1MINUTESNEWS – KABAR SUMUT Peristiwa & Hukrim 8 Tahun “Bermain” Kayu Ilegal, Pekerja Kilang Kayu di Tapian Nauli Ditangkap Polres Sibolga

8 Tahun “Bermain” Kayu Ilegal, Pekerja Kilang Kayu di Tapian Nauli Ditangkap Polres Sibolga

1MinutesNews.COM, SIBOLGA | Tak dapat menunjukan dokumen kayu, SMTS (39) warga Jalan Thamrin No. 65 Sibolga, ditangkap Satreskrim Polres Sibolga, hari Kamis (11/4/2019) sekira pukul 16.00 WIB. Sayangnya, Pelaku tak mau tanda tangan dokumen penyitaan.

Kapolres Sibolga, AKBP Edwin H Hariandja,SIK melalui Kasubbag Humas Iptu Ramdhan Sormin, S.Ag membenarkan penangkapan ini.

 

Di sebutkan, terungkapnya kasus ini bermula saat Satreskrim Polres Sibolga mengamkan kayu di salah satu Tangkahan di Jalan Jompol Kel. Pancuran Pinang Kota Sibolga.

“ Kayu yang diamankan di beli oleh Rudi Hutagalung dan saat dimintai dokumen asal usul kayu. Yang bersangkutan tidak bisa memperlihatkan. Menurut pengakuan Rudi, pihaknya hanya menerima kwitansi pembayaran dari kilang kayu yang beralamat di Desa Mela Kecamatan Tapian Nauli. Hal ini sudah terjadi kurang lebi lima tahun lamanya,” papar Iptu Ramadhan Sormin melalui press reles tertulis yang diterima hari Sabtu (11/5/2019).

Barang bukti lembaran papan di duga tidak memiliki dokumen (Foto Humas Polres Sibolga)

Berdasarkan keterangan saksi-saksi dan saksi ahli, atas temuan ini polisi menetapkan SMTS sebagai tersangka karena merupakan petugas lapangan di kilang kayu tempat Rudi Hutagalung membelinya selama ini.

“ Di Kilang tersebut tersangka memiliki jabatan menerima dan mengetahui asal kayu. Tersangka juga memasarkan dan menjual kayu olahan ini. Hal ini sudah berlangsung kurang lebih delapan tahun,” lanjut Sormin.

Dari keterangan tersangka di hadapan petugas kepolisian diketahui, bahwa kayu yang disita berasal dari kayu milik masyarakat yang diketamkan di kilang kayu tersebut. Tetapi tersangka tidak dapat memperlihatkan data masyarakat sesuai pengakuannya.

Tersangka juga menjelaskan pemilikmemperoleh Rp. 500.000/m3 atas kayu olahan tanpa dokumen ini.

Dari hasil penyitaan, diketahui jenis kayu ini terdiri dari Kayu Kapur, Mahono dan Sembarang sebanyak 404 batang dengan berbagai ukuran.

Ironisi, saat pihak kepolisian menyodorkan Berita Acara Penyitaan dan Berita Acara Serah Terima barang bukti, tersangka tidak mau menandatangani karena dilarang pemilik kilang.

Tersangka saat ini ditahan di RTP Polres Sibolga diduga melanggar pasals 83 ayat (1) huruf a dan b Jo pasal 12 huruf d dan e Subs pasal 87 ayat (1) huruf b Jo pasal 12 huruf I Undang undang RI no 18 tahun 2013 tentang Pencegahan dan pemberantasan perusakan hutan dengan ancaman hukuman paling singkat 1 tahun dan paling lama 5 tahun dan denda paling ringan Rp 500.000.000 dan paling berat Rp 2.500.000.000( dua milyar limaratus juta rupiah ). (Rel Humas Polres Sibolga/AST)

 

 

0 Likes

Author: Administrator

Pimpinan Umum 1MINUTESNEWS.COM (1MNC)

Tinggalkan Balasan