KapolresTapteng Sebut Asal Narkoba Masuk dari Kota Sibolga, Medan dan Lapas

Konprensi Pers terkait pengungkapan 22 kasus narkoba selama bulan Agustus dan Oktober di Polres Tapteng

1MinutesNews.COM, Tapteng | Kapolres Tapteng, AKBP Sukamat S.H., S.I.K., M.H., menyebutkan asal sabu-sabu yang berasal diungkap personilnya dari 22 kasus dengan 36 tersangka berasal dari Kota Sibolga, Kota Medan dan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas).

 

Loading…

Hal ini di ungkapkan mantan Kasubditregident Dit Lantas Polda Aceh sebelum menjabat Kapolres Tapteng ini di hadapan awak media pada hari Rabu (9/10/2019).

 

“ Pengakuan tersangka kepada penyidik untuk 22 kasus narkoba ini berasal dari Kota Sibolga, Medan dan Lapas. Untuk Jaringan belum kita ungkap karena anggota masih di lapangan untuk penyelidikan lebih instens,” ungkap orang nomor satu di Jajaran Polres Tapteng saat Konfrensi Pers terkait pengungkapan 22 kasus narkoba selama bulan Agustus hingga 7 Oktober 2019.

 

Pria kelahiran Demak tanggal 5 Juli 1980 ini juga menjelaskan jumlah narkotika yang berasal dari Lapas sesuai pengakuan tersangka.

 

Loading…

“ Kalau dari Lapas kebanyakan paketan hemat sehingga terputus. Karena pembeli dan pembayaran barang (sabu) dengan cara dilempar,” jelas Sukamat tanpa menyebutkan nama Lapas yang dimaksud.

 

Saat salah seorang reporter menegaskan kalimat “lempar” dengan mengajukan pertanyaannya “ dilempar maksudnya Dan ? Dilempar dalam Lapas “, pertanyaan ini walau tidak dijawab tetapi AKBP Sukamat menganggukkan kepalanya pertanda membenarkan.

 

Pria yang telah mengecam pendidikan di PTIK Tahun 2009 Angkatan Ke 51 usai Lulus dari Akpol Tahun 2001 dan juga telah di gembleng di Sespimen Tahun 2016 Angkatan Ke 56 ini, meminta kerja sama masyarakat untuk memerangi narkoba.

 

“ Mohon masyarakat agar membantu kami. Berikan informasi terhadap penyalahgunaan narkoba,” tutup Sukamat.

 

Sesuai data dari Kasat Narkoba Polres Tapteng AKP Martoni L, SH, selama bulan Agustus 2019 berhasil di ungkap 7 (tujuh) kasus narkoba dengan jumlah tersangka sebanyak 10 orang. Sementara barang bukti yang berhasil di sita sabu-sabu seberat 1 (satu) gram dan ganja 0,48 gram daun ganja kering serta lima batang tanaman ganja.

 

Untuk Bulan September 2019, ada 14 kasus dengan tersangka 24 orang. Sementara barang bukti yang disita 94,96 gram sabu-sabu, ganja kering 12,19 gram dan 0,06 gram Pil Ekstasi.

 

Sementara bulan Oktober hingga tanggal 7 , ada 1 Kasus dengan jumlah tersangka 2 (dua) orang, sementara barang bukti yang berhasil disita 200 gram sabu-sabu. (ast)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.