Sebelum Putrinya Ditemukan Tewas, Ayah Santi Dapat Firasat Buruk

  • Whatsapp
Pemberangkatan jenazah Santi Devi Malau ke tempat peristirahatannya yang terakhir

1MinutesNews.COM, TAPTENG | Keluarga tidak menyangka Santi Defi Malau (25) tewas dengan sadis di kamar kosnya di Jalan Padangsidempuan Kelurahan Aek Tolang Kecamatan Pandan Kabupaten Tapteng. Sebab selama ini, keluarga melihat Santi tidak pernah bermasalah dengan orang lain.

Bacaan Lainnya

“ Korban memiliki pribadi yang santun dan ramah. Tidak banyak tingkah dan selalu melaksanakan sholat 5 kali sehari semalam. Tentang hubungan Asmara, selalu tertutup kepada siapa pun,” ungkap Zulfadli Tambunan, paman korban kepada 1MinutesNews.COM hari Sabtu (15/6/2019).

Dari pengakuan Zulfadli, ayah korban yang bernama Maslan Malau awalnya mendapatkan khabar putrinya Santi Defi Malau terjatuh di kamar mandi kosnya.

Santi Defi Malau semasa hidupnya (Sumber Instagram Santimalau)

Khabar itu disampaikan rekan kerja korban dari PT. Bank Syariah Mandiri (BSM) Unit Pandan melalui telephone seluler.

“ Pukul 09.00 WIB, Ia (Maslan Malau,red) dikabari oleh rekan rekan korban jika korban terjatuh dikamar mandi. Maslan langsung bergegas ke rumah dan mengajak anaknya Alex Malau berangkat ke Pandan,” ungkap Zulfadli.

Saat tiba di tempat kos putrinya, Maslan Malau tak menyangka justru menemukan tubuh anaknya sudah tak bernyawa dan hendak di bawa ke Instalasi Jenazah RSUD Pandan.

Menurut cerita dari Maslan Malau kepada Zulfadli Tambunan, sehari sebelum kejadian ini, ayah korban sudah mendapatkan firasat (pertanda,red)) buruk.

“ Ayah korban hobby bulu tangkis. Malam Jumat (13/6/2019) sekira pukul 20.00 WIB saat bermain bulu tangkis di Lapangan Ramayana Lumut, Maslan mengaku gelisah. Hingga pagi hari Jumat (14/6/2019) kegelisihan itu masih terjadi,” cerita Zulfadli.

Namun walaupun begitu, sebagaimana biasa setiap pagi ia membuka toko grosir miliknya yang letaknya dari rumah sekitar 50 meter.

Ditengah kegelisahan dan melayani pembeli, sekitar pukul 08.00 WIB ia ditelepon teman korban dari Bank Syariah Mandiri mempertanyakan keberadaan korban apakah ada di rumah Sibabangun.

“ Kegelisahan ayah korban mungkin menjadi pertanda musibah yang menimpa keponakan kami ini, bang,” lanjut Zulfadli.

Sementara itu, menurut pengakuan Zulfadli ,pertanda dari almarhumah Santi Defi Malau meninggalkan keluarganya untuk selama-lamanya sudah terlihat di Bulan Ramadhan.

Putri ke empat dari enam bersaudara kelahiran tanggal 15 Nopember 1994 ini, mengajak seluruh keluarganya berbuka puasa di salah satu rumah makan di Kalangan Kecamatan Pandan.

Selain itu, gadis cantik yang dikenal rekan-rekan kerjanya disiplin waktu,meninggalkan kenangan terindah untuk ayahandanya Maslan Malau saat Lebaran.

“ Jelang Lebaran, keponakan kami ini membeli kan jam tangan dan pakaian buat ayahnya ,” kata Zulfadli Tambunan.

Hari ini, Sabtu (15/6/2019) di iringi lantunan Ayat Suci Al-Quran, jenazah Almarhumah Santi Defi Malau diantar ke tempat peristirahatannya terakhir di pemakaman keluarga yang berjarak 200 meter dari kediaman keluarga besar Maslan Malau.

loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *