Es Balok Langka Di Sibolga Nelayan Terancam Tak Melaut, HNSI : Jangan Jual Es Ke Luar Daerah

  • Whatsapp
Es balok yang akan dipergunakan nelayan untuk proses pendinginan ikan selama melaut (Foto Ist)

1Minutesnews.com, SIBOLGA | Beberapa minggu terakhir ini para pengusaha ikan di Kota Sibolga mengaku kesulitan memperoleh Es Balok (Es Batangan,red). Akibatnya, nelayan terancam tak melaut karena takut hasil tangkapannya membusuk, Minggu (02/02/2020)

Hal ini diungkapkan Reza Andhika Rahmad (25) pengurus Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Sibolga.
“ Benar bang, satu minggu terakhir ini pasokan es batang kepada kami di kurangi,” ungkap Reza hari Minggu (02/02/2020).

Bacaan Lainnya

Reza selain Pengurus HNSI Sibolga juga diketahui pengusaha yang bergerak di bidang perikanan.

Menurutnya, imbas dari langkanya Es Balok bukan saja merugikan pengusa perikanan, tetapi merembes ke semua sektor perikanan

“ Kami terpaksa menunda keberangkatan kapal bang. Akibatnya ABK kami pun menganggur dan jelas mereka harus kami tanggujawabi kehidupannya. Bukan hanya kami yang memiliki kapal yang menderita kerugian, nelayan dan pengirim ikan juga mengalami hal yang sama. Apabila dipaksakan juga ikan akan membusuk akibat kekurangan es untuk pendinginnya bang,”lanjut Reza.

Reza mengakui bahwa selama ini untuk sekali keberangkatan kapalnya setidaknya membutuhkan 200 Batang Es Balok. Tetapi saat ini dirinya hanya mendapatkan jatah sebanyak 50 batang.

“ Harga perbatangnya antara Rp. 17.000 hingga Rp. 17.500 bang, biasanya saya butuh 200 batang. Tapi saat ini pasokan hanya dapat dari pabrik es sebanyak 50 batang saja. Hal yang sama juga terjadi kepada rekan rekan pengusaha dan nelayan lainnya. Kami sudah tanyakan langsung ke pemilik pabrik es, alasannya karena tingginya permintaan,” lanjut Reza.

Tetapi menurut Reza, alasan tersebut tidak beralasan, “ Pukat Tongkol tak melaut kok bang, kemana jatah es batang mereka?, cetus Reza.

Selaku pengurus HNSI dan sekaligus pengusaha perikanan, Reza berharap kelangkaaan Es Balok ini cepat teratasi.

“ Saya harap pemerintah turun tangan mengatasi masalah ini. Kepada para pengusaha es batang, tolong penuhi dulu kebutuhan es untuk nelayan . Jangan lah di jual ke luar daerah sebelum terpenuhi kebutuhan di Sibolga-Tapteng.
Industri es batangan dan industri perikanan, merupakan sebuah jenis usaha yang saling berkaitan serta saling menyokong. Para pelaku industri perikanan, amat tergantung terhadap ketersediaan es batangan sebagai bahan pengawet ikan, baik setelah ditangkap ditengah laut, maupun saat hendak dikirim untuk dipasarkan ke luar daerah.

Sementara pabrik es batangan juga bergantung kepada industri perikanan, sebagai pelanggan dan penyerap utama produksi es batangan. (ast)

 

loading...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan