Ratusan Lembar Kayu Olahan Tanpa Dokumen Asal Panglong CV. M di Sita Polres Sibolga

  • Whatsapp
Foto : Kayu dan Balok tanpa dokumen resmi di sita polisi dari Tangkahan PPH Ancol yang berasal dari Panglong CV. M di Poriaha. (Foto : Humas Polres Sibolga/1MNC)

1Minutesnews.com,SIBOLGA | Ratusan lembar papan dan balok di sita petugas Polres Sibolga dari Tangkahan PPH Ancol di Jalan Jompol Kel. Pancuran Pinang Kec. Sibolga Sambas, Kota Sibolga hari Kamis (11/4/2019) pukul 16.00 WIB, karena tidak memiliki dokumen asal usul kayu.

Setidaknya 267 (dua ratus enam puluh tujuh) lembar papan dan 168 (seratus enam puluh delapan ) lembar balok yang di duga dari jenis kayu keras dan berasal dari kawasan hutan di sita polisi dari Tangkahan PPH.

Setelah di lakukan pemeriksaan , penjaga Tangkahan mengaku bahwa papan dan kayu tersebut dibeli dari Panglong CV. M di Poriaha Kabupaten Tapanuli Tengah.

Petugas selanjutnya mendatangi Panglong CV. M yang di ketahui milik MTH alias M.

Dari keterangan Pengawas Panglong yang identitasnya dirahasiakan polisi, ternyata benar bahwa kayu dan papan tersebut tidak memiliki dokumen dan asal-asal usul kayu.

“ Pengawas Panglong (CV. M,red) menerangkan bahwa kayu-kayu tersebut dan seluruh kayu yang berada di Panglong tersebut tidak memiliki dokumen asal usul kayu,” tulis AKBP Edwin H Harianja, Kapolres melalui Kasubbag Humas Polres Sibolga, Iptu Ramadhan Sormin di relese press tertulis hari Sabtu (13/4/2109).

Selain menyita ratusan papan dan balok kayu olahan sebagai barang bukti, petugas Polres Sibolga juga menetapkan ANH (44) warga Jln. Jompol No. 159 Kel. Pancuran Pinang Kec. Sibolga Sambas, Kota Sibolga sebagai tersangka.

Sesuai Pasal 83 ayat (1) yang berbunyi “ Orang perseorangan yang dengan sengaja sebagaimana diuraikan dalam huruf (a) dan (b) yakni memuat, membongkar, mengeluarkan, mengangkut, menguasai, dan/atau memiliki hasil penebangan di kawasan hutan tanpa izin serta mengangkut, menguasai, atau memiliki hasil hutan kayu yang tidak dilengkapi secara bersama surat keterangan sahnya hasil hutan
Pelaku dapat terancam hukuman pidana penjara paling singkat 1 tahun dan paling lama 5 tahun serta denda paling sedikit Rp 500 juta dan paling banyak Rp.2.5 miliar,”. (ast)

loading...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan