Ketua Kadin Tapteng : 2 Tahun Bupati Bakhtiar Sibarani Menjabat, Angka Kemiskinan Turun

  • Whatsapp
Ketua DPC Kadin Kab. Tapteng Abdul Rahman Sibuea

1MinutesNews.COM, TAPTENG | Pernyataan Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi yang menyebutkan rakyat Tapteng miskin di karenakan Bupati Bakhtiar Ahmad Sibarani tidak sayang rakyatnya, menuai kecaman dari berbagai pihak termasuk DPC Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) Tapteng.

Ketua DPC Kadin Tapteng Abdul Rahman Sibuea mengakui, sejak Bupati Tapteng Bakhtiar Ahmad Sibarani menjabat terjadi penurunan angka kemiskinan tiap tahunnya.

“ Organisasi Kadin adalah organisasi pengusaha Indonesia yang bergerak di bidang perekonomian. Bila mau melihat pertumbuhan ekonomi di suatu daerah, wadah kami dipastikan sangat mengetahuinya. Sejak masa pemerintahan Bupati Tapteng Bakhtiar Ahmad Sibarani dan Wabup Darwin Sitompul angka kemiskinan di Kabupaten Tapteng menurun,” jelas Abdul Rahman Sibuea yang akrab di sapa Rahman Sibuea.

Rahman Sibuea menerangkan, para pengusaha lokal di Kabupaten Tapteng selama dua tahun ini bisa bersaing dengan pengusaha luar daerah. Dampaknya, perputaran uang hasil perdagangan kembali di putar dan dibelanjakan di Kabupaten Tapteng.

“ Kami akui, sejak Pak Bupati Bakhtiar Ahmad Sibarani menjabat, pengusaha lokal bisa mendapatkan kesempatan yang sama dan mampu bersaing dengan pengusaha luar. Akibatnya perputaran uang tidak ke luar Tapteng . Ini tentunya menggerakkan roda perekonomian dan tentunya mengurangi kemiskinan. Jadi tidak benarlah kalau Gubernur menyatakan rakyat Tapteng itu miskin karena Bupati. Dan semua ini bisa terlaksana berkat pembinaan Pak Bupati Bakhtiar Sibarani,” lanjutnya.

Rahman Sibuea juga mengatakan dirinya bukan asal bicara, selain memiliki data internal organisasi juga selalu bersinergi dengan Badan Pusat Statistik Tapteng.

“ Saya bukan asal bicara mengatakan bahwa tingkat kemiskinan di bawah kepemimpinan Pak Bupati Bakhtiar Ahmad Sibarani menurun. Kami memiliki data dan pihak BPS juga mengatakan adanya penurunan angka kemiskinan dalam beberapa tahun belakangan ini.,” lanjutnya.

Menurut Abdul Rahman Sibuea, pernyataan Gubsu juga bisa terbantahkan dengan adanya peningkatan UMK di Kabupaten Tapteng untuk Tahun 2020 menjadi Rp. 2.830.884.

“ Kadin mewakili kalangan pengusaha ikut merumuskan UMK. Untuk tahun ini ada peningkatan 8,5 persen di banding tahun sebelumnya. UMK Tapteng di tetapkan menjadi Rp. 2,8 juta. Kalau pengusaha di Tapteng tidak mengalami pertumbuhan mana mampu lah menaikkan upah setinggi ini? Dan perlu di catat yang menyetujui UMK ini adalah Gubernur,” pungkas Abdul Rahman Sibuea. (ast)

 

loading...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan