Ketua DPRD Sibolga : IS Yang Curhat, Terbelit Hutang Akibat Pileg 2019

  • Whatsapp
Ketua DPRD Sibolga Akhmad Syukri Penarik bersama Ketua Fraksi NasDem DPRD Sibolga Obby Hutagoal
Ketua DPRD Sibolga Akhmad Syukri Penarik bersama Ketua Fraksi NasDem DPRD Sibolga Obby Hutagoal

1Minutesnews.com, SIBOLGA | IS, salah seorang pelapor Ketua DPRD Kota Sibolga Akhmad Syukri Penarik ke Polres Sibolga atas dugaan pencemaran nama baik sebelumnya mendatangi rumah dinas Ketua DPRD Kota Sibolga menceritakan dirinya memiliki hutang kepada seseorang.

Hal ini diungkapkan Akhmad Syukri Penarik yang akrab disapa Syukri menanggapi laporan 4 (empat) kader separtainya di NasDem karena menyebutkan isu praktek pinjaman yang membawa-bawa nama Wali Kota Sibolga.

“Pertama saya Kader NasDem, Sekretaris NasDem dan Ketua DPRD, sudah barang tentu saya tidak akan mau menzalimi Kader NasDem dan masyarakat . Tak ada saya sebutkan kader atau partai, jadi jangan dibentur-benturkan ke Politik ,” ungkap Syukri mengawali pembicaraan.

“Yang saya sampaikan itu dugaan dan laporan masyarakat .Kami sampaikan bukan hanya empat orang, bahkan banyak nama. Kenapa ini ditarik seolah-olah persoalan partai, itu tidak boleh loh. Kalau memang ada Kader Partai tidak mungkin tega Ibu DS  selaku Ketua yang kami cintai dan kami banggakan, ngasih pinjaman ke Kader pake tandatangan, pake uang dan pake agunan, tidak mungkin itu. Makanya saya yakini ini adalah fitnah ,” jelas Syukri hari Minggu (30/5/2020).

Ahmad Syukri Penarik menceritakan awalnya, salah seorang pelapor dirinya IS (inisial,red) yang datang sendiri kepada dirinya dan menceritakan keluh kesah karena terbelit hutang akibat Pilieg 2019.

“ IS yang bercerita kepada Saya, saat datang bertamu ke rumah dinas. IS mengaku meminjan uang dari Ibu DS (Inisial,red)  beberapa hari sebelum pemilihan legislatif sebesar Rp. 100 juta. Dia (IS) mengaku uang itu diambil dari si S alias B yang tinggal di rumah dinas Wali Kota. Menurut pengakuannya pinjaman itu di notariskan di Notaris M dan ditanda tangani suami istri,” ungkap Syukri.

Menurut Syukri pengakuan IS bukan hanya dirinya yang mendengar.

“ Saat itu, dia (IS) bercerita bukan Saya saja yang mendengar, beberapa tamu saya termasuk Pak Jamil Zeb Tumori juga mendengar pengakuan itu. Si IS juga curhat dikejar-kejar untuk membayar pinjamannya setelah beberapa hari kalah di Pileg 2019. Malah dia juga curhat istri dan adiknya di nonjobkan. Jadi dia yang ngaku bukan karangan kami. Tetapi saat itu kami tak langsung percaya mungkin ini hanyalah fitnahan belaka. Belakangan isu ini berkembang terus dan perlu dipertanyakan dan diluruskan agar nama Wali Kota Sibolga tidak tercemar ,” lanjut Syukri.

loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *