Pimpinan Koran Nasional Ini Salut Dengan Kepemimpinan Bupati Tapteng

  • Whatsapp
Pimpinan Harian Waspada Teruna Jasa Said menyerahkan plakat cinderamata kepada Bupati Tapanuli Tengah Bakhtiar Ahmad Sibarani (kanan) dalam sebuah acara silaturrahim di Medan (Foto Waspada.id
Pimpinan Harian Waspada Teruna Jasa Said menyerahkan plakat cinderamata kepada Bupati Tapanuli Tengah Bakhtiar Ahmad Sibarani (kanan) dalam sebuah acara silaturrahim di Medan (Foto Waspada.id

1Minutesnews.com, Medan | Prestasi yang diukir Bupati Tapteng Bakhtiar Ahmad Sibarani sejak terpilih hingga perjalaannya memimpin Kabupaten Tapanuli Tengah menuai apresiasi dari Pimpinan Harian Koran Nasional yang berpusat di Kota Medan.

Hal ini terlihat dari tulisan di Koran Waspada dan di publikasikan di portal media on linenya waspada.id hari Kamis (1/9/2020) dengan judul “Bakhtiar Ahmad Sibarani, Bupati Tapteng Pengayom Dan Pendobrak, “ .

Tangkapan layar Koran Harian Waspada
Tangkapan layar Koran Harian Waspada

Untuk diketahui Waspada adalah sebuah harian yang terbit di Medan sejak 11 Januari 1947. Harian ini didirikan Mohammad Said dan Ani Idrus. Pemimpin Redaksi saat ini Prabudi Said. Waspada terletak di Jalan Letjen Suprapto/Brigjen Katamso No 1, Medan.[1] Waspada juga hadir dalam bentuk daring Waspada.id dengan berita yang lebih terkini serta bentuk ePaper.

Mohammad Said dan Ani Idrus mendirikan Surat Kabar Harian WASPADA dengan motto ‘’Demi Kebenaran dan Keadilan’’ bertekad bulat mengangkat bendera Republiken. Koran daerah ini dengan sikap tegas menyatakan diri sebagai bagian dari pendukung Kemerdekaan RI. Slogan pro pejuang itu bukan basa-basi, tapi ditunjukkan lewat artikel dan pemberitaan yang tegas dan tajam menghantam Belanda yang terus berupaya menancapkan pengaruh dan cengkeramannya menduduki Medan dan sekitarnya demi menguasai lahan-lahan perkebunan, seperti areal tembakau Deli dan komoditas pangan maupun rempah-rempah.

Atas dedikasinya, kedua pendiri WASPADA memperjuangkan Kemerdekaan RI, membangun negeri tercinta tanpa pamrih di daerah maupun nasional, pemerintah Indonesia menganugerahi penghargaan kepada Mohammad Said berupa: Penghargaan Satya Penegak Pers Pancasila dari PWI (1985), Peniti Emas dari Serikat Penerbit Suratkabar (SPS) Pusat atas jasanya ikut mendirikan SPS di Solo pada tahun 1946 dan membantu pembentukan SPS Cabang Sumut, Sedangkan Hj. Ani Idrus-tokoh pers empat zaman sejak zaman kemerdekaan, orde lama, orde baru, dan reformasi dianugerahi Satya Lencana Penegak Pers Pancasila.

Ini tulisan lengkap di rubrik waspada yang dikutip dari Waspada.co.id.

TAK semua bupati/wali kota di Sumatera Utara memiliki kultur pengayom rakyat apalagi memiliki sikap dan semangat pendobrak. Saat kampanye berjalan sebelum terpilih, banyak calon berjanji bakal sepenuh hati mengayomi rakyat, bahkan tak jarang i antara mereka membubuhkan kontrak politik. Fakta politik justru berkata lain, setelah terpilih sebagai orang nomor satu di daerahnya janji tinggallah janji, kontrak politik pun tinggal di atas kertas.

loading...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan