Kembali Datangi Bawaslu, Bakhtiar : Yang Lain “Teriak” Di Proses

Ketua NasDem Bakhtiar Ahmad Sibarani saat memberikan keterangan pers usai membuat pengaduan ke Bawaslu Tapteng bersama 4 partai lainnya (Foto : Agus/1MNC)
banner 468x60

1MinutesNews.COM, TAPTENG | Untuk ke tiga kalinya, Partai NasDem bersama Pengurus Partai Hanura, PPP, PAN dan PBB kembali mendatangi Kantor Bawaslu Kabupaten Tapteng di Jalan Oswald Siahaan  Kecamatan Pandan, Kabupaten Tapteng, hari Rabu (24/9/2019) sekira pukul 15.15 WIB.

Kedatangan pengurus partai politik ini untuk mempertanyakan jawaban dari Bawaslu Kab. Tapteng terkait pengaduan dugaan kecurangan saat Pemilu 17 April 2019 lalu, di Dapil 1 Khusus Kecamatan Sarudik, Kecamatan Pandan dan Kecamatan Tukka.

Bacaan Lainnya

banner 300250

Ketua DPD Partai NasDem Kab. Tapteng mewakili 4 pengurus partai lainnya mengaku kecewa dengan sikap dari Bawaslu Tapteng yang terkesan mengulur-ngulur waktu. Pengaduan mereka akan adanya kecurangan di Dapil I dan meminta untuk dilakukan Pemilihan Suara Ulang (PSU) tak kunjung di proses. 

“ Ini kedatangan kami ke tiga kalinya. Saya minta Bawaslu untuk memproses pengaduan dari kami. PSU ada aturannya sepuluh hari sesudah pemilu. Yang lain berteriak diproses, kami berteriak tidak diproses,” kata Bakhtiar dihadapan awak media.

Kekecewaan dari Bakhtiar Sibarani bersama empat pengurus partai lainnya beralasan, karena saat mereka mendatangi kembali Kantor Bawaslu tak satupun komisioner Bawaslu ada di Kantor.

Diketahui dari penjelasan Bakhtiar, pengaduan mereka terkait dengan adanya temuan dugaan kecurangan di Dapil I Tapteng terkait penggunaan hak suara masyarakat yang digunakan orang lain.

“ Temuan kami, terdapat warga yang memiliki hak pilih tidak hadir tetapi diketahui terdaftar di C7 (Daftar Hadir). Artinya ada yang menggunakan hak suaranya. Ini terjadi hampir di seluruh TPS di Kecamatan Sarudik, beberapa TPS di Kecamatan Pandan dan Tukka,” ungkap Bakhtiar.

Kedatangan Ketua Partai NasDem Kabupaten Tapteng dan 4 pengurus partai juga di sertai warga dari tiga kecamatan tersebut yang merasa hak pilihnya digunakan orang lain.

“ Kami bukan berkhayal dan mengarang-ngarang. Kami berdasarkan fakta dan bukti, warga yang datang ini bersedia diperiksa bahwa haknya digunakan oleh orang lain. Saya dengar Bawaslu Sumut dan Bawaslu RI lagi hadir, sekalian di cek kebenaranpengaduan kami ini,” lanjutya.

banner 300x250
banner 468x60

Tinggalkan Balasan