Pimpinan DPRD Sibolga : Isu Terhadap Wali Kota Adalah Fitnah

  • Whatsapp
Foto : Ketua DPRD Kota Sibolga Akhmad Syukri Penarik di dampingi Waket Ketua DPRD Sibolga Jamil Zeb Tumori bersama beberapa Anggota DPRD menggelar Konfrensi Pers terkait penyataan saat Sidang Paripurna LKPJ
Foto : Ketua DPRD Kota Sibolga Akhmad Syukri Penarik di dampingi Waket DPRD Sibolga Jamil Zeb Tumori bersama beberapa Anggota DPRD menggelar Konfrensi Pers terkait penyataan saat Sidang Paripurna LKPJ

1Minutesnews.com, Sibolga | Pimpinan DPRD Kota Sibolga meyakini isu yang beredar terhadap Wali Kota Sibolga Drs. Syarfi Hutauruk adalah Fitnah, hari Kamis (29/5/2020)

Hal ini diungkapkan Ketua DPRD Kota Sibolga, Akhmad Syukri Nazry Penarik, S.Pd usai menyerahkan rekomendasi Laporan Pertanggungjawaban (LKPJ) Tahun Anggaran (TA) 2019 kepada Wali Kota Sibolga Drs. H.M. Syarfi Hutauruk, MM di Ruang Rapat Utama Kantor DPRD Kota Sibolga pada Kamis (28/5/2020) siang.

“ Ada isu dan informasi yang berkembang , di duga Wali Kota tidak melaporkan semua harta kekayaannya kepada KPK dan menyamarkan harta kekayaannya atas nama orang lain. Tetapi kami yakini ini adalah Fitnah, “ ungkap Akhmad Syukri Nazri Penarik yang akrab disapa Syukri.

Politisi Muda asal Partai NasDem besutan Surya Paloh di hadapan Wali Kota Sibolga Drs. Syarfi Hutauruk, Wakil Wali Kota Edy Polo Sitanggang, Pimpinan DPRD dan Anggota DPRD Sibolga, Sekda dan OPD Pemko Sibolga serta Tamu Undangan yang hadir di saat Sidang Paripurna ini, secara gamblang menjelaskan informasi dan isu yang berkembang dan menjurus fitnah terkait dugaan penyamaraan asset Harta Kekayaan yang di maksud.

“ Bahwa ada banyak asset Wali Kota Sibolga di Kota Sibolga seperti Ruko yang jadi Alfamidi di Jalan SM Raja Aek Habil di duga dibeli dari J (inisial, red), Lapangan di Depan Pabrik Karet Sarudik yang di duga dibeli dari JT (inisial,red), tanah di Parombunan yang di duga di beli dari JMT (inisial,red), Rumah di Ancol Pancuran Pinang, Rumah di Pasar Belakang, Rumah di Jalan SM Raja Aek Manis, Tanah di Adian Koting, Kebun di Batang Toru, Kebun Sawit di Desa Muara Nauli Kecamatan Sorkam seluas 10 Hektar, Apartemen di Kota Medan,” beber Syukri.

Tak hanya asset harta ini yang di duga disamarkan dan tidak dilaporkan di LHKPN Wali Kota Sibolga, informasi yang diperoleh Ketua DPRD Sibolga ini yang menjurus ke fitnah ini soal lahan sawit di Kolang.

“ Bahwa di duga Saudara Wali Kota Sibolga baru membeli lahan kebun sawit seluas kurang lebih 100 hektar di Desa Sahi Nauli, Kecamatan Kolang di duga atas nama H.S.H (inisial) red,” lanjut Syukri Penarik.

Terkait Lahan Sawit di Desa Satahi Nauli ini, Syukri juga menduga salah satu Oknum Pimpinan OPD berinisial AG melakukan dugaan pungutan kepada OPD untuk biaya pembukaan jalan kebun tersebut.

Tak hanya menyoal asset dan harta yang di duga disamarkan, informasi yang diperoleh Ahmad Syukri Penarik yang menjurus fitnah kepada Wali Kota adalah terkait praktek dugaan pinjaman dengan meminta agunan .

“ Ada juga isu yang berkembang, Wali Kota di duga memberikan pinjaman dan meminta agunan kepada HZ, BP, MD, Istri Pengusaha Toko Mas Sibolga HN, IS dan adanya pinjaman seseorang senilai Rp. 8 M dan sudah dikembalikan kepada Wali Kota Sibolga. Ini juga kami yakini fitnah,” beber Syukri.

Menurut Ahmad Syukri, sesuai LHKPN tahun 2015, harta Wali Kota Sibolga sebesar Rp. 15.590.913.772 pertanggal 22 Juni.

Menurut Ahmad Syukri , laporan dan isu ini perlu di klarifikasi dan diluruskan karena sudah menjurus fitnah.

“ Kami yakin dan percaya, Wali Kota Sibolga orang yang taat hukum, orang yang mengerti hukum. Kami yakin tidak akan menyamarkan harta dan melaporkan sepenuhnya kepada KPK sesuai dengan perundang-undangan yang berlaku. Oleh sebab itu kami yakin itu juga fitnah,” jelas Syukri.

Ahmad Syukri Penarik juga memberikan peringatan keras kepada Oknum-oknum yang mencatut nama Wali Kota Sibolga.

“ Kami yakin ini fitnah yang sangat kejam. Wali Kota tidak pernah menerima uang yang berbentuk gratifikasi, fee proyek. Kami ingatkan Sekda, OPD dan jajaran jangan memperkaya diri . Jangan gara-gara ambisi saudara nama baik Wali Kota Sibolga jadi rusak,” tegas Syukri tanpa menjelaskan siapa yang dimaksud.

Selaku Legislatif dan mempunyai fungsi mengawasi Eksekutif baik dalam penggunaan anggaran maupun indikasi adanya potensi pelanggaran hukum serta menjaga citra Kota Sibolga, Pimpinan DPRD Kota Sibolga berencana akan meminta bantuan APH menelusuri informasi dan isu yang berkembang ini.

“ Untuk menepis isu yang beredar dan sudah menjurus fitnah, Saya yang akan memberikan keterangan langsung kepada KPK dan melaporkan ke Mabes Polri, Kejagung, Polda dan Kejatisu usai pandemi Virus Covid-19 ini. Isu ini sudah berkembang dan perlu diluruskan agar nama baik Wali Kota Sibolga yang sudah baik selama 10 tahun tetap terjaga,” tegas Ahmad Syukri.

Tetapi di dalam pernyataan ini juga terkandung kalimat keseriusan menyikapi isu dan informasi walaupun diyakinya sebagai fitnah terhadap Wali Kota Sibolga

“ Ada atau tidak ada jabatan yang masih Saya emban,” kata Ahmad Syukri Penarik.

Sementara itu, Wali Kota Sibolga Drs. Syarfi Hutauruk saat dimintai tanggapannya terkait hal ini hanya memberikan peryataan singkat.

“ Itu kan Fitnah seharusnya jangan dipidatokan, berarti ada kepentingan,” jelas Wali Kota Sibolga kepada 1Minutesnews.com sambil menaiki Mobil Dinasnya usai acara Sidang Paripurna LKPJ Tahun 2019.

Untuk diketahui, LKPJ TA 2019 Wali Kota Sibolga Drs. H.M Syarfi Hutauruk diterima DPRD Kota Sibolga di Sidang Paripurna DPRD Kota Sibolga yang dihadiri 18 Anggota DPRD dari 20 Anggota DPRD Kota Sibolga dengan beberapa rekomendasi. (ast)

loading...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan