Remaja Yatim Asal Sibolga Korban Luka Bakar Butuh Donor Darah

  • Whatsapp
Naila Andriani Situmorang korban luka bakar saat memasak
Naila Andriani Situmorang korban luka bakar saat memasak

1Minutesnews.com, SIBOLGA | Naila Andriani (14), remaja putri anak yatim warga Jalan Rasak Onan Kelurahan Pancuran Dewa Kecamatan Sibolga Sambas, Kota Sibolga korban luka bakar akibat tersambar api saat memasak , membutuhkan donor darah untuk pelaksanaan operasinya.

Permohonan ini disampaikan Imran Rosadi Tinambunan (48) warga Jalan Damar Laut No. 9A Sibolga, yang merupakan Paman kandung Naila.

Bacaan Lainnya


“ Saat ini keponakan kami sudah di rawat di rumah sakit Adam Malik. Kami butuh donor darah Pak, A Plus,” kata Rosadi Tinambunan hari Minggu (07/06/2020).

Rosadi yang berprofesi sebagai nelayan ini , saat menyampaikan keluhan atas keadaan Naila di dampingi Herman Soni Saragih yang merupakan Anggota DPRD Kota Sibolga dari PKS.

Kepada 1Minutesnews.com, Rosadi mengakui, pihak keluarga kewalahan dalam hal penyediaan darah untuk Operasi Naila Andriani yang akan diperkirakan dilakukan sebanyak 5 (lima) kali, akibat luka bakar yang di derita korban hampir di sekujur tubuhnya.

“ Memang untuk biaya perobatan ditanggung BPJS Pak. Kami tidak punya keluarga bang di Medan. Operasi Pertama darah yang dibutuhkan sebanyak 3 kantong. Untungnya pihak Adam Malik membantu kami sebanyak 2 kantong dan kami beli 1 (satu) kantong. Untuk Operasi ke dua membutuhkan 4 (empat) sampai lima kantong, Pak, “ ungkap Rosadi.

Rosadi mengakui , diperkirakan pihak rumah sakit, Operasi untuk pemulihan dari Naila Andriani akan berlanjut hingga lima kali operasi.



“ Di RSU FL Tobing Sibolga sudah sekali Operasi, di RSU Adam Malik satu kali Operasi Pak,” kata Rosadi.

“ Satu Kantong kami beli seharga Rp. 360 ribu Pak. Untuk Operasi ke dua ini di RSU Adam Mali, kami harus siapkan 4 hingga 5 kantong. Kalau lah ada yang mendonorkan kami hanya bayar uang puding saja Pak. Tetapi kalau tidak ada, kami terpaksa membelinya. Informasi yang kami terima butuh 5 (lima) Operasi lagi pak, “ cerita Rosida sambil mengusap air matanya.

Tak hanya kesulitan dalam penyedian darah, keluarga Naila Andriani yang hidup pas-pasan ini terpaksa harus mencari tempat bernaung di sekitaran rumah sakit Adam Malik guna menjaga dan menemani Remaja Yatim yang masih berstatus pelajar kelas II di salah satu SMP Kota Sibolga.

“ Keponakan (Naila) di Medan di temani Ibu dan Neneknya Pak. Mereka menyewa kamar kos di dekat rumah sakit. Satu Minggu sewanya 400 ribu Pak, lain untuk makan dan keperluan tambahan puding Naila. Saya dan keluarga di Sibolga yang mengirimkan uang membantunya Pak, tapi apalah daya kami, kami hanya nelayan, kalau ada rejeki kami kirimkan Pak. Kalau tidak ada, terpaksalah berutang ke mana-mana yang mau memberikan utangan kepada kami, “ lanjut Rosadi.

loading...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan