Waket DPRD Tapteng Willy Silitonga Lapor Ke Polisi, Ini Sebabnya

  • Whatsapp
Waket DPRD Tapteng Willy Silitonga di dampingi Ketua DPRD Khairul Kiyedi Pasaribu dan Ketua BKD Syahrum Pasaribu beserta Anggota DPRD Tapteng memperlihatkan STTLP laporan nya di Polres Tapteng
Waket DPRD Tapteng Willy Silitonga di dampingi Ketua DPRD Khairul Kiyedi Pasaribu dan Ketua BKD Syahrum Pasaribu beserta Anggota DPRD Tapteng memperlihatkan STTLP laporan nya di Polres Tapteng

1Minutesnews.com, Tapteng | Merasa nama baiknya dicemarkan dan menjurus fitnah, Wakil Ketua DPRD Tapteng Willy Saputra Silitonga (29) resmi melaporkan JSP (inisial,red) ke Polres Tapteng, hari Sabtu (20/06/2020).

Langkah ini diambil Legislator Muda asal Partai PDI Perjuangan disebabkan, tudingan kepada dirinya yang telah menjadi komsumsi publik.

“ Sebelum mengambil sikap ini, Saya sudah diberitahu oleh BKD DPRD Tapteng tentang adanya pengaduan seorang wanita terhadap dirinya. Dalam pengaduan tersebut Saya dituduh telah menodai wanita tersebut,” kata Willy Saputra di sela-sela pemeriksaan terhadap pelaporannya di Polres Tapteng hari Sabtu (20/06/2020) pukuk 16.00 WIB.

Pimpinan DPRD dan Anggota DPRD Tapteng memberikan dukungan kepada Willy Silitonga

Masih kata Willy “ Walaupun Saya merasa janggal dengan Laporan tersebut dikarenakan Surat Pengaduan atas nama Wanita tersebut tetapi yang mengantarkannya JSP mengaku sebagai Abang si Wanita. Nah, saat Saya baca di pemberitaan, nara sumbernya juga si JSP , “ lanjut Willy.

“ Dikesempatan ini jawaban saya sama dengan jawaban saat dipertanyakan BKD bahwa itu tidak benar dan merupakan Fitnah, “ kata Willy.

Willy Saputra menduga ini hanyalah permainan politik untuk menyingkirkan dirinya sebagai Anggota DPRD Tapteng dengan merusak nama baiknya dengan cara menghembuskan isu pelecehan wanita.

“ Saya duga ada skenario politik, selamat datang di dunia politik. Di sini saya jadi belajar bahwa segala upaya dilakukan oleh seseorang untuk menjatuhkan lawan politiknya. Yang tidak ada bisa menjadi ada. Saya tidak menuduh seseorang, bisa saja lawan politik beda partai dengan saya dan tidak menutup kemungkinan dari internal kami sendiri, kan .. bisa saja. Aneh menurut saya, dilaporan BKD disebutkan Saya berbuat begituan dari Tahun 2018 hingga 2019, kok baru sekarang di laporkan, “ pungkas Willy Silitonga.

loading...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan