Gerindra Gelar Pemaparan Visi dan Misi Balon Walikota Sibolga, Bang JP : PAD Bukan Minta-minta dari Pusat

  • Whatsapp
Jamaluddin Pohan saat menyampaikan pemaparan visi dan misi yang di gelar Partai Gerindra Sibolga

1Minutesnews.COM, SIBOLGA | Partai Gerindra Kota Sibolga menggelar pemaparan visi dan misi bakal calon (Balon) Wali Kota Sibolga. Pemaparan di hadiri 5 (lima) Balon Wali Kota Sibolga salah satunya Jamaluddin Pohan alias Bang JP.

Pelaksanaan pemaparan visi dan misi di adakan di Aula Topaz Hotel Wisata Indah Kota Sibolga sejak pukul 10.00 WIB.

Balon Wali Kota Sibolga yang hadir dalam pemaparan visi dan misi ini adalah, Adlansyah, Ahmad Sulhan Sitompul, Bahdin Nur Tanjung, Darwin Pohan dan Jamaluddin Pohan.

Sementara DPD Partai Gerindra mendatangkan para panelis dari berbagai disiplin profesi dan ilmu untuk menguji visi dan misi dari masing-masing Bakal Calon Wali Kota Sibolga.

Diantara pertanyaan para panelis terkait visi dan misi adalah terkait sumber penerimaan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Pertanyaan ini diajukan oleh Dr. Rudi Lubis yang merupakan Korda Partai Gerindra Kota Sibolga-Tapteng

“ Bila Anda di rekomendasikan sebagai Calon Wali Kota Sibolga dan terpilih nantinya, apa yang Anda lakukan untuk meningkatkan PAD Kota Sibolga,” tanya Rudi

“ Karena bagaimanapun perencanaan program seorang Calon Wali Kota kalau PAD minim bagaimana mau menyokong dan merealisasikan programnya ? lanjutnya.

Jamaluddin Pohan yang sudah pernah berkecimpung di Birokrasi tepatnya mantan Wakil Bupati Tapteng terkesan menguasasi pertanyaan ini.

Hal ini terlihat dari jawabannya “ Apa yang kita sampaikan , Insya Allah kita kerjakan. PAD Kota Sibolga kita harapkan pemasukan terbesarnya dari sektor jasa,” jawab Jamaluddin Pohan yang akrab di sapa Bang JP.

Tak hanya menjelaskan secara umum terkait penerimaan PAD dari sektor jasa, Bang JP juga merinci sektor-sektor jasa yang menjadi bidikannya bila di amanahkan menjadi Wali Kota Sibolga.

“ Sektor pariwasata menjadi sumber PAD. Kita kembangkan dengan perbaikan pelayanan dan insfrastruktur pendukungnya. Tumbuhnya sektor ini akan memberikan keuntungan ke semua pihak hingga masyarakat kecil. Sementara pemerintah akan mendapatkan pajak dan retribusinya,” tegas Bang JP.

“ Semua perizinan usaha baik skala besar dan kecil akan kita permudah dan gratiskan. Sehingga insvestor mau masuk ke Kota Sibolga. Ini akan menumbuhkan iklim usaha dan mengurangi pengangguran. Untuk PAD jelas kita akan mendapatkan retribusi yang akan masuk ke kas daerah,” lanjut Bang Jamaluddin.

Sementara itu Darwin Pohan berpendapat lain. Menurutnya, untuk meningkatkan PAD Kota Sibolga haruslah melobby pusat.

“ Kita mau kembangkan sektor pariwisata itu tak memungkinkan karena fasilitas yang minim. Sebaiknya kita melobby pemerintah pusat melalui wakil wakil kita di legislatif (DPRD/DPRI),” jawab Darwin Pohan.

Balon Wali Kota lainnya, Ahmad Sulham Sitompul menjawab pertanyaan dari panelis senada dengan Jamaluddin Pohan.

Pejabat yang masih aktif di Pemko Sibolga ini mengharapkan PAD dari pengurusan perizinan. “ Kita akan tingkatkan PAD dari pajak dan retribusi perizinan. Contohnya IMB,” jelasnya.

Penegasan ini juga dinyatakan oleh Bang JP usai acara pemaparan visi dan misi di laksanakan.
“ Sumber PAD itu tidak bisa diminta-minta dari Pusat. Yang bisa DAK dan DAU. Saya percaya sektor jasa akan menjadi bintangnya pemasukan PAD Kota Sibolga,” tegasnya di hadapan awak media.

Untuk diketahui, Pendapatan Asli Daerah atau disingkat PAD, adalah penerimaan dari sumber-sumber di dalam wilayah suatu daerah tertentu, yang dipungut berdasarkan Undang-undang yang berlaku.

PAD bertujuan memberikan kewenangan kepada pemerintah daerah untuk mendanai pelaksanaan otonomi daerah sesuai dengan potensi daerah sebagai perwujudan desentralisasi.

PAD terdiri dari hasil pajak, retribusi daerah, pendapatan dari dinas-dinas, BUMN dan lain-lain, yang dikalkulasikan dalam bentuk ribuan rupiah setiap tahunnya.

PAD sebagai salah satu sumber penerimaan daerah mencerminkan tingkat kemandirian daerah. Semakin besar PAD, mengindikasikan bahwa sebuah daerah mampu melaksanakan desentralisasi fiskal dan ketergantungan terhadap pemerintah pusat berkurang. (ast)

 

loading...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan