BNN Sita Aset Rp. 3,21 Milyar dari Bisnis Narkoba “Emon” di Lapas

  • Whatsapp
Emon tersangka kasus pencucian uang hasil kejahatan narkoba (Foto Humas BNN)

1Minutesnews.com,JAKARTA | Nurrohman alias Emon usai menjalani hukuman selama empat tahun karena kasus narkoba harus menelan “Pil Pahit”. Narapidana ini kembali di tahan dan hartanya senilai Rp. 3,21 Milyar di sita Badan Narkotika Nasional (BNN), hari Rabu (15/5/2019)

Pasalnya, Emon diketahui saat menjalani masa hukumannya terlibat dalam peredaran dan transaksi kejahatan naroba dari balik tembok penjara.

Bacaan Lainnya

Kepala Biro Humas dan Protokol BNN, Sulistyo Pudjo Hartono dalam reles press tertulisnya yang diterima redaksi 1Minutesnews.com hari Rabu (15/5/2019) membenarkan kejadian ini.

Sulistyo Pudjo menjelaskan dari hasil bisnis haram ini, Emon membeli aset berupa rumah, kenderaan, tanah hingga emas yang ditaksir bernilai Rp. 3,21 Milyar.

 

Kepala Biro Humas dan Protokol BNN, Sulistyo Pudjo Hartono, mengatakan bahwa tersangka Emon telah menjalani hukuman penjara sejak tahun 2016 karena kasus sabu seberat 0,185 gram.

Ia ditangkap oleh Direktorat Narkoba Polda Jateng, dan selanjutnya di pengadilan mendapatkan vonis penjara empat tahun. Masa hukuman penjara ia jalani di Lapas Kedung Pane Semarang dan kemudian dipindahkan ke Lapas Jepara.

“ Dari bisnis narkoba yang dia lakukan pada 2016-2019 itu, Emon mampu mengumpulkan uang Rp 3,21 miliar yang kemudian dibelikannya aset bergerak dan tak bergerak. Hartanya sekarang sudah disita BNN,” tegas Sulistyo Pudjo, hari Rabu (15/5/2019).

Selain itu Emon juga kembali berhadapan dengan hukum, polisi menetapkan Emon menjadi tersangka atas sangkaan melakukan tindak pidana pencucian uang.

Atas perbuatannya, Emon dikenakan Pasal 3,4,5 ayat (1) UU RI No.8 Tahun 2010 Tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang dan Pasal 137 huruf a,b UU RI No.35 Tahun 2009 tentang narkotika.

Secara lebih mendetil, inilah aset yang disita dari tersangka Emon :
1. Sebidang tanah dan bangunan, Luas ± 87 M², di Desa Krapyak Kab. Jepara, Jawa Tengah, seharga Rp. 100. 000. 000,-(seratus juta rupiah).
2. Sebidang tanah dan bangunan, luas ± 129 M², di Desa Krapyak Kab. Jepara, Jawa Tengah, seharga Rp. 300. 000. 000,-(tiga ratu juta rupiah).
3. Sebidang tanah dan bangunan, luas ± 192 M², di Desa Krapyak Kab. Jepara, Jawa Tengah, seharga Rp. 350. 000. 000,-(tiga ratus lima puluh juta rupiah).
4. Sebidang tanah dan bangunan, luas ± 180 M², di Desa Krapyak Kab. Jepara, Jawa Tengah, seharga Rp. 150. 000. 000,-(seratus lima puluh juta rupiah).
5. Sebidang tanah dan bangunan KONTRAKAN / KOST-AN sebanyak 8 PINTU, luas ± 282 M², di Desa Krapyak Kab. Jepara, Jawa Tengah, seharga Rp. 1. 500. 000. 000,-(satu milyar lima ratus juta rupiah).
6. Sebidang tanah kosong, luas + 172 M2, di Desa Krapyak Kab. Jepara, Jawa Tengah, seharga Rp. 60. 000. 000,-(enam puluh juta rupiah).
7. Sebidang tanah kosong, luas + 1, 116 M2, di Desa Krapyak Kab. Jepara, Jawa Tengah, seharga Rp. 50. 000. 000,-(lima puluh juta rupiah).
8. 1 (satu) unit Mobil Mitsubishi Pajero Sport 2.4L Dakar-H, tahun 2018, seharga Rp. 450. 000. 000,-(empat ratus lima puluh juta rupiah).
9. 1 (satu) unit Mobil Suzuki Katana tahun 1995, seharga Rp. 60. 000. 000,-(enam puluh juta rupiah).
10. 1 (satu) Motor Kawasaki tahun 2018, seharga Rp. 30. 000. 000,-(tiga puluh juta rupiah).
11. 1 (satu) Motor Honda Vario tahun 2017, seharga Rp. 15. 000. 000,-(lima belas juta rupiah).
12. 1 (satu) motor Honda Vario), seharga Rp. 15. 000. 000,- (lima belas juta rupiah).
13. 1 (satu) motor Honda Vario, seharga Rp. 13. 000. 000,-(tiga belas juta rupiah).
14. 1 (satu) motor Honda Vario, seharga Rp. 13. 000. 000,-(tiga belas juta rupiah).
15. Perhiasan emas, total seharga Rp. 20. 000. 000,-(dua puluh juta rupiah).
16. Kayu jati balik dan gelondongan sebanyak 440 Batang, seharga Rp. 90. 000. 000,-(Sembilan puluh juta rupiah). (Rel Humas BNN)

loading...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan