LSM Sekata Dukung Perdes Usir Pengedar Narkoba dari Tapteng

  • Whatsapp
Ketua dan Pengurus LSM Sepakat Tapteng

1MinutesNews.COM, TAPTENG | Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Sekata mendukung Peraturan Desa (Perdes) yang mengusir warga yang sudah ditetapkan secara hukum selamanya dari Kabupaten Tapanuli Tengah.

 

Peraturan Desa ini akan di berlakukan mulai tanggal 1 Januari 2020.

 

Loading…

“ Lembaga kami bergerak di bidang sosial, salah satunya mengatasi masalah NAFZA. Kami jelas mendukung Perdes yang mengusir selamanya pengedar narkoba dan bagi pemakainya di usir selama 15 tahun dari Kabupaten Tapteng,” tegas Samahati Lase, Ketua LSM Sekata di kantornya yang berada di Jalan Oswald Siahaan Kec. Pandan hari Selasa (8/10/2019).

 

Samahati Lase beralasan, karena korban akibat dari narkoba bukan hanya telah merusak usia dewasa tetapi telah memasuki generasi muda di Kabupaten Tapteng.

 

“ Akibat narkoba, bukan hanya membuat miskin penggunanya tetapi telah merusak mental generasi muda. Kita sudah membaca di berbagai pemberitaan, kaum muda bahkan masih tergolong remaja melakukan tindakan pencurian maupun penjambretan ternyata hasilnya untuk membelikan narkoba,” jelas Samahati Lase.

 

Terkait tanggapan masyarakat, bahwa pengguna narkoba seharusnya di rehabilitasi, Ketua LSM Sekata sekaligus Tokoh Agama dan Kepala Lingkungan di Budi Luhur ini berpendapat lain.

 

“ Pengguna kalau ketangkap sekali dan tidak mengulangi lagi jelas lah kita dukung untuk direhabiltasi. Tetapi, faktanya pengguna yang ditangkap pihak kepolisian berulang kali melakukan hal yang sama. Apakah ini tidak layak untuk di usir juga ? Bisa jadi mereka lah calon-calon pengedara,” jawab Samahati Lase diplomatis.

 

Pelatih seni beladiri Dasinda di Pandan ini juga mengingatkan bukan saja bahaya narkoba, tetapi kecanduan Lem Kambing juga akan membuat generasi muda di Kabupaten Tapteng rusak.

 

“ Kami sedang menangani pemulihan 30 anak kecanduan Lem Kambing. Ini juga tak kalah bahayanya dengan narkoba. Kami berharap Pemkab Tapteng juga memberikan perhatian serius terhadap masalah ini,” jelas Samahati Lase.

 

Menanggapi adanya dugaan peredaran narkoba di Kabupaten Tapteng di duga sebahagian besar dari dalam penjara, Samahati Lase juga mengutuknya.

 

“ Saat salah satu warga kami di tangkap di Budi Luhur. Saya selaku Keplink ikut mendampingi petugas dari Polsek Pandan. Benar, pelaku mengakui bahwa sabu dia peroleh dari dalam Lapas. Kalau pengakuan ini benar, tentunya hal ini sangat kami sesalkan, ” tutupnya. (ast)

 

loading...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan