Di Sibolga, Pelajar 16 Tahun “Gituin” Upik di Areal Kuburan

  • Whatsapp
Pelajar diamankan Polres Sibolga dengan dugaan pencabulan
Pelajar diamankan Polres Sibolga dengan dugaan pencabulan

1Minutesnews.com, SIBOLGA | Buyung (nama samaran,red) pelajar berusia 16 tahun warga Kota Sibolga berurusan dengan Unit PPA Sat Reskrim Polres Sibolga karena di duga “menggituin” (cabul,red) Upik (nama samaran,red) di areal kuburan.

Pelajar ini diamankan pihak kepolisian dari rumahnya di Sibolga (alamat disamarkan,red) hari Jumat (27/3/2020) sekira pukul 07.00 WIB.

Bacaan Lainnya

Kasus yang melibatkan anak di bawah umur ini bermula dari laporan orang tua Upik (nama samaran,red) yang tidak terima perbuatan Buyung yang di duga mencabuli putrinya.

SW (inisial,red) (30) , ibu kandung dari Upik melaporkan hal ini kepada polisi hari Senin (16/3/2020) sekira pukul 16.40 WIB.

Berdasarkan laporan ini dan hasil penyelidikan , pihak kepolisian mengamankan Buyung.

“ Menurut pengakuan dari Ibu korban, hari Sabtu (14/3/2020) menemukan putrinya di Jalan SM. Raja Sibolga sekira pukul 23.00 WIB,” jelas Kapolres Sibolga, AKBP Triyadi melalui Kasubbag Humas Iptu Ramadhan Sormin di relese press tertulis hari Minggu (29/3/2020).

Ibu korban curiga karena sejak pukul 20.00 WIB, Upik tak kunjung pulang usai permisi hendak membeli kue.

“ Setelah menemukan saksi korban. Si Ibu membawanya ke paramedis dan mendapatkan keterangan adanya lecet di bagian alat vital,” lanjut Iptu Ramadhan Sormin tanpa menjelaskan lokasi paramedis yang dimaksud.

Dijelaskan juga oleh Iptu Ramadhan Sormin, korban mengaku kepada Ibunya usai diperiksa di paramedis telah melakukan perbuatan asusila dengan Buyung.

Sebelum membuat laporan kepada pihak Kepolisian, Ibu Korban mengaku telah mendatangi orang tua Buyung tetapi tidak ada respon.

“ Dari hasil penyelidikan, mereka (Buyung dan Upik,red) berbuat asusila di areal kuburan di belakang Kantor Pemerintahan Kota Sibolga di Jalan SM. Raja. Kepada petugas tersangka mengakui telah melakukan perbuatan cabul kepada korban, ” jelas Iptu Ramadhan Sormin.

Tersangka tidak dilakukan penahanan. Sementara pasal yang dipersangkakan diduga telah melakukan tindak pidana Percabulan terhadap anak sebagaimana dimaksud dalam pasal 76E Jo pasal 82 ayat (1) Undang undang RI Nomor 35 tahun 2014 tentang perubahan atas Undang undang RI Nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindunga Anak dengan ancaman hukuman paling singkat 5 tahun dan paling lama 15 tahun atau denda maksimal Rp 5.000.000.000.- (Rel Humas Polres Sibolga)

loading...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan