Di Duga Dianiaya Ayah Tiri, Bocah Perempuan Datangi LSM Sekata

  • Whatsapp
Bocah perempuan di duga korban penganiayaan ayah tiri, saat di dampingi keplik R. Daeli mengadu ke Samahati Lase selaku Ketua LSM Sekata

1MinutesNews.COM, TAPTENG | Lagi… penganiayaan terhadap anak terjadi. Bunga (nama samaran) bocah perempuan berumur 10 tahun mendatangi Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Sekata di Jalan Oswald Siahaan Nomor 27 Pandan, hari Senin (5/8/2019). Pasalnya, sang bocah mengaku di aniaya ayah tirinya.


Bacaan Lainnya

Ketua LSM Sekata, Samahati Lase mengungkapkan hal ini kepada 1MinutesNews.COM hari Senin (5/8/2019) di Kantor LSM Sekata.

“ Tadi si Bunga diantar sama Pak R. Daeli Keplin di Hajoran. Pengakuan si anak kepada kami, dia minggat dari rumah karena takut kepada Bapak tirinya,” kata Samahati Lase.

Ketakutan Bunga kepada ayah tirinya, bukan tanpa alasan. Menurut pengakuan Bunga kepada Samahati Lase, sebelumnya dirinya di pukuli ayah tirinya hingga menimbulkan luka membiru di bahagian mata sebelah kiri. Tak hanya di pukul, Bocah yang Ibu kandungnya berada di Pulau Nias ini mengaku bahagian punggung belakangnya pun di tendang oleh Bapak tirinya.

“ Mereka (Bunga dan Bapak Tirinya), tinggal di Batu Mardinding, tetapi Bunga ditemukan oleh Pak Daely di Hajoran saat bingung mencari rumah familinya tadi pagi. Awalnya menurut pengakuan Bunga kepada kami, kemarin (Minggu, 4/5/2019) dirinya menghilangkan uang Rp. 90 ribu. Akibatnya Bapak tirinya emosi dan melakukan penganiayaan, Bunga juga di usir dari rumah,” ungkap Samahati Lase.

Masih kata Samahati Lase, “ Bunga lalu menuju ke rumah neneknya di Sibolga tetapi sang Nenek mau membawa Bunga kembali pulang ke rumah Bapak Tirinya. Kami duga Bunga masih trauma dan ketakutan, pagi tadi dia menuju ke rumah familinya di Hajoran tetapi kebingungan letak posisi rumahnya hingga ditemukan Keplink (R. Daely),red dan di bawah ke sini,” lanjutnya.




Terhadap kasus yang menimpa Bunga, LSM Sekata di bawah kepemimpinan Samahati Lase lansung menindak lanjuti dengan melakukan pendampingan kepada Bunga.

Kasus ini kemudian di kordinasikan kepada pihak Dinas PPA Kabupaten Tapteng dan diteruskan pelaporan ke Polres Tapteng.

Samahati Lase berharap , kasus yang menimpa anak bisa menjadi prioritas dan penanganan serius dari Pihak Kepolisian.

“ Saya berharap pihak Kepolisian terhadap kasus Bunga, bisa menangani dan mendalami kejadian penganiayaan anak ini. Saya melihat sendiri, bahwa mata Bunga sebelah kiri membiru demikian juga bahagian punggung belakangnya. Apakah karena faktor uang yang hilang itu saja membuat Sang Bapak tega menganiaya anaknya ? atau ada faktor lainnya ?”, kata Samahati Lase.

Ketua LSM Sekata yang juga selaku Tokoh Masyarakat ini juga berpesan agar para orang tua yang memiliki anak bukan anak kandung agar memperlakukan layaknya anak sendiri, tanpa ada perbedaan. (Ast)

loading...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan