Bupati Tapteng Marah, Warganya Dilarang Melintas dan Wajib Jual Hasil Kebun ke PT. SGSR

  • Whatsapp
Bupati Tapteng Bakhtiar Ahmad Sibarani di dampingi Wabup Darwin Sitompul saat rapat mendengarkan keluhan masyarakat dengan PT. SGSR
Bupati Tapteng Bakhtiar Ahmad Sibarani di dampingi Wabup Darwin Sitompul saat rapat mendengarkan keluhan masyarakat dengan PT. SGSR

1Minutesnews.com, Tapteng | Bupati Tapanuli Tengah Bakhtiar Ahmad Sibarani marah, warganya di sekitar PT. Sinar Gunung Sawit Raya (SGSR) di Kecamatan Sirandorung mewajibkan masyarakat menjual buah sawitnya ke perusahaan tersebut.

Tak hanya wajib menjual hasil kebun sawitnya tetapi pihak PT. SGSR juga mewajibkan kutipan Rp. 30/kg dari hasil penjualan sawit masyarakat yang mereka beli.

Bacaan Lainnya

Hal ini terungkap saat Bupati Tapteng Bakhtiar Ahmad Sibarani melakukan pertemuan antara pihak masyarakat dan PT. SGSR setelah adanya aduan dari warganya, hari Senin (21/12/2020) siang.

Salah seorang warga Timbul Gaya warga Desa Marule Kecamatan Sirandorung dihadapan Bupati Tapteng Bakhtiar Ahmad Sibarani mengungkapkan hal ini.

“ Pihak perusahaan sudah mengeluarkan keputusan sepihak. Kami tidak boleh melintas dari lahan kebun sawit dan bila melewati areal kebun sawit kami diwajibkan menyetor Rp. 30/kg. Ini sudah terjadi lebih dari 10 tahun Pak Bupati, “ jelas Timbul.

“ Kami juga Pak Bupati diwajibkan menjual hasil kebun sawit kami yang berada disekitar PT. SGSR kepada pihak perusahaan, “ lanjut Timbul.

Bupati Tapteng Bakhtiar Ahmad Sibarani di dampingi Wabup Darwin Sitompul saat rapat mendengarkan keluhan masyarakat dengan PT. SGSR. (Foto : 1Minutesnews.com)

Menanggapi keluhan masyarakat, Bupati Bakhtiar Ahmad Sibarani marah dan mengambil sikap tegas.

“ Saudara dari PT. SGSR, anda mengutip retribusi sebesar Rp. 30/Kg saat masyarakat saya melewati kebun anda membawa buah sawit milik mereka ? Ini pungli. Saya tegaskan tidak ada lagi pengutipan. Kalau ada kutipan itu namanya restribusi, harus ada izinnya. Apa dasar saudara melakukan kutipan ? Mana legalitasnya,” tegas Bupati Bakhtiar Ahmad Sibarani.

Terkait kewajiban menjual hasil kebun sawitnya ke PT. SGSR, Bupati Tapteng juga dengan tegas hal ini merupakan hak warganya kepada siapa mereka menjualnya.

“ Kebun Sawit yang dikelola masyarakat adalah hak warga saya. Mereka yang tanam, mereka yang rawat bukan Anda (PT. SGSR). Tidak ada hak Anda mewajibkan masyarakat untuk menjual buah sawitnya kepada PT. SGSR, “ tegas Bupati Bakhtiar Ahmad Sibarani.

loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *