Korban Dugaan Penganiayaan di SPBU Lopian Kecewa, 7 Bulan Pelaku Tak Kunjung Jadi Tersangka

Korban dugaan penganiayaan Saparuddin Manullang (kiri) bersama kuasa hukumnya Junaidi Lubis,SH,MH
Korban dugaan penganiayaan Saparuddin Manullang (kiri) bersama kuasa hukumnya Junaidi Lubis,SH,MH
banner 468x60

1Minutesnews.com, Tapteng | Saparuddin Manullang (52) warga Dusun II Kelurahan /Desa Kebun Pisang Kecamatan Badiri Kabupaten Tapanuli Tengah kecewa. Pasalnya, Pelaku dugaan penganiayaan kepada dirinya tak kunjung yang dilaporkan 7 (tujuh) bulan lalu tak kunjung ditetapkan sebagai tersangka.

Pengakuan ini disampaikan oleh Saparuddin Manullang kepada redaksi 1Minutesnews.com tertulis.

Bacaan Lainnya
banner 300250

Di dalam Relese press tersebut, Saparuddin menceritakan kronologis sejak dirinya di aniaya hingga proses hukum yang dilaluinya di Polres Tapanuli Tengah (Tapteng).

Dijelaskan, dirinya telah mengalami dugaan penganiayan hari Sabtu 08 Agustus 2020 di SPBU Desa Aek Horsik Kecamatan Badiri Kabupaten Tapanuli Tengah.

Pelaku menurut korban ada tiga orang dengan inisial MAP, S Boru S dan RRS. Ke tiga nya adalah Bapak,Ibu dan Anak.

Kasus dugaan penganiayaan ini telah dilaporkan di hari kejadian tersebut dengan bukti Surat Tanda Penerimaan Laporan Polisi Nomor: STPL/173/VIII/SU/RES TAPTENG/SPKT pada tanggal 08 Agustus 2020.

Tetapi hingga saat ini tanggal 03/03/2021 para pelaku tak kunjung dijadikan tersangka.

“ Bahwa setelah laporan polisi saya buat, terhitung sejak 08 Agustus 2020 sampai dengan 05 Februari 2021 (6 bulan lebih) para terlapor tidak kunjung dilakukan poses pemeriksaan untuk kemudian ditingkatkan pada proses penyidikan, gelar perkara hingga penetapan tersangka, “ tulis Saparuddin Manullang.

Dirinya juga sudah menanyakan hal ini kepada penyidik.

“ Bahwa saya juga sudah konfirmasi langsung kepada Penyidik melalui telepon selular dan penyidik berjanji akan memproses laporannya. Akan tetapi sampai penngaduan masyarakat ini saya sampaikan penyidik belum juga memanggil para terlapor dan meningkatkan laporan saya pada proses penyidikan sesuai dengan ketentuan Pasal 1 angka (2) Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1981 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP),” tulisnya.

Akibat dugaan penganiayaan yang dilakukan bersama sama oleh pelaku, korban menderita kerugian materil dan imateril yaitu luka dikepala bagian atas sebelah kiri dan mendapatkan jahitan sehingga meninggalkan bekas jahitan.

Menanggapi keluhan warga melalui tertulis, redaksi 1Minutesnews.com meminta untuk wawancara langsung dan disanggupi.

Korban dugaan penganiayaan Saparuddin Manullang (kiri) bersama kuasa hukumnya Junaidi Lubis,SH,MH
Korban dugaan penganiayaan Saparuddin Manullang (kiri) bersama kuasa hukumnya Junaidi Lubis,SH,MH

Saat wawancara, korban yang berprofesi penjual pisang ini di damping kuasa hukunya Junaidi Lubis,SH,MH.

Diceritakan, saat korban hendak mengisi minyak mobilnya di SPBU Lopian datang sebuah mobil jenis pajero warna silver dan tiga orang ke luar dari mobil tersebut dan terjadilah cekcok mulut dengan korban.

Korban yang kenal ke tiga orang tersebut mengarahkan mobilnya kearah taman SPBU tersebut dengan maksud berbicara baik baik dengan ke tiga orang tersebut.

“ Saat saya di taman SPBU, si Bapak langsung memeluk saya dan menyuruh anaknya memukul saya, “ jelas Saparuddin Manullang mengawali wawancara di sebuah kedai kopi tanggal 24 Februari 2021 lalu.

Merasa keberatan dengan perlakuan terhadap dirinya, Saparuddin Manullang bersama supirnya membuat Laporan ke Polres Tapteng saat itu juga.

Menurut pengakuan Saparuddin sebelumnya dirinya dengan para pelaku sudah pernah ada perselisihan terkait hutang piutang dan sudah selesai.

“ Saya mohon keadilan Pak. Sudah lama saya laporkan tapi pelaku tak kunjung dijadikan tersangka” jelasnya.

Sementara itu Kuasa Hukum korban Junaidi Lubis, SH. MH menyesalkan proses hukum yang dialami kliennya

“ Saya selaku penasehat hukum jelas kecewa. Saya memohon kepada Pak Kapolri, Pak Kapolda dan Pak Kapolres Tapteng agar menindaklanjuti laporan korban, “ jelas Junaidi Lubis.

Junaidi Lubis mengaku sudah berkordinasi dengan penyidik terkait kasus kliennya dan pemanggilan para pelaku.

“ Sudah .. dijawab oleh penyidik laporan masih terus di dalami. Artinya penyidiknya masih memberikan janji untuk melakukan pemeriksaan tapi sampai hari ini para pelapor tak kunjung dipanggil apalagi di tetapkan sebagai tersangak, “ lanjut Junaidi Lubis.

Redaksi sudah berusaha untuk mengkonfirmasi langsung keluhan warga ini kepada Kasat Reskrim Polres Tapteng AKP Sisworo tetapi hingga berita ini diterbitkan belum berhasil hingga berita ini diterbitkan.

Redaksi akan terus berupaya untuk mengkonfirmasi kembali kepada Kasat Reskrim Polres Tapteng terkait hal ini. (Agus Tanjung)

 

banner 300x250
banner 468x60

Tinggalkan Balasan