Tidak Dikarantina 14 Hari, Pemulangan Ratusan TKI Dikritik Waket DPRD Sumut

  • Whatsapp
Waket DPRD Sumut Rahmansyah Sibarani kritik pemulangan TKI tanpa karantina 14 hari
Waket DPRD Sumut Rahmansyah Sibarani kritik pemulangan TKI tanpa karantina 14 hari

1Minutesnews.com | Wakil Ketua DPRD Sumut, Rahmansyah Sibarani mengkritik kebijakan Pemprov Sumut, memulangkan ratusan TKI asal Malaysia ke daerah asalnya. Pasalnya, ratusan TKI ini tidak menjalani isolasi atau karantina selama 14 hari.

Hal ini disampaikan Rahmansyah Sibarani selaku Wakil Ketua DPRD Sumatera Utara pasca tibanya 124 orang TKI dari Malaysia di di Pangkalan Udara Militer (Lanud) Soewondo di Polonia Medan, Jumat (10/4) sore.

“ Seharusnya para TKI ini sebelum dikembalikan ke Malaysia harus di karantina selama 14 hari, bukan beberapa hari saja,” jelas Rahmansyah Sibarani melalui sambungan telephone seluler hari Sabtu (11/4/2020)

Ke 124 orang TKI ini merupakan Gelombang Ke empat . Sebelumnya telah tiba berturut-turut Gelombang Pertama 134 orang, Gelombang Ke Dua 135 orang dan Gelombang Ke Tiga 120 orang, Total keselurahan TKI Asal Malaysia yang dipulangkan karena adanya kebijakan Negara Malaysia terkait Pandemi Corona (Covid-19) sebanyak 513 orang.

Informasi yang berhasil dihimpun dari berbagai sumber, sebelum dikembalikan ke daerah asalnya, para TKI ini dikarantina di beberapa lokasi diantaranya Taman Cadika Lubuk Pakam, Lanud Soewondo tetapi hanya hitungan hari.
Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Provinsi Sumatera Utara (Sumut) Mayor Kes dr Whiko Irwan mengatakan hasil rapid test para Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang pulang dari Malaysia dinyatakan negatif COVID-19.

“Total 513 TKI asal Sumatera Utara yang pulang dari Malaysia. Hasil rapid test semua TKI negatif COVID-19,” katanya, Jumat (10/4) malam seperti dikutip dari sumut.antaranews.com.

Dijelaskan juga sebahagian besar TKI sudah dipulangkan ke daerah asalnya.

Menanggapai hal ini Rahmansyah Sibarani menilai, kebijakan dari Pemprov terlalu berani.

“Kita kan ada secara nasional imbauan untuk tidak pulang kampung. Supaya masyarakat juga waspada, tidak takut, tidak ada nanti gesekan sosial kalau dia sudah 14 hari, dibuat suratnya menyatakan dia tidak ada apa-apa. Harus berani Gugus Tugas mengeluarkan surat menyatakan dia tidak apa-apa kalau sudah 14 hari. Bukan sekadar rapid test, negatif, disuruh pulang,” ujar Rahmansyah.

Politikus Partai NasDem asal Dapil 9 ini mencotohkan kebijakan yang telah diambil pemerintah pusat.

“ Ingat 238 Warga Negara Indonesia (WNI) yang dipulangkan dari Wuhan, China bulan Februari lalu. Mereka di observasi selama 14 hari di Pulau Natuna. Masa observasi selama 14 hari yang dijalani mereka itu merujuk kepada standar organisasi kesehatan dunia PBB (WHO),” jelas Rahmansyah Sibarani.

loading...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan