BNN Sikat Aset Rp. 10,220 Milyar Milik Gembong Narkoba, Termasuk Mini Cooper

  • Whatsapp
BNN dan Minicoper yang di sita (Foto Istimewa)

1MinutesNews.COM,JAKARTA | 2 Gembong Narkoba kembali ditangkap Badan Narkotika Nasional (BNN) hari Kamis (16/5/2019) lalu sekira pukul 05.00 WITA. BNN juga menyita asset dari ke duanya dengan total Rp. 10,220 Milyar.

Penangkapan terhadap ke dua gembong narkoba ini terjadi di Kecamatan Pancarejang Kabupaten Sidrap Sulawesi Selatan.

Kedua bandar yang diamankan masing- masing, Sukur (25) warga Desa Bulo, Kecamatan Pancarijang dan  Agus Susila alias H. Lagu (35), warga Jalan Poros Enrekang, Kelurahan Lalebata, Kecamatan Pancarijang, Kabupaten Sidrap. Mereka merupakan bandar narkoba kelas kakap.

BNN menjerat ke duanya dengan pasal pencucian uang hasil kejahatan narkotika sesuai LKN 42-TPPU/V/2019.

Rumah seharga 1 Milyar di duga diperoleh dari hasil pencucian uang narkoba

Karo Humas BNN Kombes Pol Sulistyo Pudjo mengatakan, kedua tersangka memiliki peran yang berbeda. Tersangka Agus Susilo merupakan Bos Narkoba dari Sukur. Sukur sendiri berperan sebagai penjual sabu.

“Jadi Agus ini merupakan Bos besar, selain Sukur dia juga punya anak buah lainya yakni, Fachri Rahman Jafar yang saat ini masih ditahan di Lapas Tanjung Selor Kab. Bulungan Kalimantan Utara dalam kasus narkotika pada bulan September 2018 yang lalu,” tutur Kombes Pol Sulistyo Pudjo melalui reles press tertulis yang diterima hari, Sabtu (18/5/2019).

Dari para tersangka lanjut Kombes Pol Sulistyo Pudjo petugas BNN mengamankan sejumlah harta. Tersangka Agus Susila yang merupakan gembong nya memliki asset yang berhasil di sita sebagai berikut :

Salah satu kenderaan yang di sita BNN

Pabrik Rak Telur di Kabupaten Sidrap , dimiliki sejak tahun 2018, taksiran harga Rp 5 Milyar, SHM. Kemudian Rumah di Kabupaten Sidrap, dimiliki tahun 2016, taksiran harga Rp 1 milyar, SHM.

Lalu Tanah kosong sebanyak 2 KAVLING, di Kab. Sidrap, dimiliki tahun 2018, taksiran harga Rp. 300 juta, Tanah Sawah, dimiliki tahun 2016 taksiran harga Rp. 500 juta.

Selanjutnya usaha Sarang Walet yang dibangun tahun 2017, lokasi di Kab. Sidrap, namun tanah milik MERTUA nya, sedangkan biaya membangun gedung tersangka mengeluarkan biaya sebesar Rp. 260 juta. Rumah di Kab. Pinrang, dimiliki tahun 2017, taksiran harga Rp 1, 2 milyar.

Mobil Toyota Lexus, beli baru tahun 2017 seharga Rp. 1, 2 Milyar, taksiran harga saat ini Rp. 500 juta. Mobil Mini Cooper, dibeli tahun 2017 seharga Rp. 1 Milyar, taksiran harga saat ini adalah Rp.700 juta.

3 (tiga) unit mobil Daihatsu GRAND MAX, dibeli tahun 2017 taksiran harga saat ini Rp. 300 juta. 1 (satu) unit motor TRAIL KTM, dibeli tahun 2018 seharga Rp. 250 juta taksiran harga saat ini Rp. 300 juta. 1 (satu) unit mobil Honda CRV tahun 2018, posisi sekarang di bengkel, karena pernah tabrakan di Kab. Sidrap, yang mana mobil tersebut dipakai oleh Oknum anggota Polri dari Polres Sidrap.

Kemudian 1 (satu) unit mobil Honda Civic sebagai lenyerahan dari sdr. ABD WAHYU alias KAYYUM, taksiran harga Rp. 350 juta.

“Total aset yang disita dari tersangka Agus Susilo senilai Rp 10 Miliar,” pungkas Kombes Sulistyo Pudjo

Masih kata Kombes Pol Sulistyo Pudjo, sedangkan dari tersangka Sukur petugas mengamankan 1 (satu) unit mobil Honda HRV, dibeli tahun 2016 seharga Rp. 380. 000. 000,- (tiga ratus delapan puluh juta), taksiran harga saat ini Rp. 200 Juta, 1 (satu) unit motor Yamaha Mio, dibeli tahun 2018, taksiran harga saat ini Rp. 14 juta. Serta Uang di rekening Rp. 8 juta . (REL HUMAS BNN/AST)

loading...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan