Bupati Tapteng : Dokter Spesial Tidak Ditempat Saat Tugas Diberikan Sanksi

  • Bagikan
Konfrensi Pers Bupati Tapteng Bakhtiar Ahmad Sibarani

1Minutesnews.com , Tapteng I Bupati Tapteng Bakhtiar Ahmad Sibarani mengeluarkan intruksi larangan bagi para dokter spesialis di RSUD Pandan untuk tidak meninggalkan rumah sakit di saat jam kerja.

Intruksi tegas ini di keluarkan Bupati Bakhtiar Ahmad Sibarani untuk mengoptimalkan pelayanan di RSUD Pandan.

” Untuk mengoptimalkan pelayanan medis bagi masyarakat Tapanuli Tengah di Rumah Sakit Umum Pandan, kami akan membuat Instruksi melaui Surat Edaran Bupati” jelas Bupati Tapteng Bakhtiar Ahmad Sibarani di dampingi Wabup Darwin Sitompul hari Sabtu, (04 Juli 2020) di lobby Kantor Bupati Tapteng.

Surat Edaran Bupati  terkait jam kerja dokter spesialis ” Khususnya terkait jam kerja bagi dokter spesialis yang berstatus PNS harus mengikuti jam kerja PNS yakni jam 08.00 hingga 16.00 WIB. Sementara untuk malam hari, akan kita atur piket dokter spesialis status PNS maupun kontrak tetap ada untuk melayani pasisen ” lanjut Bupati Tapteng.

Masih kata Bupati Bakhtiar , “ paling lama Senin depan kami akan keluarkan surat edaran melarang PNS meninggalkan kerja saat jam kerja termasuk dokter spesialis.

Tak hanya itu Bupati juga menegaskan larangan bagi dokter umum dan dokter spesialis untuk tidak bekerja di rumah sakit lain dan membuka praktek di saat jam kerja.

“ Kami juga larang dokter dan dokter spesialis kami yang bekerja untuk Tapanuli Tengah bekerja di rumah sakit lain saat jam kerja demikian juga membuka praktek di jam kerja. Silahkan buka praktek tapi jangan di jam kerja “ tegas Bupati Tapteng Bakhtiar Ahmad Sibarani.

Intruksi Bupati Bakhtiar Sibarani ini bertujuan agar masyarakat Kabupaten Tapteng disaat membutuhkan pelayanan optimal di RSUD Pandan mendapatkan haknya termasuk keberadaan dokter spsesialis.

“ Masyarakat sakit tidak mengenal kata ditunda. Untuk itu saya minta juga hari Sabtu dan Hari Minggu dokter spesialis juga ada. Rumah Sakit itu pelayanannya 24 jam tidak ada kata tunda termasuk pasien yang hendak melahirkan. Kalau perlu insentif para dokter spesialis akan kita tambah asal pelayanan medis kepada masyarakat Tapteng optimal “ lanjut Bupati Tapteng Bakhtiar Ahmad Sibarani.

Dikesempatan konfrensi pers bersama Wakil Bupati Darwin Sitompul, Bupati Bakhtiar Sibarani menyampaikan permohonan maaf atas nama Pemkab Tapteng kepada masyarakat Kabupaten Tapteng terkait pelayanan di RSUD Pandan.

“ Dikesempatan ini saya menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat Kabupaten Tapanuli Tengah apabila pernah mengalami  pelayanan di RSUD Pandan tidak pada tempatnya. Kecintaaan para dokter-dokter spesialis yang telah ditugasbelajarkan oleh Pemkab Tapteng tidak kami ragukan lagi, kalaupun ada kekurangan ayo kita perbaiki bersama, “ ucap Bupati Tapteng Bakhtiar Sibarani.

Bupati juga meminta kepada masyarakat Kabupaten Tapanuli Tengah untuk mempercayakan pelayanan medisnya kepada RSUD Pandan.

“ Kita akan ciptakan kondisi nyaman di RSUD Pandan. Yakinlah alat, perlengkapan dan sumber daya manusia untuk pelayanan medis di RSUD Pandan sudah layak. Pendamping pasien juga telah disediakan komsumsinya. Saya tidak mau mendengar lagi masyarakat yang berobat ke Puskesmas langsung dirujuk ke rumah sakit lain padahal RSUD Pandan mampu. Yang kedua , saya pastikan tidak ada lagi pasien yang terlantar karena ketidakmampuannya, “ tegas Bupati Tapteng Bakhtiar Ahmad Sibarani.

Bupati Bakhtiar Sibarani juga meminta masyarakat Tapteng untuk mengurus BPJS Kesehatan.

“ Tidak ada lagi masyarakat yang seharusnya bisa dioperasi normal bila melakukan persalinan dianjurkan untuk melakukan Operasi Caesar, “ kata Bupati Tapteng Bakhtiar Sibarani.

“ Jangan diurus BPJS Kesehatannya setelah sakit. Kami juga berusaha untuk menambah kuoto BPJS baik dari Pemkab, Pemprov dan Pusat. Kami pastikan, dokter spesialis tidak ada lagi saat pasien membutuhkan dan tidak berada di luar saat jam kerja selama kami masih menjabat Bupati dan Wakil Bupati Tapteng. Bagaimana pun ceritanya, negara harus hadir saat masyarakat membutuhkannya, “ lanjut Bupati Tapteng.

Terkait sanksi, Bupati Bakhtiar Sibarani memastikan siapapun yang melanggar Surat Edaran akan diberikan sanksi tegas.

Untuk mengawal Surat Edaran ini Bupati Tapteng Bakhtiar Sibarani menugaskan Wakil Bupati Tapteng, Sekda dan Asisten I

Turut hadir dalam konfrensi pers ini, Sekda Kabupaten Tapanuli Tengah, Hendri Susanto, Asisten I, Kepala BKD Yetti Sembiring, Direktur RSUD Pandan, dr. Rikky Harahapa, para dokter spesialis di RSUD Pandan. (Agus Tanjung)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan