Saat Korban Pingsan, DP Warga Belawan Ini Jerat Leher Santi Malau Hingga Tewas Gegara Uang Dua Ratus Ribu

  • Whatsapp
Kapolres Tapteng, AKBP Sukamat, Kompol Kamdani dan Kasat Reskrim AKP Dodi Nainggolan saat Konfrensi pers terkait terungkapnya kasus pembunuhan karyawati bank Santi Defi Manalu

1MinutesNews.COM, TAPTENG | Tertangkapnya DP alias IL (20) dan NN (18) sebagai tersangka dalam kasus tewasnya Santi Defi Malau (25) karyawati PT. Bank Syariah Mandiri (BSN) Unit Pandan Kabupaten Tapteng, mengungkap fakta tewasnya gadis warga Lingkungan II Kelurahan Sibabangun Tapteng ini.

Kedua tersangka yang diketahui merupakan pasangan suami istri muda ini dan merupakan warga Belawan Kota Medan ini, menghabisi nyawa korban dengan sadis.

Jasad korban ditemukan oleh rekan-rekan kantornya dalam kondisi tidak bernyawa dan berlumuran darah di dalam kamar mandi tempat kos-kosannya di Jalan Padangsidempuan Kelurahan Aek Tolang Kecamatan Pandan Kabupaten Tapteng, hari Jumat (14/6/2019) pukul 08.30 WIB.

Kapolres Tapteng AKBP Sukamat di dampingi Wakapolres Tapteng Kompol Kamdani dan Kasat Reskrim Polres AKP. Dodi Nainggolan dan Kapolsek Pandan AKP Sugiarto menghadirkan ke dua tersangka di hadapan awak media, saat Konfrensi Pers hari Rabu (19/6/2019).

AKBP Sukamat menjelaskan sesuai hasil penyidikan dan pengakuan kedua tersangka, DP alias IL sebagai eksekutor dan yang masuk ke rumah korban.

Pasangan suami istri DP alias IL dan NN tersangka pelaku pembunuhan Santi Defi Manalu

Tersangka DP alias IL bermaksud meminjam uang kepad korban sebesar Rp. 200 ribu untuk ongkos pulang ke Medan . Tetapi korban tidak percaya dan beralasan tidak memliki uang kontan.

“ Awalnya DP alias IL mau meminjam uang kepada korban untuk ongkos pulang ke Medan sebesar Rp. 200 ribu. Tetapi korban tidak percaya dan kebetulan korban juga tidak mempunyai uang cash dan beralasan uangnya ada di ATM,” kata AKBP Sukamat, hari Rabu (19/6/2019).

Korban yang baru saja usai pulang dari Acara Halal Bil Halal sekitar pukul 20.40 WIB saat tersangka DP alias IL mengetuk pintu rumahnya hanya menjawab permintaan tersangka dari balik pintu kosnya.

“ Korban saat membukakan pintu dan mendengar permintaan tersangka yang hendak meminjam uang menjawab dari balik pintu (pintu dibuka sebahagian,red) sementara tersangka berada di luar (belum masuk ke dalam kos,red). Mendengar jawaban dari korban, tersangka tak terima dan langsung menerobos masuk dan mencekik leher korban dari depan,” lanjut AKBP Sukamat.

loading...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan