Di Duga Rebutan Lapak, Dua Kelompok Ricuh di Areal Ramadhan Fair Mesjid Agung Sibolga

Kericuhan di arel Ramadhan Fair. Babinsa terlihat meredam emosi dua kelompok yang memperebutkan lahan lapak jualan. (Foto Istimewa)

1MinutesNews.COM, SIBOLGA | Di duga rebutan lahan lapak jualan dan parkiran, dua kelompok pemuda ricuh di areal Ramadhan Fair Kota Sibolga yang berada di kawasan Masjid Agung Kota Sibolga, hari Rabu (8/5/2019).

“Kelompok pemuda setempat yang terpicu amarahnya, sempat melemparkan rambu yang menghalangi jalan di lokasi tersebut,” ujar Idil Fitri Tanjung (50) salah seorang warga Kota Sibolga.

Dia menjelaskan, sebelum terjadi keributan, terlihat dua kelompok orang yang sedang berkumpul. Maka kuat dugaan, keributan tersebut dipicu aksi rebutan lapak untuk pedagang musiman dan lahan parkir di kompleks Masjid Agung Kota Sibolga.

Idil Fitri Tanjung berharap pemerintah Kota Sibolga jangan tutup mata dengan hal ini.

“ Harusnya pemerintah yang melaksanakan bazar ramadan, bukan Ormas atau OKP. Menurut dia, bazar ramadan itu biasanya menyajikan makanan atau takjil untuk berbuka puasa, bukan untuk jualan pakaian,” lanjut Idil.

Ketua LSM Sekoci, Domenius Hasibuan sekaligus Pimred Majalah Sidak menyatakan sudah berulangkali menyampaikan, bahwa pengadaan pasar musiman di Kota Sibolga harus ditertibkan karena tidak memiliki dasar hukum yang jelas.

Apalagi ada patokan harga lapak untuk setiap pedagang yang menempati lapak jualan, tetapi ternyata kutipan untuk lapak jualan ini tidak ada memberikan kontribusi bagi pemasukan kas pendapatan asli daerah (PAD) Kota Sibolga.

“Jadi kita tidak tahu siapa yang memberikan izin dan siapa pula yang bertanggungjawab,” ungkap Domenius melalui pesan wahtshap yang diterima redaksi 1MinutesNews.COM hari Rabu (8/5/2019) malam.

Sementara itu, salah seorang netizen memposting kericuhan ini melalui akun FB nya.

“RICUH/RU*** antara masyarakat dengan kontraktor pengusaha tenda-tenda di lingkungan Rumah ibadah (MESJID AGUNG kota Sibolga) yang di kondisikan oleh PEMERINTAH kota SIBOLGA sebagai pengelola pasar bazar ramadhan yang seyogianya nya menganggu jalan nya IBADAH ramadhan di mesjid tersebut pada bulan suci RAMDHAN ini….semoga mau nya di lingkungan mesjid jangan ada tenda-tenda agar tidak terganggu alur lalu lintas menuju mesjid tersebut..agar kira nya walikota/pihak Kepolisian meninjau ulang kembali denah tenda-tenda tersebut supaya ummat Islam ini nyaman beribadah di tempat itu”, tulis @Karimuddin Tamba di lini masanya sambil mengunggah beberapa foto terkait kericuhan ini. (REL/FB).

 

Ini tanggapan warga terkait rebutan lapak Ramadhan Fair

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.