Mobil Penumpang Plat Hitam “ Bebas “ Beroperasi di Sibolga, Kok Bisa Terbit Uji KIR ?

  • Whatsapp
Mobil Penumpang plat hitam bebas beroperasi di Sibolga

1MinutesNews.COM, SIBOLGA | Persoalan banyaknya mobil penumpang berplat hitam atau lebih dikenal plat “gantung”, sepertinya tak pernah surut . Bahkan belakangan ini tak sulit ditemukan di sejumlah titik di Kota Sibolga, Prov. Sumatera Utara, Kamis (26/12/2019).

Pantauan dari awak redaksi, pangkalannya ada di Jalan Horas, Jalan Imam Bonjol, Jalan Masjid, Jalan Ahmad Yani.

Ironisnya, di Areal Pelabuhan Sibolga, Mobil Penumpang berplat hitam yang rata-rata berjenis mini bus ini bebas mencari penumpang dan menurunkan penumpang.

Hal ini jelas merugikan pemilik dan supir mobil penumpang yang berplat kuning.

“Biar adil dibalik saja, angkutan plat kuning kita dihitamkan. Karena plat hitam tidak perlu kir, kemudian bayar izin trayek, pajak STNK lebih murah dan bisa trayek kemana saja,” jelas M. Pasaribu salah seorang pemilik mobil travel jenis L.300 yang mempergunakan plat kuning, hari Kamis (26/12/2019) di pangkalanya yang berada di Jalan Diponegoro Kota Sibolga.

Menariknya, salah satu Travel  mobil penumpang berplat hitam dalam 2 (dua) bulan terakhir ini buka di Jalan Masjid Kota Sibolga.

Walaupun mempergunakan armada  berjenis mobil tergolong menengah yakni merek Toyota Hiace yang di bandrol paling murah Rp. 475 jutaan (OTR) dengan kapasitas penumpang 16 orang , tetapi masih mempergunakan plat hitam. Mobil ini diketahui melayani Trayek Sibolga-Medan.

Ada kejanggalan yang ditemukan redaksi di Agen Mobil Penumpang Plat Hitam yang berada di Masjid Kota Sibolga bermerk ETT (inisial,red) ini.

 

 

Mobil Penumpang plat hitam tetapi KIR bisa terbit.

Mobil  jenis Toyota Hice ini walaupun berplat hitam tetapi  menempelkan Uji KIR di setiap mobilnya.  Jelas di Surat Uji KIR di sebutkan bahwa mobil ini tergolong Mobil Bus, tetapi kenapa masih bernopol plat hitam?

Kadis Perhubungan Kota Sibolga, Marajahan Sitorus saat di konfirmasi hal ini, mengaku bahwa ini bukan urusan Dishub Kota Sibolga.

“ Izin mobil travel AKDP (Angkutan Kota Dalam Provinsi) adalah urusan Provinsi,” jelas Marajahan Sitorus saat diminta tanggapannya melalui pesan Whatshap hari Kamis (26/12/2019).

Tetapi saat dipertanyakan kenapa tidak ada penertiban untuk mengetahui sudah mengurus izin atau tidak, Marajohan Sitorus tak membalas pesan whatshap hingga berita ini diturunkan.

Sementara itu, Polres Sibolga melalui Kasat Lantas Polres Sibolga, AKP Khairul Akbar Lubis, saat di hubungi untuk meminta tanggapannya terkait banyaknya kenderaan pribadi di jadikan kenderaan penumpang alias plat “gantung, tidak menjawab pesan whatshapp dari redaksi hingga berita ini diterbitkan.

Perlu diingat bahwa UU NO 22/2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan tidak mengatur pengunaan Kendaraan Bermotor Perseorangan (plat hitam) karena kendaraan ini masuk kategori private property atau hak milik pribadi. (ast/01)

 

loading...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan