Mantan Bupati Tapteng Kembali Tersandung Hukum, Ini Kasusnya

  • Whatsapp
Terdakwa mantan Bupati Tapteng Raja Bonaran Situmeang saat Sidang Perdana di PN Sibolga, hari Selasa 20 Januari 2020

1Minutesnews.com, TAPTENG | Majelis Hakim Pengadilan Sibolga (PN) kembali menggelar sidang perdana Mantan Bupati Tapteng Raja Bonaran Situmeang,SH,M.Hum hari, Selasa (28/01/2020) sekira pukul 13.30 WIB.

Sidang dengan Agenda Pembaca Dakwaan di Ketuai Majelis Hakim Obaja David Sitorus di dampingi Marolop W.P Bakkara, SH dan Tety Siska, SH sebagai Hakim Anggota.

Sementara terdakwa Raja Bonaran Situmeang di dampingin Penasehat Hukumnya Beery Yusdi,SH dan Devi Angraini Siahaan, SH dari Kantor Pengacara Mahmuddin, SH.

Dalam dakwaannya, Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Negeri Sibolga Syakhrul Effendi Harahap,SH,MH menyebutkanpada tanggal 19 Februari 2012 di Rumah Dinas Bupati Tapanuli Tengah yang berada di Jalan Kapten M. Sitorus Kec. Sibolga Utara Kota Sibolga, Terdakwa Raja Bonaran Situmeang SH. M.Hum berjanji kepada Efendi Marpaung akan memberikan pekerjaan atau proyek pada saat Terdakwa menjabat sebagai Bupati Tapanuli Tengah (Periode Tahun 2011-2016).

Disebutkan, terdakwa Raja Bonaran Situmeang di duga telah menerima uang sebesar Rp. 500 juta saat menjabat sebagai Bupati Tapanuli Tengah

Ini salinan lengkap dakwaan JPU yang dibacakan di saat persidangan

“ Bahwa ia terdakwa RAJA BONARAN SITUMEANG, SH., M.Hum pada hari Minggu tanggal 19 Februari 2012 atau setidak-tidaknya pada waktu tertentu pada bulan Februari tahun 2012, bertempat dirumah Dinas Bupati Tapanuli Tengah di Jl.Kapten M. Sitorus Kec. Sibolga Utara Kota Sibolga, atau setidak-tidaknya pada suatu tempat lain yang masih termasuk dalam daerah hukum pengadilan Negeri Sibolga, “Setiap orang yang menempatkan, mentransfer, mengalihkan , membelanjakan, membayarkan ,menghibahkan ,menitipkan, membawa ke luar negeri, mengubah bentuk,menukarkan dengan mata uang atau surat berharga atau perbuatan lain, atas harta kekayaan yang diketahuinya atau patut diduganya merupakan hasil tidak pidana”, perbuatan mana dilakukan terdakwa dengan cara sebagai berikut:

Awalnya Pada tanggal 19 Februari 2012 di Rumah Dinas Bupati Tapanuli Tengah yang berada di Jalan Kapten M. Sitorus Kec. Sibolga Utara Kota Sibolga, Terdakwa RAJA BONARAN SITUMEANG, SH. M.Hum berjanji kepda saksi EFENDI MARPAUNG akan memberikan pekerjaan atau proyek kepada saksi EFENDI MARPAUNG pada saat Terdakwa RAJA BONARAN SITUMEANG, SH. M.Hum menjabat sebagai Bupati Tapanuli Tengah (Periode Tahun 2011-2016).

Kemudian Terdakwa RAJA BONARAN SITUMEANG, SH. M.Hum meminta uang kepada saksi EFENDI MARPAUNG sebesar Rp. 500.000.000,- (lima ratus juta rupiah) sebagai uang di depan sebelum mendapatkan pekerjaan atau proyek tersebut. Setelah Terdakwa RAJA BONARAN SITUMEANG, SH. M.Hum menjabat sebagai Bupati Tapanuli Tengah saksi EFENDI MARPAUNG semakin yakin dan percaya atas ucapan Terdakwa RAJA BONARAN SITUMEANG, SH. M.Hum yang akan memberikan pekerjaan atau proyek kepada saksi EFENDI MARPAUNG.

Atas arahan Terdakwa RAJA BONARAN SITUMEANG, SH. M.Hum kepada saksi EFENDI MARPAUNG, sehingga saksi EFENDI MARPAUNG menyetor tunai uang sebesar Rp. 500.000.000,- (lima ratus juta rupiah) ke Rekening Bank Mandiri dengan Nomor Rekening : 006-00-0460627-7 a.n. PANTUN BANJARNAHOR melalui Bank Mandiri Sibolga pada tanggal 20 Februari 2012 (fotocopy rekening koran sebagai bukti setor tunai Saksi EFENDI MARPAUNG), kemudian Saksi EFENDI MARPAUNG diperintahkan oleh Terdakwa RAJA BONARAN SITUMEANG, SH. M.Hum mengirimkan uang kepada saksi PANTUN BANJARNAHOR,karena Terdakwa RAJA BONARAN SITUMEANG, SH. M.Hum memiliki hutang kepada saksi PANTUN BANJARNAHOR untuk biaya pada saat masa pencalonan Bupati Tapanuli Tengah.

loading...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan