Ancam Demo dan Peras PNS, Oknum Ketua Aktifis Mahasiswa di OTT Polisi

  • Whatsapp
Kapolres Asahan AKBP Faisal Napitupulu memperlihatkan barang bukti pemerasan sementara GAL Oknum Ketua Aktifis tertunduk malu saat Konfrensi Pers di Mapolres Asahan hari Senin 5 Agustus 2019

1MinutesNews.COM, Tapteng | GAL Oknum Ketua Aktifis Gerakan Mahasiswa Pelajar Asahan (Gempata) tak berkutik saat aksinya melakukan pemerasan dengan modus aksi demo di OTT Polres Asahan hari Jumat (2/8/2019) lalu.

Bacaan Lainnya

Kapolres Asahan AKBP Faisal Napitupulu mengungkapkan hal ini saat Konfrensi Pers di Mako Polres Asahan hari Senin (5/8/2019).

 

Sesuai pernyataan AKBP Faisal Napitupulu dihadapan awak media menyebutkan, awal nya pada hari Kamis (01/08/2019) tersangka GAL menghubungi Ruslan, salah seorang staf honorer di Dinas Perikanan Kabupaten Asahan, dan meminta nomor handphone Ahmad Kamrizal, pegawai di Dinas Perikanan tersebut.

 

Loading…

Kemudian pada hari Jumat (02/08), tersangka GAL menghubungi Ahmad dan mengajak bertemu untuk membahas aksi demo yang akan dilakukan oleh GAL di kantor Dinas Perikanan Kabupaten Asahan. Tersangka kemudian sepakat bertemu dengan Ahmad di sebuah kafe Jumat sore.

 

Saat bertemu, GAL yang juga merupakan ketua Gempata (Gerakan Mahasiswa Pelajar Asahan Tanjung Balai dan Batubara) ini mengatakan bahwa dirinya meminta paket kerjaan di Dinas Perikanan karena sudah membatalkan aksi demo yang seharusnya dilakukan pada hari Jumat (02/08).

 

Namun Ahmad melakukan negosiasi dan menawarkan uang 300 ribu rupiah kepada Guntur. Tawaran tersebut ditolak oleh tersangka dan mengancam akan melakukan aksi unjuk rasa.

 

“Jadi pada saat mereka bertemu, si tersangka meminta uang 10 juta rupiah sebagai imbalan karena aksi demo yang sudah direncanakan tidak jadi dilakukan. Kemudian saat itu juga, Ahmad memberikan uang 5 juta rupiah kepada Guntur dan mengatakan sisa nya akan diserahkan hari Rabu pekan depan. Saat itu lah anggota yang sudah mendapat laporan dan melakukan pengintaian, menangkap tersangka GAL beserta barang bukti uang 5 juta rupiah, 1 lembar surat pemberitahuan unjuk rasa, serta 2 unit handphone”, ungkap Kapolres Asahan AKBP Faisal F. Napitupulu, S.I.K., M.H. didampingi Waka Polres, Kabag Ops, Kabag Sumda dan Kasat Reskrim, saat melakukan temu pers di Mapolres Asahan, Senin (05/8).

Untuk mempertanggung jawabkan perbuatan nya, tersangka akan di jerat dengan Pasal 368 Subsider Pasal 335 Ayat (1) Kitab Undang-Undang Hukum Pidana, dengan ancaman hukuman penjara di atas 5 tahun. Saat ini pelaku masih dalam proses pemeriksaan intensif di Polres Asahan. (Rel Humas Polres Asahan)

loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *