Persoalkan Tender Proyek , Gugatan PT. ANRA Tidak Diterima Pengadilan

  • Whatsapp
Jonsaima Damanik, SH selaku Kasubbag Hukum dan Tim Kuasa Hukum Pemkab Tapteng di dampingi Endy Pangihutan saat Konfrensi Pers terkait gugatan PT. ANRA
Jonsaima Damanik, SH selaku Kasubbag Hukum dan Tim Kuasa Hukum Pemkab Tapteng di dampingi Endy Pangihutan saat Konfrensi Pers terkait gugatan PT. ANRA

1Minutesnews.com, Tapteng | Majelis Hakim Pengadilan Negeri Sibolga (PN Sibolga) tidak menerima gugatan PT. ANRA terkait proses tender di Proyek pengadaan barang/jasa Pemerintah Kabupaten Tapanuli Tengah Tahun anggaran 2020.

Hal ini terlihat dari website resmi PN Sibolga di situs Sistem Informasi Penelusuran Perkara -Pengadilan Negeris Sibolga atau SIPP-PN Sibolga(https://sipp.pn-sibolga.go.id) di nomor perkara 57/Pdt.G/2020/PN Sbg.

Bacaan Lainnya

Dalam Amar Putusan hari Kamis (01/10/2020) Majelis Hakim PN Sibolga di Ketuai Tetty Siskha, SH seperti tertulis di SIPP-PN Sibolga menyatakan sebagai berikut :

1. Mengabulkan eksepsi kompetensi absolut Tergugat I, Tergugat II, Tergugat III, Tergugat IV, Tergugat V, Tergugat VI, dan Turut Tergugat II;
2. Menyatakan Pengadilan Negeri Sibolga tidak berwenang untuk mengadili perkara a quo;
3. Menyatakan Tergugat I, Tergugat II, Tergugat III, Tergugat IV, Tergugat V, Tergugat VI, dan Turut Tergugat II, selain kompetensi absolut tidak dapat diterima;
4. Menyatakan gugatan Penggugat tidak dapat diterima (Niet On Van Kelijk Verklaard);
5. Menghukum Penggugat untuk membayar biaya perkara sejumlah Rp 4.645.000,00 (empat juta enam ratus empat puluh lima ribu rupiah);

Sementara itu, Pihak Pemerintah Kabupaten Tapanuli Tengah (Pemkab Tapteng ) selaku salah satu tergugat atas gugatan PT. ANRA dalam Konfrensi Persnya membenarkan amar putusan ini.

“ Benar, gugatan PT. ANRA dalam proses tender pelaksanaan pengadaan barang/jasa Pemerintah Kabupaten Tapanuli Tengah Tahun anggaran Tahun 2020 agar dibatalkan tidak diterima Pengadilan Negeri Sibolga, “ jelas Jonsaima Damanik, SH selaku Kasubbag Hukum dan Tim Kuasa Hukum Pemkab Tapteng di kasus ini, hari Kamis (08/10/2020) di Kantornya.

Jonsaima Damanik di dampingi Endy Pangihutan, SH juga menjelaskan, awal muasal dari PT. ANRA menggugat proses tender di Pemkab Tapteng .

“ Pihak PT. ANRA mengangap mereka dirugikan karena proses tender tersebut mereka nilai kurang adil atau dikalahkan oleh prosedur lelang, “ jelas.

Untuk diketahui, PT. ANRA di Kabupaten Tapanuli Tengah melayangkan gugatan perdatanya ke PN Sibolga hari Senin 22 Juni 2020 lalu.

Melalui kuasa hukumnya, pihak PT. ANRA meminta Pengadilan Negeri Sibolga untuk menunda Pelaksanaan Penandatanganan Kontrak yang akan dilaksanakan tanggal 30 Juni 2020, terhadap pekerjaan: Peningkatan Jalan Ruas Pinangsori-Masundung Kecamatan Pinangsori, Peningkatan Jalan Ruas Sibabangun-Pulo Pakkat Kecamatan Sibabangun dan Peningkatan Jalan Ruas Hutabalang-Aek Bontar Kecamatan Badiri.

loading...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan