Penampakan Jembatan Termegah Di Tapteng Bernilai Rp. 54 M, Hubungkan Tiga Desa di Barus

Bupati Tapteng Bakhtiar Ahmad Sibarani saat meninjau progres pengerjaan jembatan

1MinutesNews.COM, TAPTENG | Proses pembangunan jembatan termegah bernilai Rp. 54 Milyar di Barus Kabupaten Tapteng, mulai memperlihatkan wujudnya. Jembatan ini nantinya akan menjadi penghubung tiga desa yakni Desa Kinali, Desa Ujung Batu dan Desa Bunga Tanjung.

 

“Kita bangun dengan dana Rp 54 Miliar. Dan jembatan itu memiliki panjang sekitar 110 meter,” kata Bupati Bakhtiar Ahmad Sibarani saat meninjau proses pengerjaan jembatan tersebut, hari Sabtu (19/10/2019).

Pembangunan Jembatan di Barus menghubungkan tiga desa mulai memperlihatkan wujudnya

Sebelumnya, jembatan ini berbentuk jembatan gantung yang hanya bisa dilintasi oleh pengendara motor dan pejalan kaki. Ironisnya, kalau permukaan air sungai naik dan terjadi banjir warga tidak bisa melewati jembatan gantung. Ada sekitar 3.000 jiwa warga yang tergantung terhadap jembatan ini untuk melakukan aktivitasnya.

 

Loading…

“Sekitar 3000 jiwa di tiga desa tersebut . Sebelumnya cuma bisa dilintasi oleh pengendara motor dan pejalan kaki. Jadi karena aktivitas masyarakat cukup padat, makanya kita membangun jembatan ini persis di sampingnya dan bisa dilalui oleh mobil juga,”terang Bupati Bakhtiar Ahmad Sibarani.

 

Bupati Tapteng Bahtiar Ahmad Sibarni juga menyatakan jembatan ini merupakan pintu masuk ke tempat wisata yang ada di Kabupaten Tapteng, seperti didaerah Barus.

Bupati Tapteng Bakhtiar Ahmad Sibarani saat memeriksa kondisi jembatan termegah di Tapteng yang sudah mulai dalam proses pembuatan lantai jembatan

“Kita mengetahui, kalau daerah Barus merupakan tempat pertama Agama Islam berdiri. Jadi di sana, sudah ada wisata rohani yang tempatnya sangat bagus,”ujarnya.

 

Ke depan, kata Bupati Bakhtiar Sibarani , pihaknya akan membangun masjid di daerah Barus yang bertujuan akan menjadi satu panorama yang dikunjungi saat para wisatawan baik mancanegara dan domestik yang berkunjung ke sana.

Loading…

Beberapa waktu yang lalu, Kadis PUPR Tapteng, Ir Nanang Eka Sumantri (saat itu,red) menyebutkan Proyek pembangunan jembatan tersebut dibuat dengan sistem kontrak terintegrasi yang merupakan kontrak yang bersifat kompleks dengan menggabungkan kegiatan perencanaan dan pelaksanaan. Sedangkan untuk kegiatan pengawasannya ditenderkan terpisah.

 

Nanang juga mengungkapkan, anggaran pembangunan jembatan senilai Rp54 Miliar bersumber dari dana bantuan keuangan provinsi Sumatera Utara.

 

“Jadi jumlah dana yang dianggarkan untuk pembangunan jembatan ini, bukan hanya untuk pembangunan jembatannya saja, tapi juga ada jalan hotmix nya, lampu, taman, penimbunan badan jalan serta dana pengawasannya,” paparnya kepada awak media hari Selasa (22/5/2018) silam.

 

Kadis PUPR ini meyakini proyek pembangunan jembatan yang akan menjadi jembatan termegah di Tapteng.(ast)

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.