Bupati Tapteng Akan Pecat Oknum ASN Pembuat Suket Rapid Test Palsu

  • Whatsapp
Bupati Tapteng Bakhtiar Ahmad Sibarani akan memecat oknum ASN di RSU Pandan terkait kasus pemalsuan dokumen hasil rapid tes palsu

1Minutesnews.com, Tapteng | EWT (49) oknum Aparatur Sipil Negara (ASN) di RSUD Pandan terancam dipecat sebagai PNS. Pasalnya, EWT di duga sebagai pelaku pemalsuan Surat Keterangan (Suket) Hasil Rapid Tes Palsu.

Sikap ini ditegaskan Bupati Tapanuli Tengah, Bakhtiar Ahmad Sibarani saat menggelar Konfrensi Pers terkait keterlibatan salah satu ASN di lingkungan Pemkab Tapteng.

Bacaan Lainnya

“ Kami atas nama Pemerintah memohon maaf atas kelakuan tidak terpuji salah satu oknum ASN di lingkungan Pemkab Tapteng, “ kata Bupati Bakhtiar Sibarani, hari Minggu (28/06/2020) pukul 15.00 WIB di Rumah Dinas Bupati Tapteng , Jalan MH Sitorus Kota Sibolga.

Bupati Bakhtiar Sibarani menjelaskan , saat mendapatkan informasi terkait adanya oknum ASN di RSUD Pandan terlibat dalam dugaan pemalsuan Suket Sehata Covid-19, Bupati langsung bertindak cepat.

“ Saat Saya diberitahu oleh Direktur RSUD Pandan hari Jumat (26/06/2020) pukul 21.00 WIB, adanya laporan masyarakat yang menginformasikan adanya pemalsuan tanda tangan atau Surat Keterangan Hasil Rapid Test yang dikeluarkan RSU Pandan, “ jelas Bupati Bakhtiar Sibarani.

Masih kata Bupati Bakhtiar Sibarani, “ Saat itu kami belum tahu siapa pelakunya. Saya meminta kepada Direktur RSUD Pandan dan dr. Evi Natalia Purba yang tanda tangannya dipalsukan di dampingi Pak Wakil Bupati membuat Laporan ke Polres Tapteng, “ lanjut Bupati Bakhtiar Sibarani.

“ Kami terus kordinasi dengan Polres Tapteng sejak laporan tersebut dan memberikan semua informasi terkait hal ini. Hari Sabtu (27/6/2020) kami mendengar informasi pelaku sudah ditangkap Polres Sibolga dan saat ini sudah ditahan di Polres Tapteng, “ ungkap Bupati Bakhtiar Ahmad Sibarani.

Bupati Tapteng Bakhtiar Ahmad Sibarani sangat miris melihat kelakuan Oknum ASN tersebut. Walaupun Bupati mengakui dirinya secara pribadi memaafkan perbuatan Oknum ASN yang bertugas sebagai ASN di Laboratorium RSUD Pandan, tetapi tetap menempuh jalur hukum dan akan memberikan sanksi tegas terkait status PNS nya.

“ Secara pribadi dan ajaran agama, kelakuan oknum ASN ini Saya maafkan. Tetapi secara hukum harus tetap di proses. Kami juga akan tegas menyikapi ini, memproses status PSN yang bersangkutan. Apabila terbukti bersalah dan melanggar ketentuan Peraturan PNS, kami akan berikan sanksi pemecatan , “ tegas Bupati Bakhtiar Sibarani.

“ Pandemi Covid-19 ini jangan dibuat permainan dengan mencari keuntungan pribadi. Selain mencoreng nama Pemkab Tapteng khususnya RSUD Pandan, kelakuan Oknum ASN ini sudah keterlaluan dan membahayakan masyarakat banyak dengan mengeluarkan Surat Keterangan Bebas Covid-19 Palsu. Coba bayangan, bila pelaku mengeluarkan Surat Keterangan Palsu ini kepada seseorang yang terpapar Covid-19, berapa banyak masyarakat baik di Kota Sibolga, Tapteng dan Pulau Nias yang akan terpapar ? “ lanjut Bupati.

Sementara itu, dr. Evi Natalia Purba juga menjelaskan bahwa pelaku yang merupakan stafnya di Labotorium RSU Pandan, sudah mengakui perbuatannya.

“ Saat Saya diinformasikan adanya tanda tangan Saya yang mengeluarkan dokumen hasil Rapid Test, Saya langsung cek ke data base. Ternyata tidak terigistrasi, selanjutnya saya menghubungi EWT dan dirinya mengakui yang mengeluarkan dan memalsukan dokumen tersebut. Selanjutnya malam itu juga (Jumat, 27/6/2020) saya bersama direktur di dampingi Pak Wakil Bupati membuat pengaduan ke Polres Tapteng, “ jelas dr. Evi Natalia Purba,M.Ked(Clin.Path),Sp.PK.

loading...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan