Ayah Perkosa 2 Putri Kandungnya, Terungkap Saat Korban Dilarikan Ke RS Jiwa

  • Whatsapp
Pelaku pemerkosaan 2 putri kandungnya saat di giring ke lokasi Konfrensi Pers

1Minutesnews.com, Jatim | Seorang ayah kandung tega melakukan pemerkosaan kepada dua putri kandungnya. Ironisnya, akibat perlakuan Sang Ayah, salah seorang putrinya sempat dilarikan ke Rumah Sakit (RS) Jiwa.

Kapolres Trenggalek AKBP Jean Calvijn Simanjuntak mengatakan, tersangka berinisial M (51). Warga Kecamatan Durenan itu diamankan beserta barang bukti pakaian korban dan pelaku.

“Dia melakukan kekerasan seksual terhadap putri kandungnya, sebut saja Bunga dan Mawar. Perbuatan persetubuhan itu dilakukan sebanyak empat kali,” kata Jean Calvijn, Rabu (21/1/2020).

Rinciannya, tiga kali dilancarkan terhadap anak bungsu dan satu kali terhadap anak sulungnya. Aksi pemerkosaan tersebut dilakukan tersangka di rumahnya dan rumah istri kedua.

Tindakan bejat sang ayah kepada dua anak kandungnya ini bermula di tahun 2017 hingga 2018.

M perkosa dua anaknya setelah dirinya baru saja menikah lagi.

Dua korban merupakan anaknya dari istri pertama yang dinikahinya.

Polisi mendapatkan laporan resmi adanya dugaan pemerkosaan sang ayah terhadap dua anak kandungnya tersebut pada Juli 2019.

Setelah proses pendalaman dan penyelidikan, akhirnya pelaku ditangkap pada Januari 2020.

M (51), yang memperkosa dua putri kandungnya kemudian angkat bicara. Ia menyampaikan alasan mengapa tega melancarkan aksi bejat pada darah dagingnya sendiri.

“Karena ada hasrat, sedangkan istri sudah cerai,” kata M saat konferensi pers di Mapolres Trenggalek, Rabu (22/01/2020)

Akibat perbuatannya, kini tersangka ditahan di Polres Trenggalek dan dijerat Pasal 76 d juncto Pasal 81 ayat (1), ayat (3) Undang-Undang RI Nomor 17 Tahun 2016 tentang Penetapan Perppu Nomor 1 Tahun 2016 tentang Perubahan Kedua atas UURI Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak Menjadi Undang-Undang. Ancaman hukumannya minimal 5 tahun dan maksimal 15 tahun.

Terungkap Saat Salah Seorang Korban Dirawat di RS. Jiwa

Kasus ini terungkap saat Kabid Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Dinas Sosial P3A Kabupaten Trenggalek, Cristina Ambarwati menerima laporan bahwa sang adik mengalami gangguan jiwa dari puskesmas terdekat.

loading...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *