Paket Bansos Ada Intermie, Dinsos Dituding Mark Up, Parulian : Buktikan !

  • Whatsapp
Kadis Sosial Pemkab Tapanuli Tengah Parulian S Panggabean
Kadis Sosial Pemkab Tapanuli Tengah Parulian S Panggabean

1Minutesnews.com, Tapteng | Bantuan Sosial (Bansos)  berupa Paket Sembako dari Pemkab Tapteng melalui Dinsos menuai kritikan maupun tudingan miring termasuk adanya dugaan mark up bantuan. Pasalnya, salah satu item paket sembako berupa mie istant ber merek Intermie.

“ Tak ada yang kami tutupi, bagi yang menuduh pihak Dinsos me markup harga silahkan buktikan. Jangan Cuma beraninya hanya di media sosial,” tegas Kadis Sosial Parulian Panggabean, hari Sabtu (2/5/2020).

Kritikan dan tudingan mark up anggaran Bansos untuk 41.300 paket sembako bantuan dari Pemkab Tapteng bermula adanya salah satu Item yakni Mie Istant bermerk Intermie yang dinilai netizen terlalu murah dan tak ada gizi.

Kritikan dan tudingan ini di posting oleh para netizen di media sosial.

Tangkapan Layar postingan akun fb @Humisar Charles Pardede
Tangkapan Layar postingan akun fb @Humisar Charles Pardede

“Intermi Dove Na Sanggup, ate..Horas Ma Tapteng .#JanganMarkUpAnggaran,” tulis @Humisar Charles Pardede di wall akun FB nya hari Sabtu (2/5/2020) pukul 01.39 WIB.

Demikian juga akun @ Ariel Laoly tanggal 30 April 2020. Postingan ini sudah di hapus tetapi sudah di screenshoot redaksi dan di duga akun ini palsu.

Tangkapan layar postingan akun @Ariel Laoly
Tangkapan layar postingan akun @Ariel Laoly

Menanggapi produk Intermie menjadi salah satu kompenen di Paket Bantuan Sembako dari Pemkab Tapteng, Parulian Panggabean menjelaskan di anggaran tidak disebutkan merek.

“ Dianggaran tertulis komponen Paket Bantuan Sosial berupa, Beras 5 kg, gula pasir 1kg,minyak makan 1 liter dan mie instant. Tidak ada patokan harus merek tertentu. Petunjuk dari Pak Bupati seharusnya Mie Instant tersebut minimal bermerk Indomie atau Supermi. Tetapi pihak penyedia yang kita hunjuk tidak sanggup menyediakan sebanyak 40 ribu kardus dalam waktu seminggu,” jelas Parulian Panggabean hari Sabtu (2/5/2020).

Masih kata Parulian Panggabean, “ Alasan dari penyedia barang, stok untuk Supermie dan Indomie sebanyak ini hanya ada di Pulau Jawa dan hal itu tidak memungkinkan untuk mendatangkannya karena situas Pandemi Corona. Sementara perwakilan Indofood (Pabrik) di Medan hanya punya stok sekitar 10 ribuan karton dan disarankan untuk beralih ke merek Intermie karena stoknya ready,” jelas Parulian Panggabean.

Di jelaskan juga, sejak awal dianggarkan Bupati Tapteng telah memberikan petunjuk agar paket sembako ini jangan di swakelolakan untuk menghindari fitnah.

“ Sesuai Juknis dari khusus dari LKPP , untuk Paket Sembako terkait covid-19 bisa di swakelolakan dan bisa dialihak ke penyedia barang yang kompeten. Tetapi , petunjuk Pak Bupati agar ini di alihakan ke penyedia barang agar bisa dipertanggungjawabkan secara hukum dan tidak menimbulkan fitnah,” tegas Parulian Panggabean.

Saat awak media 1Minutesnews.com mempertanyakan tudingan mark up, Parulian Panggabean dengan rinci menjelaskan nilai besaran bantuan per paket.

“ Nilai per paket nya Rp. 123.150, terdiri dari Beras 5 kg, Gula Pasir ,Mie Instant dan Minyak Makan plus kemasan pembungkusnya. Kami sudah survey harga baik dari Dinas Perindag maupun faktur harga pasaran di E. Warung. Khusus mie instant, harga Supermie dipasaran berkisar Rp. 48 ribu. Nah karena Supermie tidak mencukupi stoknya kita beralih ke Intermie dengan harga di pasaran Rp. 35 ribu. Jelas ada selisih harga Supermie dengan Intermie sekitar Rp 13 ribu. Itu sebabnya kelebihan harga Mie Instant ini kita alihkan ke penambahan jumlah penerima bantuan sembako. Tidak ada yang dikurangi dari pagu anggaran per paketnya ,” ungkap Parulian Panggabean.

Dikesempatan ini juga Parulian Panggabean merasa heran dengan adanya warga yang mempersoalkan merk mie instant Intermie dan menuding pihak Dinsos me mark up harga.

“ Kok mereka katakan Intermie tidak bergizi, kalau tidak ada nilai giji produknya dipastikan tidak diberi izin oleh Pemerintah. Mark Up ? Bagaimana kami mau mark up ? Dari awal Paket Sembako ini sudah di plot sebanyak 40 ribu paket kemudian ada penambahan jadi 41.300 ribu Paket. Saat proses pengiriman ke desa-desa ditambah lagi menjadi 42.948 paket sembako. Kalau mau markp up kenapa harus kami tambah jumlah masyarakat penerima bantuan , “ tegas Parulian Panggabean.

“ Bantuan untuk paket sembako kepada masyarakat Kabupaten Tapteng tidak terkunci di data yang ada, apabila ada ditemukan lagi masyarakat yang terdampak Covid-19 membutuhkan bantuan, Pemkab Tapteng melalui Dinas Sosial akan mengalokasikan dan menyalurkan paket sembako susulan,” lanjutnya.

Kadis Sosial Kabupaten Tapteng Parulian Panggabean berharap oknum-oknum tertentu jangan mempolitisir keadaan di masa pandemi Covid-19 ini.

“ Saya harap niat baik dari Pemkab Tapteng jangan jadi ajang provokasi. Setahu Saya untuk tingkat pemerintahan di Kabupaten Tapanuli Tengah, baru Pemkab Tapteng yang menyalurkan bantuan dari pagu anggaran yang dianggarkan. Pemerintah Pusat hingga Provinsi belum ada penyaluran nya hingga saat ini. Itu sebabnya Paket Sembako tersebut kita didisain berkemasan dan ada logo Pemkab Tapteng agar masyarakat mengetahui ini bantuan dari siapa. ,” beber Parulian Panggabean.

Terhadap netizen yang “nyiyir” dan akun akun palsu , Parulian Panggabean berharap bertaubat.

“ Lebih baik yang suka memelintir situasi bantuan Pemkab Tapteng mencari cara untuk membantu masyarakat dan memberikan bantuan, kritik sah-sah saja tetapi jangan lupa berbuat dan tidak memfitnah. Bagi netizen yang akun asli perlihatkan aksimu, bagi akun palsu jangan malu untuk memperlihatkan dirimu apalagi memfitnah. Bagi masyarakat yang ikut berkomentar di akun palsu berarti sama saja saja mengomentari yang tak ada wujudnya. Kami sudah bekerja siang dan malam Anda bagaimana ? ,” tutup Parulian Panggabean. (ast)

loading...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan