DPRD Sibolga Penampung Donasi ? Jamil : Ini Rumah Rakyat

  • Whatsapp
Wakil Ketua DPRD Sibolga Jamil Zeb Tumori
Wakil Ketua DPRD Sibolga Jamil Zeb Tumori

1Minutesnews.com | Gedung Dewan Perwakilan Daerah (DPRD) Kota Sibolga adalah Rumah Rakyat. Kewajiban Anggota DPRD untuk menampung, menindaklanjuti atas pengaduan dan keluhan masyarakat Kota Sibolga.

Kalimat ini disampaikan Wakil Ketua DPRD Kota Sibolga Jamil Zeb Tumori menanggapi adanya lontaran kalimat terhadap DPRD Kota Sibolga menyebutkan DPRD bukan merupakan Kantor Donasi tetapi Kantor Penampung Aspirasi.

“ Ini masalah pandemi Covid-19 . Perlu penanganan yang cepat dan tepat atas keluhan masyarakat Kota Sibolga. Gedung ini rumah rakyat, keluhan rakyat perlu direspon dengan cepat . Jangan anggota DPRD itu hanya tempat menampung aspirasi tetapi harus bertindak cepat bila aspirasi itu tidak memperoleh tanggapan pemerintah, “ kata Jamil Zeb Tumori, hari Selasa (21/4/2020).

Jamil menjelaskan, di Peraturan DPRD Kota Sibolga tentang Tata Tertib Dewan Perwakilan Daerah yang tertuang di Bab Kewajiban Anggota DPRD , beberapa pasalnya menyebutkan dengan tegas Menampung dan menindaklanjuti aspirasi dan pengaduan masyarakat dan Memberikan pertanggungjawaban secara moral dan politis kepada konstituen di Daerah Pemilihannya.

“ Kami sudah menampung aspirasi masyarakat terkait dampak ekonomi Covid-19. Demikian juga pengaduan, tetapi penanganan dari Pihak Pemerintah Kota Sibolga terkesan lamban dengan alasan anggaran belum bisa direalisasikan. Sampai kapan rakyat menunggu ? Sesuai salah satu kewajiban anggota DPRD kami harus memberikan pertanggungjawaban moral terhadap aspirasi dan pengaduan masyarakat ini,” beber Jamil.

“ Kami bangun komunikasi dengan para pengusaha dan kami bantu mereka menyalurkan. Di mana salah kami mempergunakan rumah rakyat untuk kepentingan rakyat dan dari rakyat ? Beda bila kami mengkelola bantuan para pengusaha dalam bentuk uang secara total. Ini sudah bentuk barang kalau adapun uang dilampirkan bukan kami yang menyiapkan tetapi para pengusaha yang terpanggil jiwanya untuk membantu meringankan masyarakat Kota Sibolga terhadap dampak Covid-19,” pungkas Jamil Zeb Tumori.

Terkait tudingan pembagian bantuan menggunakan waktu yang kurang tepat seperti gedung DPRD dan adanya muatan terselung, Jamil membantah.

“ Waktu yang mana? apa kita harus menyerahkan bantuan ditengah pandemi ini harus mencari waktu yang tepat ? Muatan terselubung Apa ? Saya malah balik bertanya, yang mengatakan ini kok baru sekarang protes ? DPRD Kota Sibolga dan Gedung ini sudah beberapa kali menyalurkan bantuan . Kalau sekarang baru di kritisi ? Saya duga tanggapan inilah yang punya maksud terselubung,” beber Jamil.

Sebelumnya di salah satu pemberitaan media daring menuliskan tanggapan dari Pemerhati pembangunan Kota Sibolga dan Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara .

Dengan tegas, mereka mengingatkan para Anggota Legislatif Kota Sibolga tidak mengalihfungsikan Gedung DPRD menjadi tempat penyaluran bantuan pengusaha.

Selengkapnya baca di sini(AST)

loading...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan