNI Doni Monardo.

Turut hadir mengikuti Rakornas di Ruang Rapat Cendrawasih Kantor Bupati Tapteng, yaitu jajaran BPBD Tapteng. Rakornas ini diikuti oleh Pemda se-Indonesia secara virtual. (REL)

Hosting Unlimited Indonesia

Tinggalkan Balasan