Mahasiswa Sesali Pernyataan Gubsu, HIMMAH : Satu Tahun Jabatan Bapak.. Adakah Tempat Maksiat di Medan Di Tutup??

  • Whatsapp
Abdul Razak Nasution, Ketua PW HIMMAH Sumut

1MinutesNews.COM, MEDAN | Terkait pernyataan Gubernur Sumatera Utara Bapak Edy Rahmayadi pada hari Selasa, 17 Des 2019 20:33 WIB di salah satu media berjudul ” Bupati Tapteng Tak Sayang Sama Rakyat, Kok Jadi Pemimpin” , Ketua Pimpinan Wilayah Himpunan Mahasiswa Al Washliyah (HIMMAH) Sumatera Utara, Abdul Razak Nasution menyayangkan pernyataan tersebut.

Menurut Razak, selaku penguasa eksekutif di Sumatera Utara Gubsu harus memberikan Arahan, saran yang konstruktif terhadap daerah-daerah yang ada di Sumatera Utara bukan malah mengeluarkan statement yang seperti itu di ruang publik sebelum melihat langsung ke Tapanuli Tengah.

“Saya masih yakin Gubernur Kita masih sehat berpikir belum pikun. Sebelum mengeluarkan statement ada baiknya Gubsu Study Banding lah ke Kab. Tapanuli Tengah dilakukan Survey dari Tim Independen sebagai Organisasi Mahasiswa yang berbasis intelektul HIMMAH siap mengawal Gubernur untuk Study Banding ke Tapteng. Jikalau diperlukan HIMMAH siap fasilitasi Gubsu dan rombongan untuk kesana.” Tambah Razak

Razak juga berpendapat , Gubernur harusnya mendukung seluruh pembangunan yang dilakukan kepala Daerah Kab/ Kota seluruh Sumut khususnya Kabupaten Tapanuli Tengah.

“Telah Kita ketahui bersama bahwa kurang lebih 2 tahun Kepemimpinan Bapak Bakhtiar Ahmad Sibarani selaku Bupati Tapteng banyak terobosan dan keberhasilan yang dilakukannya dalam membangun daerah khususnya membangun infrastruktur jalan dimana-mana sebagai akses guna mendongkrak perekonomian masyarakat. Bisa Kita lihat bersama keberhasilan ini.” terang Razak

Menurut aktivis mahasisiwa ini, Bupati telah berhasil dan berkomitmen tegas membongkar serta memerangi narkoba satu diantaranya dengan mengeluarkan kebijakan menerbitkan Perdes yang mulai berlaku per 1 Januari 2020 siapa yg kedapatan mengedarkan diberi sanksi tidak boleh pulang kampung ke Bumi Tapanuli Tengah selama 15 tahun. Hampir seribu tempat maksiat ditutup.

“ Pak Gubsu apa yang telah dilakukannya terhadap Sumut?? hanya menghadiri acara ceremonial semua orang pun bisa, tempat maksiat gak ada yang ditutup di Kota Medan selama kurang lebih setahun kepemimpinannya menjadi Gubernur,” tanya Razak.

Ketua HIMMAH Sumut ini berharap, Gubernur Sumut bisa menjadikan momentum untuk evaluasi dirinya sendiri beserta jajarannya. (REL)

 

loading...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan