Pengedar Sabu Warga Mela Ini Bakal Diusir Seumur Hidup Dari Desanya

  • Whatsapp
RB warga Mela Kabupaten Tapteng terancam sanksi sosial Perdes Narkoba yakni Diusir Seumur Hidup dari desanya bila terbukti sebagai pengedar narkoba

1Minutesnews.com, Tapteng | Tak juga tobat walaupun Peraturan Desa (Perdes) sudah diberlakukan di Kabupaten Tapteng, Pria warga Desa Mela II Kampung Baru, Kab. Tapteng ini usai bebas nantinya akan di usir seumur hidupnya dari desanya.

Tertangkapnya tekhnisi elektronik berinisial RB alias R (37) hari Rabu (8/1/2020) sekira pukul 17.00 WIB oleh Sat Narkoba Polres Sibolga, menjadikan pria yang sudah beristri ini orang ke dua mendapatkan sanksi sosial Perdes Narkoba yakni “Diusir Seumur Hidup Dari Desanya “.

Sanksi keras ini akan berlaku kepada dirinya dikarenakan di duga sebagai pengedara narkoba.

Hal ini terlihat dari penjelasan pihak Polres Sibolga.

“ Sabu sabu tersebut diperoleh tersangka hari Senin (6/1/2020) di Jalan Sibolga – Barus depan salah satu perusahaan Kec.Tapian Nauli Kab.Tapteng dari seseorang sebanyak 1 gram,” jelas Kapolres Sibolga AKP Triyadi melalui Kasubbag Humas Iptu R. Sipahutar dalam relese press tertulis hari Selasa (14/1/2020).

“ Sabu selanjutnya di paketkan tersangka sebanyak 10 bungkus. 2 Bungkus sudah terjual, 1 bungkus di komsumsi sendiri. Identitas pemasuk sabu telah kita ketahui,” lanjut Iptu R. Sormin.

Ironisnya, sesuai catatan kepolisian, pria ini, pernah di hukum selama 2 (dua) tahun dalam kasus narkoba di tahun 2015.

Sebelumnya, Orang Pertama yang bakal merasakan sakitnya sanksi Perdes adalah SS (41) warga Desa Pulau Pane Kecamatan Sosorgadong Kab. Tapteng yang ditangkap Polres Tapteng, hari Rabu (8/1/2020) sekira pukul 09.00 WIB.

Dari tangan pria ini, Polisi mendapatkan menemukan 6 (enam) bungkus plastik berisikan narkotika jenis sabu-sabu ,disembunyikan di dalam dasbord mobil Pick up jenis Grand Max warna Hitam No. Pol. BK 9637 CO yang dikemudikan pelaku.

Barang bukti narkoba jenis sabu milik tersangak RB yang disita Polres Sibolga

Untuk diketahui, Peraturan Desa (Perdes) telah diterapkan di seluruh Kabupaten Tapanuli Tengah bagi penyalahgunaan narkoba terhitung tanggal 1 Januari 2020.

Di Perdes tersebut di jelaskan pada Pasal 6 Ayat 2 “Penyalahguna Narkotika, Obat-obat terlarang dan Psikotropika yang telah menjalani hukuman sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang telah berkekuatan hukum tetap akan diberikan sangsi sosial berupa akan dikeluarkan dari desa tempat berdomisili (tinggal) selama 15 tahun terhitung sejak dijatuhi hukuman yang berkekuatan hukum tetap.

Sementara untuk pengedar pasal 6 Ayat 3 Perdes tersebut berbunyi “Pedagang, pengedar dan pengecer atau penjual Narkotika, Obat-obat terlarang dan Psikotropika yang melanggar atau tidak mentaati Peraturan Desa ini yang terbukti tapi tidak ada tindakan hukum dan/atau telah menjalani hukuman sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang telah berkekuatan hukum tetap akan dijatuhi sangsi sosial berupa dikeluarkan dari desa tempat berdomisili (tinggal) selamanya,”. (ast)


                <script async src="https://click.advertnative.com/loading/?handle=3807" ></script>

loading...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan