KPU Sibolga : Ijazah Jamal-Pantas Penuhi Syarat, Tidak Pernah Terpidana

  • Whatsapp
Pasangan Jamal-Pantas lolos Verifikasi KPU Kota Sibolga terkait persyarata Ijasah dan Tidak Pernah terpidana
Pasangan Jamal-Pantas lolos Verifikasi KPU Kota Sibolga terkait persyarata Ijasah dan Tidak Pernah terpidana

1Minutesnews.com, SIBOLGA | Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sibolga menyatakan, Ijazah Bakal pasangan calon (Bapaslon) Wali Kota dan Wakil Wali Kota Sibolga Jamal-Pantas (JP) memenuhi syarat persyaratan.

Hal ini dinyatakan KPU Sibolga saat mengumunkan hasil verifikasi berkas persyaratan bakal pasangan calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Sibolga, Jamaluddin Pohan-Pantas Maruba Lumbantobing , hari Minggu (20/09/2020) sore di Kantor KPU Sibolga, Jalan S.Parman Kota Sibolga.

Bacaan Lainnya

Dalam Rapat Pleno pemberitahuan hasil verifikasi dipimpin Ketua KPU Sibolga, Khalid Walid ,didampingi para komisioner, Salmon Tambunan, Afwan Nasution dan Asa Dame Simanjuntak, pasangan Jamal-Pantas harus melengkapi beberapa persyaratan lagi. Untuk selanjutnya disampaikan selama tiga hari ke depan.

“Ada sekitar dua atau tiga persyaratan lagi, mungkin ada yang belum dicentang. Tapi masih ada waktu perbaikan untuk melengkapi sampai tanggal 21 September 2020. Jadi bukan tidak memenuhi syarat tapi belum memenuhi syarat,” kata Khalid Walid.

Komisioner KPU lainnya, Salmon Tambunan menyampaikan, bahwa Surat Tanda Tamat Belajar (STTB) Jamaluddin Pohan dan Pantas Maruba Lumbantobing telah memenuhi syarat.

Kemudian, pasangan JP tidak sedang dicabut hak pilihnya berdasarkan putusan Pengadilan. Tidak pernah sebagai terpidana berdasarkan putusan Pengadilan yang telah berkekuatan hukum tetap.

Juga tidak memiliki tanggungan utang secara perseorangan dan atau badan hukum yang dapat merugikan keuangan negara.

“Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) juga menerangkan bahwa Jamal-Pantas tidak pernah melakukan perbuatan tercela,” sebutnya.

Jamaluddin Pohan dan Pantas Maruba Lumbantobing menyampaikan terima kasih kepada KPU Sibolga yang telah bekerja melakukan verifikasi terhadap berkas pencalonan mereka.

Sebelumya, Ijazah Jamal-Pantas banyak disoal beberapa oknum demikian juga status hukummnya.

Tak hanya disoal, KPU dan Bawaslu Sibolga juga menerima laporan pengaduan atas nama masyarakat yang disampaikan melalui LSM KOMPPTRAS Medan. Dalam laporannya itu disebut-sebut bahwa ijazah yang digunakan Jamaluddin Pohan diduga ilegal.

Demikian pula Pantas Maruba Lumbantobing, juga pernah dilaporkan salah satu LSM pada 2011 silam. Laporannya juga terkait ijazah (Sarjana) Pantas Maruba Lumbantobing.

Menanggapi ini, Jamaluddin Pohan dan Pantas Maruba Lumbantobing yang dijuluki pasangan JP, akhirnya angkat bicara.

“Ada laporan pengaduan masyarakat melalui LSM yang menyatakan ijazah kita ilegal. Kami tidak mau mendahului KPU. Kami juga tidak mau mengganggu kinerja dan profesionalisme KPU,” ungkap Jamal di Sibolga, Minggu malam (20/9/2020).

Balon Wali Kota Sibolga, Jamaluddin Pohan didampingi pasangannya Pantas Maruba Lumbantobing menunjukkan buku rapor SMA miliknya
Balon Wali Kota Sibolga, Jamaluddin Pohan didampingi pasangannya Pantas Maruba Lumbantobing menunjukkan buku rapor SMA 

Pihaknya pun telah memberikan kesempatan kepada KPU Sibolga untuk bekerja memverifikasi keabsahan ijazahnya. Ternyata setelah diverifikasi, KPU Sibolga menyatakan ijazahnya sah dan legal.

“Jadi apa yang telah dituduhkan bahwa saya sekolah di MAN itu memang tidak benar. Saya memang pernah sekolah di Barus. Kelas satu, saya sekolah di SMA Negeri Barus. Kelas dua, saya di SMA 2 Sibolga. Kemudian kelas tiga, saya sekolah dan tamat di SMA 15 Jakarta,” terang Jamal.

Jamal mengungkapkan, reaksi dan jawaban dari pihaknya tersebut supaya tidak menjadi fitnah, dan juga memupus isu yang berkembang di masyarakat, sehingga tidak membuat orang lain berdosa.

“Biarlah kami difitnah dan dizolimi. Apa yang dituduhkan mereka itu tidak benar. Kita berharap kepada yang menuduh itu, mudah-mudahan diberi hidayah,” tutur Jamal.

Selain isu ijazah diduga palsu, ternyata Jamaluddin Pohan juga diterpa isu penggunaan stempel palsu ketika dirinya menjabat Ketua DPRD Tapteng.

Jamal pun mengungkapkan, bahwa Pengadilan telah memutuskan dirinya tidak bersalah. Bahkan hasil banding ke Pengadilan Tinggi hingga Mahkamah Agung juga telah memutuskan bahwa dirinya tidak bersalah.

“Karena memang penggunaan stempel itu wewenang sekretariat DPRD, bukan Ketua DPRD,” terang dia.

Sementara itu, Balon Wakil Wali Kota Sibolga, Pantas Maruba Lumbantobing mengaku sangat menyayangkan isu yang beredar di masyarakat, diduga sengaja dihembuskan oknum tertentu menjelang Pilkada Sibolga.

“Ijazah saya katanya palsu, ijazah sarjana. Katanya yah, sah-sah saja orang menilai delik aduan, saya tidak tahu bagaimana prosesnya, itu kalau tak salah tahun 2011. Pada saat itu, saya menjabat anggota DPRD Sibolga periode pertama. Kita diadukan dan kita tak tahu pengaduan dari mana,” terang Pantas. (Agus Tanjung)

loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *