Di Tuding Cabut PKH Welly Sepihak, Desmond : Sistem Yang Mencabut

  • Whatsapp

1MinutesNews.COM, SIBOLGA | Koordinator Pendamping penerima Program Keluarga Harapan (PKH) Kota Sibolga Desmond Julius P. Hutagalung menyebutkan pencabutan hak Welly Sapitri Manullang (36) dari penerima PKH sudah sesuai dengan sistem Kemensos RI.

 

Dinas Sosial Kotamadya Sibolga, melalui Koordinator PKH Kota Sibolga Desmond Julius P. Hutagalung menyatakan hal ini terkait adanya keluhan dari Welly Sapitri Manullang warga Kelurahan Aek Habil, Kecamatan Sibolga Selatan yang telah terbit baik di media on line maupun media cetak.

 

Loading…

“ Keputusan ini tidak sepihak pak. PKH itu bantuan tunai bersyarat. Kalau tidak dipenuhi persyaratannya, sistem akan mencabutnya. Kalau tidak kami laporkan kami yang akan di tindak,” jelas Desmon, hari Sabtu (12/10/2019).

 

Koordinator PKH ini di hadapan awak media juga menjelaskan kendala yang dihadapi pendamping PKH untuk keluarga Welly yang diketahui sudah menerima PKH sejak tahun 2013.

 

“ Informasi dan penjelasan dari pendamping PKH demikian juga dari Ketua Kelompoknya, menjelaskan, Ibu Welly sejak tahun 2017 tidak pernah memperbaharui datanya yang selalu di update setiap 3 (tiga) bulan,” jelas Desmon.

 

Dari informasi yang diperoleh Desmon dari pendamping PKH Tita Hutabarat dan Ketua Kelompok Afriani Simangunsong, sudah berulang kali diperingatkan tetapi alasan Welly tak masuk akal.

 

“ Kita sudah kasih waktu loh bang. Tapi tak kunjung di update datanya. Pendamping dan Ketua Kelompoknya juga sudah mempertanyakan tetapi di jawab buat apa saya, lebih baik bekerja dari pada ikut pertemuan kelompok dan membuat data. Jelaslah bang, deadline dari Kemensoskan ada, tak kami verifikasi datanya jelas di cabut lah dari sistem,’ papar Desmond.

 

Informasi ini menurut Desmond sudah dijelaskan kepada Dinas Sosial Kota Sibolga , saat itu dirinya, pendamping PKH Tita Hutabarat, Ketua Kelompok Afriani Simangunsong dan Anggota Kelompok diantaranya Yuni Melayu, Maharani Pasaribu, Roslina, Efrda Situmeang dn Nurhadira Simatupang ikut hadir dalam pertemuan tersebut.

 

“ Selain tida mengupdate datanya, kami juga memperoleh infomasi bahwa kondisi kehidupan dan ekonomi dari yang bersangkutan sudah tidak masuk lagi dalam syarat penerima PKH yang ditentukan,” tutup Desmond.

 

Loading…

Sebagai informasi, di salah satu media on line serta surat kabar harian diberitakan, Welly Sapitri Manulang (36) warga Kelurahan Aek Habil, Kecamatan Sibolga Selatan merasakan kesusahan. Pasalnya, ibu tujuh anak ini mengaku hak Program Keluarga Harapan (PKH) yang seharusnya masih diterima, kini sudah tak didapatnya lagi.

 

Welly sesalkan, tindakan dari pihak Pengelola PKH yang secara tiba-tiba tanpa sebab dan alasan yang jelas memutus haknya sebagai penerima PKH.

 

“Itu yang paling saya sesalkan, harusnya kami diberitahulah apa sebabnya kami tidak bisa menerima PKH lagi. Padahal kehidupan kami masih seperti dulu, tidak ada yang berubah drastis,” ucap isteri dari Aruzato Ndraha (42) ini seperti di kutip dari faserberita.com. (ast)

 

loading...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan