Di Duga Milik Oknum Aparat, Keluarga Korban KM Restu Bundo Tuntut Tanggungjawab

  • Whatsapp
Halimatusahdiah istri ABK KM Restu Bundo menuntut keadilan dan pertanggungjawaban kepada pemilik kapal

1MinutesNews.COM, SIBOLGA | Pasca tenggelamnya KM Restu Bundo yang memakan korban jiwa, tak hanya menyisakan duka mendalam kepada pihak keluarga. Kepedihan berlanjut ,pengurus kapal “menghilang” sementara pemilik di duga oknum aparat tak peduli.

Ironisnya, di duga pemodal alias pengusaha dari KM Restu Bunda yang tenggelam disambar petir di Pulau Pini, Kecamatan Pulau Batu Timur, Nias Selatan pada, Selasa (19/11/2019) lalu, seorang oknum Aparat.

Bacaan Lainnya

Hal ini diungkapkan salah seorang keluarga korban saat mendatangi Kantor DPRD Kota Sibolga, hari Kamis (13/12/2019).

Di hadapan Wakil Ketua DPRD Kota Sibolga, Jamil Zeb Tumori, Halimatusahdiah warga Kelurahan Aek Habil Kota Sibolga yang merupakan istri salah seorang ABK KM Restu Bundo yang meninggal mengungkapkan kesedihannya.

Wanita paruh baya ini sangat kecewa, pengurus kapal “menghilang” pasca tenggelamnya KM Restu Bundo, sementara pengusaha kapal tak mau datang walaupun sekedar mengucapkan belasungkawa.

Sambil meneteskan air mata, Ibu dari empat anak ini menceritakan bahwa selama ini yang mereka ketahui pengurus kapal bernama RA (Inisial) dan pekerjaan sehari-harinya adalah pemilik bengkel.

Wakil Ketua DPRD Kota Sibolga Jamil Zeb Tumori menyerahkan bantuan kepada keluarga korban KM Restu Bundo yang tenggelam. Di ketahui pengusaha dan pengurus kapal tak mau bertanggungjawab

“ Si RA Pak yang mengurus kapal itu, rumahnya di Jalan Merpati Belakang. Kalau gudang mereka di Jalan Gambolo samping puskesmas Pak. Sudah tak tahu kemana si RA itu pak. Kami cari pun ke rumahnya tak ada lagi,” ungkap Halimatusahdiah istri Almarhum Ramali Telaumbanua salah seorang korban yang ditemukan tewas.

Yang lebih mengejutkan, pengakuan dari Halimahtusahdiah terkait pemodal atau pengusaha kapal ini di sebut bernama TH (inisial,red). Wanita ini dengan jelas menyebutkan bahwa TH yang di tinggal di Lorong IV dan dekat dengan rumahnya adalah seorang oknum Aparat Laut dan bertugas di Panakkalan Kab. Tapteng.

“ Kalau pemodalnya Pak, tetangga saya juga di Lorong IV . Namanya TH (inisial red). Oknum Aparat pak , tugasnya di Panakkalan. Sudah kami cari tapi tak ketemu,” jelasnya.

Wanita ini mewakili keluarga korban lainnya melalui awak media menitipkan pesan baik kepada RT maupun TH.

“ Kalau jumpa bapak sama mereka, katakan kunjungilah kami, datanglah ke rumah kami. Lihatlah kami Pak… anak-anak kami sudah menjadi yatim. Bantu kami…,” pinta Halimatusahdiah.

loading...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan