DPRD Sibolga : Jangan Intervensi Penerima PKH Untuk Pilih Paslon Tertentu

  • Whatsapp
DPRD Sibolga saat melakukan konfrensi pers terkait dugaan intervensi Wali Kota Sibolga di Pilada Sibolga
DPRD Sibolga saat melakukan konfrensi pers terkait dugaan intervensi Wali Kota Sibolga di Pilada Sibolga

1Minutesnews.com, SIBOLGA | Ketua DPRD Kota Sibolga Ahmad Syukri Penarik menduga Wali Kota Sibolga Drs. Syarfi Hutauruk tidak netral dan melakukan intervensi kepada Aparatur Pemerintahan untuk kepentingan salah satu Pasangan Calon (Paslon) tertentu.

Pernyataan ini disampaikan Ahmad Syukri Penarik ketika konfrensi pers bersama awak media di Kantor DPRD Sibolga, hari Selasa (01/12/2020) siang.

“ Kami hormati hak politik Wali Kota Sibolga Drs. Syarfi Hutauruk tetapi jangan gunakan fasilitas negara dan struktur pemerintahan untuk mengarahkan masyarakat memilih salah satu paslon, “ tegas Ahmad Syukri.

“ Kami mendengar informasi adanya dugaan Wali Kota Sibolga dan Istrinya menyalahgunakan jabatan untuk membela salah satu Paslon di Pilkada Sibolga, “ lanjut Ahmad Syukri Penarik.

Menurutnya, penerima Bantuan Sosial diarahkan agar memilih paslon tertentu.

“ Wali Kota Sibolga kami duga mengintervensi Kadis Sosial, Lurah dan Keplink agar menyuruh masyarakat penerima bantuan sosial baik PKH, BST maupun BLT memilih salah satu Paslon tertentu dengan sanksi jika tidak mau dikeluarkan dari penerima bantuan, “ jelas Ahmad Syukri.

Tak hanya menyoal dugaan intervensi Wali Kota Sibolga, Ketua DPRD Sibolga Ahmad Syukri Penarik juga menyoroti oknum-oknum KPPS dan PPS terkait adanya dugaan permainan money politik.

“ Kami juga mendapatkan informasi adanya dugaan permainan oknum KPPS dan PPS saat menyerahkan C6 dengan menyertai money politik, “ jelas Syukri.

Dikesempatan ini Ahmad Syukri Penarik juga meminta penerima bantuan sosial agar jangan percaya intervensi yang dilakukan pihak-pihak tersebut.

“ Tak ada hak mereka untuk mencabut hak bapak/ibu sebagai penerima PKH. Itu kewewenangan pusat. Jangan takut dan mau diintervensi, “ himbau Syukri.

Menyikapi informasi adanya dugaan intervensi dari Wali Kota Sibolga, DPRD Sibolga akan menyurati pihak terkait.

“ Kami akan menyurati pihak KPU, Bawaslu dan Pihak Kepolisian agar bisa bekerja maksimal dan netral di Pilkada Sibolga ini. Kepada Bawaslu agar menurunkan personilnya mengecek informasi ini , “ pungkas Ahmad Syukri.

Tak hanya itu, direncakan besok Rabu (02/12/2020) DPRD Kota Sibolga akan melakukan Rapat Dengar Pendapat (RDP).

“ Besok kami akan panggil Kadis Sosial Kota Sibolga beserta pendamping PKH untuk melakukan RDP, “ tegas Ahmad Syukri.

Terkait bukti-bukti dugaan ini, Ahmad Syukri Penarik mengaku pihak DPRD Sibolga sudah mengantonginya.

“ Bukti rekaman pembicaraan komunikasi terkait dugaan ini telah kami miliki, “ terang Syukri.

Saat melakukan Konfrensi Pers, Ketua DPRD Sibolga didampingi Anggota DPRD Sibolga diantaranya, Herman Sinambela (Perindo), Obby Hutagaol (NasDem), Rivorman Manalu (NasDem), Andika Pribadi Waruwu (Gerindra), Yasran Siambaton (Gerindra), Munzir (PBB) dan dua anggota DPRD lainnya. (Agus Tanjung)

loading...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *