Tapera Mempermudah Pekerja Dapat Rumah Layak

  • Whatsapp

Oleh : Deka Prawira
(Penulis aktif dalam Lingkar Pers dan Mahasiswa Cikini)

1Minutesnews.com, Artikel | Tapera alias tabungan perumahan rakyat adalah program pemerintah untuk mensejahterakan rakyatnya, agar mampu memiliki rumah yang layak. Sayangnya hal ini malah menjadi kontroversi karena ada yang belum memahami konsepnya. Padahal Tapera adalah cara untuk membantu mereka yang ingin memiliki rumah sendiri dengan bunga rendah.

Bacaan Lainnya

Akhir-akhir ini istilah Tapera menjadi perbincangan hangat di masyarakat. Tabungan perumahan rakyat menjadi buah bibir karena semua pekerja wajib mengikuti programnya dan merelakan gajinya dipotong sebagian. Sontak muncul pro dan kontra karena ada yang tidak rela pendapatannya berkurang. Namun ada pula yang setuju karena sudah lama ingin punya rumah sendiri.

Masyarakat yang kontra dengan Tapera belum memahami konsepnya. Memang gaji dipotong untuk mengikuti program ini, tapi hanya sebesar 3 persen. Itupun yang 0,5 persen ditanggung oleh penggaji alias perusahaan tempatnya bernaung. Jika gaji mereka 3 juta rupiah, maka hanya dipotong sebesar 90.000 rupiah. Tidak terlalu besar, bukan?

Memiliki rumah melalui Tapera juga sangat menolong mereka yang ingin punya hunian sendiri tapi belum bisa mencicil lewat KPR. Sebagai perbandingan, mengambil kredit rumah lewat Tapera hanya dikenakan bunga 5 persen, sedangkan KPR via Bank bunganya berkisar antara 8 hingga 13,25 persen. Jika ingin membeli hunian via KPR juga mensyaratkan adanya gaji minimal.

Misalnya jika harga rumah 300 juta dan cicilan 15 tahun, kreditur harus punya gaji setidaknya 8 juta rupiah. Maka pekerja yang gajinya pas-pasan tidak lagi hanya gigit jari dan pasrah hanya mengontrak rumah, karena bisa membeli rumah sendiri via Tapera.

loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *